FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    18 11-2020

    134

    Internet Kini Jangkau Lebih Banyak Wilayah di Rote

    Kategori Sorotan Media | meit001

    Rote: Keseriusan pemerintah menyediakan layanan telekomunikasi hingga ke daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan perbatasan terlihat di wilayah timur Indonesia. Salah satunya wilayah terluar paling selatan Indonesia, Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT).
     
    Sejak 2018, layanan telekomunikasi di Rote semakin membaik. Sinyal telepon stabil dan internet menjangkau makin banyak wilayah di Rote.
     
    Ketersediaan layanan telekomunikasi di Rote berkat kerja keras Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), yaitu dengan Proyek Strategis Nasional Palapa Ring Timur yang dibangun di Kampung Kolla, Desa Nggodimeda, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao, NTT.

     
    Palapa Ring merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia sepanjang 36 ribu kilometer. Proyek itu terdiri atas tujuh lingkar kecil serat optik (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, Maluku) dan satu backhaul untuk menghubungkan semuanya.
     
    Palapa Ring yang disebut juga Tol Langit akan menjangkau 34 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer, dan kabel di daratan adalah sejauh 21.807 kilometer.
     
    "Sebanyak 80 persen wilayah Rote Ndao telah tercover internet. Sebanyak 9 dari 10 kecamatan yang ada telah memiliki tower," ucap Welhelmus.
     
    Seiring target pemerintah pusat dan provinsi, Dinas Kominfo setempat menargetkan pada 2021 seluruh wilayah di Rote Ndao terjangkau internet, tidak ada blank spot.
     
    Ketersediaan internet mendukung sektor ekonomi, pariwisata, pendidikan, dan kesehatan khususnya saat pandemi covid-19.

     

    Sektor Ekonomi

    Kehadiran internet di Pulau Rote membantu masyarakat untuk memasarkan hasil kerajinan dan produk lainnya. Terutama pada masa pandemi covid-19, jumlah kunjungan wisatawan menurun drastis.
     
    Dampaknya, Pantai Nemberala sepi kunjungan wisatawan. Padahal, pantai ini dikenal sebagai surga para peselancar. Pantainya merupakan salah satu spot selancar terbaik. Sering disebut Pantai Kuta dari Pulau Rote.
     

    (Foto:MI/Arya Manggala)
     
    Selain selancar, Desa Nemberala menyimpan kekayaan budaya. Salah satunya, tenun ikat. Kaum perempuan di Desa Nemberala aktif membuat tenun ikat Rote. Sekitar 42 perempuan tergabung dalam Kelompok Tenun Indadela Nemberala yang diketuai Ibu Via.
     
    Mereka memproduksi tenun ikat Rote menggunakan pewarna alam dan pewarna kimia. Harga jual beragam antara Rp700 ribu hingga jutaan rupiah. Harga yang relatif mahal ini karena proses pengerjaan dengan tangan. Untuk menghasilkan selembar kain sarung atau selimut perlu waktu sebulan. Paling cepat tiga minggu.
     
    "Sebelum pandemi, kain tenun ikat Rote banyak dibeli turis asing yang mengunjungi Nemberala. Kini, kain tenun dibuat hanya berdasarkan pesanan melalui telepon selular dan aplikasi jual beli," kata Ibu Via.
     
    Desa Nemberala dirancang untuk menjadi pusat promosi tenun ikat Rote. Dengan dukungan internet bukan tidak mungkin tenun ikat Rote akan menjangkau seluruh Indonesia, bahkan dunia.


    Sektor Pendidikan

    Internet telah tersedia di SMK Negeri 1 Lobalain, Rote Ndao, NTT. Disebutkan Kepala Sekolah SMKN 1 Lobalain, Kristian Isach, pada akhir 2016, BAKTI Kominfo menyediakan jaringan internet di SMK Negeri 1 Lobalain. Internet digunakan untuk kepentingan ujian nasional berbasis komputer dan akses data.
     
