FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    31 05-2021

    197

    Perusahaan Bioteknologi Australia Kembangkan Obat Cegah Kematian Akibat Vaksin Covid-19, Itu Disinformasi!

    Kategori Berita Kominfo | srii003

    Jakarta, Kominfo – Beredar konten unggahan di media sosial Facebook berupa cuplikan video berita berbahasa Inggris. Konon, dalam video itu disebutkan  saat ini perusahaan bioteknologi asal Australia mengembangkan pengobatan baru yang diharapkan akan mencegah orang meninggal akibat vaksin Covid-19.

    Hasil penelusuran Tim AIS Kementerian Komunikasi dan Informatika menemukan fakta, video tersebut telah diedit. Padahal sesungguhnya video aslinya mengenai laporan tentang sebuah perusahaan bioteknologi Australia yang mengembangkan pengobatan baru untuk mencegah kematian akibat Covid-19. Bukan akibat vaksin Covid-19!

    Dilansir dari AFP, berdasarkan hasil penelusuran dari tayangan video asli secara utuh, presenter Tina Altieri sempat keliru mengatakan “Vaksin Covid” dalam video itu. Namun, ia telah mengoreksinya dengan menyebutkan “Covid-19”. Sayangnya, video yang disebarkan telah diedit dengan hanya menampilkan bagian yang keliru.

    Berikut laporan isu hoaks, misinformasi dan disinformasi yang telah diidentifikasi Tim AIS Kementerian Kominfo, Senin (31/05/2021):

    Berita Terkait

    Menteri Johnny Dukung Kampanye Privasi Data dan Cegah Hoaks Covid-19 di 12 Kota

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mendukung kampanye privasi data dan pencegahan hoaks mengenai pandemi Covid-19 di 12 kota Selengkapnya

    Pemerintah Larang Mudik, 12 Juta Warga Tiongkok Masuk Indonesia? Awas Disinformasi!

    Sebuah informasi beredar di aplikasi WhatsApp mengenai kebijakan Pemerintah Indonesia sengaja melarang mudik lebaran pada 6 s.d. 17 Mei 2021 Selengkapnya

    Penemuan Sajadah Kru Kapal Selam, Itu DIsinformasi!

    Selengkapnya

    Ditetesi Air Keran, Alat Rapid Test Antigen Hasilnya Positif? Itu Hoaks!

    Dalam jejaring media sosial Facebook beredar video yang memperlihatkan seseorang sedang menguji alat rapid test antigen dengan meneteskan ai Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA