FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    18 10-2016

    824

    Sehat Untuk Semua

    KategoriKerja Nyata | mth

    Suatu pagi di Desa Sei Areh, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Saat itu Dina (27) sedang berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan anaknya. Setelah menahan sakit sejak pukul 9 malam, akhirnya pada pukul enam pagi bayinya lahir dibantu oleh paraji atau dukun beranak setempat.

    Namun wajah bahagia segera berubah menjadi cemas, karena ari-ari bayi tak kunjung keluar. Segera anggota keluarga pergi ke desa sebelah untuk memanggil bidan. Ya, memang di Desa Sei Areh tidak ada tenaga kesehatan, jangankan dokter, bidan desa pun tidak ada. Sekitar pukul dua siang anggota keluarga tiba di rumah bidan di desa sebelah, dan bidan tersebut baru bisa ketemu Dina pukul enam sore. Dengan segera bidan merawat Dina yang masih tergolek lemah. Untung nyawanya masih tertolong.

    Desa Sei Areh merupakan desa kecil dan terpencil, jarak antara Desa Sei Are dengan desa tetangga memakan waktu dua jam dengan jalanan yang bisa dibilang offroad, jika musim kemarau jalanan relatif dapat dilewati dengan mudah, namun jangan harap jika musim penghujan tiba akan banyak kubangan-kubangan dalam di sepanjang jalan. sama halnya dengan kondisi infrastuktur yang masih sulit, kondisi komunikasi di sebagian besar wilayah Kabupaten Sintang pun sama sulitnya, beberapa warga yang memiliki telepon genggam harus mencari posisi-posisi strategis untuk mendapatkan sinyal,
    semisal di atas pohon atau bahkan ada yang menyambungkan telepon genggamnya dengan galah untuk mendapatkan sinyal.

    Dengan kondisi akses jalan yang cukup sulit, tentunya kita mengamini mengapa di Desa Sei Areh, fasilitas dan tenaga kesehatannya tidak ada. Umumnya masyarakat masih sangat tergantung pada paraji ketika akan berobat, terutama jika akan melahirkan.

    Cerita yang dialami Ibu Dina, sangat mungkin dialami oleh ibu-ibu lain di daerah serupa terutama di daerah Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK). Minimnya akses ke fasilitas kesehatan bahkan ketidaktersedianya tanaga kesehatan di daerah tersebut. Bahkan hingga saat ini, angka kematian ibu dan bayi masih terbilang cukup tinggi.

    Untuk menjawab permasalahan kesehatan yang mendesak seperti tingginya angka kematian ibu dan bayi, angka gizi buruk dan angka harapan hidup masyarakat yang masih terbilang kurang, maka Kementerian Kesehatan membuat suatu kebijakan penguatan Pelayanan Kesehatan Primer yang berfokus untuk mengurangi tingginya angka permasalahan kesehatan serta mendukung tercapainya Program Indonesia Sehat dan mendukung pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional.

    Salah satu realiasi dari Kebijakan Penguatan Pelayanan Primer ini adalah dengan dilaksanakannya Program Nusantara Sehat yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara merata melalui pendidikan kesehatan, konseling serta penapisan. Program ini merupakan sebuah
    perwujudan nyata negara hadir di tengah-tengah masyarakat dan sesuai dengan cita-cita Nawacita ketiga yaitu Membangun Indonesia dari Pinggiran
    dengan Memperkuat Daerah-Daerah dan Desa dalam Kerangka Negara Kesatuan.

    Program Nusantara Sehat
    Program Nusantara Sehat merupakan program yang didasari oleh suatu kajian mengenai distribusi tenaga kesehatan yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan pada tahun 2012. Pada salah satu rekomendasi dari kajian ini menyebutkan bahwa akan lebih baik jika penempatan tenaga kesehatan di suatu daerah tertentu dilakukan berbasis tim.

    Berangkat dari hasil rekomendasi kajian tersebut maka pada bulan Mei tahun 2015 Kementerian Kesehatan memberangkatkan Tim Nusantara Sehat Periode I yang berjumlah 142 orang yang diterjunkan ke 20 puskesmas di seluruh Indonesia, tidak berhenti sampai disitu dengan penyempurnaan sistem baik dari seleksi dan lokasi penempatan tim pada bulan September 2016 Menteri Kesehatan menempatkan 297 tenaga kesehatan yang tergabung dalam Tim Nusantara Sehat periode 4 untuk ditempatkan di 46 Puskesmas yang tersebar di 16 provinsi dan 25 kabupaten.

    Tim ini terdiri dari lima hingga sembilan tenaga kesehatan diantaranya Dokter, Dokter Gigi, Bidan, Perawat, Tenaga Kesehatan Masyarakat, Tenaga Gizi, Tenaga Kesehatan Lingkungan, Ahli Laboratorium Medik, dan tenaga kefarmasian. Nantinya tim ini akan ditugaskan di daerah-daerah yang membutuhkan dan diberikan penugasan selama dua tahun untuk mengabdi dan mengedukasi masyarakat.

    Program Nusantara Sehat ini bertujuan untuk meningkatkan tugas dan fungsi puskesmas terutama di Daerah Tertinggal, Perbatasan, Kepulauan dan Daerah Bermasalah Kesehatan, karena biasanya tingkat kunjungan masyarakat di daerah-daerah tersebut sangat rendah. Hadirnya Program Nusantara Sehat, selain untuk meningkatkan kunjungan masyarakat ke Puskesmas juga bertujuan untuk meningkatkan penguatan Pelayanan Kesehatan (Yankes) Primer yang selama ini kita ketahui masih sangat minim terutama di daerah DTPK dan DBK, contohnya saja seperti sekelumit cerita Ibu Dina. Sasaran yang ingin dicapai dari adanya program adalah terpenuhinya jumlah dan jenis tenaga kesehatan sesuai dengan standar di Puskesmas DTPK dan DBK serta terwujudnya layanan kesehatan primer yang dapat dijangkau oleh setiap anggota masyarakat terutama masyarakat yang tinggal di wialyah terpencil di berbagai pelosok nusantara. Kelak tidak ada lagi Ibu Dina lainnya yang kesulitan mendapatkan pertolongan tenaga kesehatan profesional.

    Berita Terkait

    Kesejahteraan Untuk Semua

    Duapuluh enam jam, alias sehari semalam lebih. Itulah waktu yang dibutuhkan untuk menempuh perjalanan darat dari ibukota Provinsi Kalimantan Selengkapnya

    Kerja Nyata Menuju Swasembada

    Regi Agustian (23) tampak serius berdiskusi dengan petani di Desa Bandengan, Kec Mundu, Kab Cirebon, Jawa Barat. Sesekali mahasiswa Institut Selengkapnya

    Hunian Layak Untuk Khalayak

    Sudah bertahun-tahun Ramdan (55) bermimpi ingin punya rumah sendiri. Namun apa daya, pendapatannya sebagai buruh di pabrik plastik di daerah Selengkapnya

    Deregulasi Untuk Gaet Investasi

    Tiga jam. Itulah waktu yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada pemerintah daerah untuk melayani satu perizinan investasi di daerah. Hal i Selengkapnya