    SMK Negeri 1 Lobalain merupakan sekolah unggulan di kabupaten. Para lulusannya siap bekerja. Saat ini, dua jurusan paling diminati yaitu teknik komputer jaringan dan teknik gambar bangunan. Tersedia fasilitas dua laboratorium komputer dan satu laboratorium teknik gambar bangunan.
     
    "Internet mulai stabil sejak 2019, sudah masuk 4G. Diharapkan jaringan di Rote semakin bagus agar siswa lebih mudah belajar," ucap Kristian.


    Sektor Kesehatan

    Layanan kesehatan di wilayah pelosok sangat terbantu ketersediaan internet. Puskemas Batutua, di Kecamatan Rote Barat Daya, dapat meningkatkan pelayanan berkat jaringan internet dari BAKTI.
     

    (Foto:MI/Arya Manggala)
     
    Puskesmas Batutua merupakan puskesmas dengan frekuensi kedatangan pasien paling tinggi di Kabupaten Rote Ndao. Puskesmas Batutua menangani lebih dari 18 ribu pasien dari 19 desa, ada juga warga dari Rote Barat dan Rote Barat Laut.
     
    Sejak adanya fasilitas WiFi di Puskesmas Batutua pada 2018, pelayanan kesehatan menjadi lebih efisien. Sebab, hampir semua pasien berobat menggunakan BPJS Kesehatan sehingga jaringan internet sangat dibutuhkan untuk pendataan.


    Sektor Pariwisata

    Salah satu wisata unggulan di Rote ialah Teluk Mulut Seribu, yang terletak di Rote Ndao, NTT. Teluk Mulut Seribu merupakan destinasi wisata andalan yang dijadikan destinasi wisata internasional. Infrastruktur dikembangkan dengan pembangunan resort dan fasilitas pendukung wisata lainnya, termasuk sinyal telekomunikasi.
     
    BAKTI berhasil menyediakan koneksi internet stabil di Teluk Mulut Seribu sehingga wisatawan dapat menggunakan internet untuk beragam kebutuhan, termasuk mengunggah konten di media sosial.
     
    "Wisata adalah salah satu sektor yang berperan signifikan dalam pendapatan daerah. Sebanyak 90 persen wisata di Rote merupakan wisata pantai," kata Sekdis Pariwisata Kabupaten Rote, Jost Pandie.
     
    Dengan adanya internet, promosi pariwisata di Rote dapat dilakukan melalui dunia maya.
     
    "Promosi lebih banyak menggunakan internet. Kami promosi melalui website, Instagram, YouTube, dan Facebook," ujar Jost.
     
    Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao juga mengembangkan beberapa lokasi wisata lain. Ditargetkan pengembangan pariwisata di Rote Ndao lebih pesat untuk meningkatkan pendapatan daerah.

     

    Sumber: Medcom.id
    Pewarta: Rosa Anggreati
    Link: https://www.medcom.id/nasional/daerah/zNPZAZxk-internet-kini-jangkau-lebih-banyak-wilayah-di-rote 

    Berita Terkait

    Menteri Kominfo Ungkap Progres Pengembangan 5G di Indonesia

    Kominfo menyatakan, 5G sudah diuji coba untuk beberapa program di Indonesia. Menteri Johnny Plate pun mengungkapkan progres pengembangan tek Selengkapnya

    Tingkatkan jaringan internet, Kemenkominfo bangun 18 BTS baru di Seruyan

    Kementerian Komunikasi dan informatika melalui Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informasi berencana membangun 18 tower Base Transceiver Selengkapnya

    Kominfo: Peran Orang Tua Penting Dampingi Anak Saat Pakai Gawai

    SEKRETARIS Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Rosarita Niken Widiastuti, menyatakan peran orangtua sangat penti Selengkapnya

    Kementerian Kominfo Gelar Forum Aksi Pendidikan Berkarakter Pancasila di Sulbar

    Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (RI) gelar Forum Aksi Pendidikan Berkarakter Pancasila.Berlangsung di ruang perte Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA