FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    20 01-2021

    419

    Ubah Perilaku Masyarakat, Peran Penting Pers dalam Penanganan Pandemi

    Kategori Berita Kominfo | srii003

    Jakarta, Kominfo - Peran media atau pers sangat penting dalam penanganan pandemi Covid-19 yang saat ini tengah dilakukan oleh berbagai pemangku kepentingan. Menurut Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Widodo Muktiyo pers dapat membantu upaya penghentian penyebaran wabah global dalam beberapa waktu ke depan.

    "Peran media sangat penting dalam upaya penanganan Covid-19 di dalam negeri," ujarnya dalam Diskusi "Peran Pers di Tengah Pandemi" yang ditayangkan TVRI dari Jakarta, Rabu (20/01/2021).

    Menurut Dirjen IKP, peran pers menjadi sangat efektif dalam memutus penyebaran virus berbahaya tersebut, karena bisa mempengaruhi pola pikir masyarakat terhadap pencegahan Covid-19.

    "Alhasil, perilaku masyarakat dapat berubah untuk senantiasa berpartisipasi dalam penanganan virus itu. Perubahan perilaku sekarang lagi dikonsolidasikan terkait penanganan Covid-19," imbuhnya.

    Selama ini, menurut Dirjen Widodo, peran pers telah menjadi pilar ke empat dalam demokrasi Indonesia. Dengan kebebasan media yang diberikan oleh pemerintah membuat pers kerap kali menjadi medium edukasi kepada khalayak luas.

    "Artinya, media telah menjadi jembatan yang menyambungkan antara masyarakat dengan pemangku kebijakan yakni pemerintah berbagai tingkatan. Sekarang pers menjadi jembatan antara penduduk dan pemerintah," tuturnya.

    Dirjen IKP menyatakan saat ini, pihaknya tengah membangun kerjasama secara intensif dalam melakukan edukasi publik terkait penanganan Covid-19. "Sebanyak 4.300 jurnalis dari berbagai media digandeng untuk senantiasa memberikan informasi yang memberikan pengetahuan kepada khalayak luas," ungkapnya.

    Dirjen Widodo mengharapkan, masifnya jurnalis yang digandeng tersebut dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait upaya penanganan Covid-19. Hasil akhirnya, masyarakat dapat melakukan tindakan-tindakan yang bisa menghindari diri dari terinfeksi wabah global tersebut.

    "Tak hanya itu, dengan melakukan edukasi yang benar terhadap publik, maka akan membuat tatanan peradaban baru di Indonesia menjadi lebih baik dalam menyikapi penyebaran Covid-19. Kita memaksimalkan peran pers sebagai edukasi publik sehingga kita mempunyai implikasi bangsa dan negara," imbuhnya.

    Hal senada juga diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Menurutnya, media menjadi garda terdepan edukasi terhadap publik. Sehingga, setiap individu dapat mengalami perubahan perilaku dalam menyikapi kondisi pandemi wabah global di atas.

    "Bagikan setiap informasi baru yang berkaitan dengan penanganan Covid-19 kepada khalayak luas. Sajikan informasi yang sudah diolah dari para ahli dari mulai fase penanganan hingga pengobatan yang dilakukan ketika merebaknya wabah ini," katanya.

    Dengan begitu lanjutnya, peran media sebagai medium perubahan perilaku dapat dilakukan secara optimal. "Hari Pers Nasional (HPN) momentum mengingatkan pers sebagai pembelajaran kepada publik dan menjadi obor bagi pengetahuan," tuturnya.

    Berita Terkait

    Penuhi Undangan Raker, Menkominfo dan Komisi I DPR Bahas Dukungan Penanganan Pandemi

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate memenuhi undangan Rapat Kerja dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Selengkapnya

    Ajak Masyarakat Tuban Gabung Jadi Pandu Digital

    Masyarakat Kabupaten Tuban diminta siap menghadapi transformasi digital, terutama di masa pandemi Covid-19. Saat ini dibutuhkan banyak pandu Selengkapnya

    Ini Modus Penyebaran Hoaks Covid-19, Masyarakat Harus Saring Informasi yang Diterima

    Kondisi penyebaran informasi salah atau hoaks di era digital penyebarannya sangat masif, termasuk yang berkaitan dengan pandemi COVID-19 yan Selengkapnya

    Bansos, Insentif, hingga Vaksinasi Jadi Upaya Pemerintah Tangani Pandemi

    Pemerintah telah memulai pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 secara gratis yang pada tahap pertama ini memprioritaskan para tenaga keseha Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA