FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
03 01-2018

952

Cara Kerja Sensor Konten Dua Lapis Ala Kominfo

Kategori Sorotan Media | Ayu Yuliani
Tampilan pusat komando tim Cyber Drone 9 yang mengoperasikan mesin sensor Kominfo (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)

Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) akan mulai mengoperasikan mesin sensor konten negatif mereka besok, Rabu (3/1). Mesin sensor ini ditempatkan di pusat komando yang terletak di lantai delapan Gedung Kemkominfo di Jakarta.

Kominfo sempat mengajak awak media untuk mengunjungi pusat komando yang akan digunakan untuk mengoprasikan perburuan konten negatif yang beredar di situs-situs yang bisa diakses di Indonesia. 

Sensor mesin

Kepala Sub Direktorat Penyidikan Kemenkominfo Teguh Arifiyadi pun menjelaskan cara kerja mesin sensor tersebut. Menurutnya, sebelum keberadaan sebuah situs atau konten media sosial bisa dilenyapkan, ada proses berlapis yang dilakukan.

Proses berlapis ini melibatkan mesin perayap (crawling) dan manusia. Proses pertama dilakukan oleh mesin dengan memasukkan kata kunci pencarian. 

Jika kata kunci sudah ditentukan, mesin pemburu bisa menarik jutaan konten dalam sekali kerja. Menurutnya, mesin sensor ini bisa merengkuh jutaan situs dan konten media sosial hanya lewat satu kata kunci. 

Kecepatan pengumpulan datanya pun terbilang sangat cepat, cuma sekitar 5 menit sampai 10 menit saja.

"Mesin ini mempercepat waktu, meningkatkan volume, dan penindakan oleh penegak hukum," kata Teguh, saat ditemui di markas tim operasional mesin sensor Kominfo, di Jakarta, pekan lalu (29/12).

Situs dan konten media sosial yang ditemukan ini lalu akan dilempar ke mesin pendamping. Tugas mesin pendamping ini adalah memilah mana situs dan konten yang relevan terhadap kata kunci. 

Mesin tersebut juga akan mengurutkan hasil pencarian berdasarkan dampaknya. Semakin viral atau populer suatu situs dan konten media sosial, semakin tinggi ia dinilai berbahaya oleh mesin itu.

Sensor manusia

Setelah dampak dihitung, selanjutnya mesin akan menangkap layar (screen-capture) situs dan media sosial yang kena ciduk mesin. Hasil tangkapan layar itu akan dikirim ke tim verifikator yang sepenuhnya terdiri oleh manusia, dalam hal ini anggota tim Cyber Drone 9. 

Tim verifikator akan jadi gerbang terakhir yang menentukan apakah situs atau media sosial terciduk tadi pantas untuk disensor oleh pemerintah.

"Biar keputusan akhirnya humanis dan bisa dipertanggungjawabkan," imbuh Teguh.

Telah diuji coba

Dalam sebuah demo yang Cyber Drone 9 sudah selesaikan, mesin pemburu itu berhasil menjaring 1,2 juta situs porno dan hampir 200 ribu domain. Jumlah situs yang berhasil dikonfirmasi sebagai situs porno adalah 959.547 buah, sisanya tak terbukti sebagai situs porno.

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan menyebut angka itu masih terbilang tak banyak. Sebab pemburuan konten negatif dalam demo itu masih terbatas menggunakan kata kunci berbahasa Indonesia.

"Tapi kemampuan mesin ini akan lebih baik karena mesin pakai AI (kecerdasan buatan/artificial intelligence) sehingga hasilnya akan lebih akurat ketika makin sering bekerja," ujar Semuel.

Cara Kerja Sensor Konten Dua Lapis Ala KominfoCara kerja mesin sensor Kominfo (CNN Indonesia/Timothy Loen)

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20180102155546-185-266123/cara-kerja-sensor-konten-dua-lapis-ala-kominfo

Berita Terkait

iPhone XR Sudah Kantongi Restu Kominfo

Jakarta - Dua hari lagi, tepatnya Jumat (19/10/2018), iPhone XR mulai dibuka pemesanan awalnya. Meski keran pre-order belum sampai di Indone Selengkapnya

Coverage Operator di Sulteng Sudah Pulih 49%

Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebutkan, jangkauan layanan (coverage) tiga Operator seluler yang beroperasi y Selengkapnya

Berita Hoax Akan Diumumkan di Laman Kominfo, Kenali Ciri-cirinya

Kementerian Komunikasi dan Informatika berencana mengumumkan konten berita hoax dalam laman resmi mereka setiap minggu dan secara berkala. M Selengkapnya

Masyarakat Diminta Berperan Berantas Konten Pornografi

Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kembali mengingatkan dan mengajak masyarakat di Indonesia untuk berperan akt Selengkapnya