FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    02 08-2020

    355

    Dirjen Aptika: Anak Muda Pewaris Startup Digital

    Kategori Berita Kementerian | Irso

    Jakarta, Kominfo – Anak muda atau kaum milenial merupakan pewaris startup digital di Indonesia. Menurut Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan,hal itu dilihat dari dukungan pemerintah yang mendorong pertumbuhan ekosistem startup.

    “Waktu pertama kali pemerintah mencanangkan pembangunan internet di Indonesia yang diajak siapa? Anak-anak muda,” tutur Dirjen Aptika dalam podcast Cakap Startup: Percakapan tentang Regulasi,Nyali dan Inovasi, ditayangkan lewat akun official Youtube Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, dari Jakarta, Minggu (02/08/2020) malam.

    Dirjen Semuel mengatakan, saat ini menjadi tugas dan tanggung jawabnya di pemerintahan untuk mengajak anak muda melakukan transformasi digital. Sebab, dengan dibangunnya infrastruktur telekomunikasi juga diimbangi dengan menyiapkan SDM atau talenta digital.

    “Kalau jaringannya sudah diselesaikan, kita sudah masuk ke era digital, kalau tidak disiapkan anak-anak muda ini untuk yang menjalani maka kita akan menjadi penonton,” ujar Dirjen Semuel

    Menurut Dirjen Aptika, SDM digital atau anak muda penerus dan masa depan startup digital perlu menyiapkan skill di bidang teknologi, begitu juga dengan dunia bisnis. Selain itu, Indonesia juga memerlukan peran anak muda yang memiliki antusias yang tinggi terhadap laju transformasi digital.

    Selama di pemerintahan, Dirjen Semuel menceritakan banyak melakukan interaksi dengan anak muda yang mempunyai antusias dalam membangun startup di Indonesia, “Karena itu, kita harus tetap belajar,” imbuhnya. 

    Peluang Startup

    Dirjen Aptika menjelaskan bahwa untuk mengenal dunia startup dilihat dari cara baru yang diterapkan dalam setiap perusahaan, utamanya pada perusahaan yang bergerak di bidang teknologi digital.

    “Kalau dulu saya buat perusahaan itu saya harus punya modal dulu, punya gedung dan punya anak buah baru bisa berusaha, sekarang kan gak perlu. Ide, kemauan keras dan kita mau kerja bisa kita buat satu perusahaan, kalau dulu harus ada modal dasarnya itu harus ratusan juta,” jelasnya

    Sebagai contoh, pedagang di era digital ini hanya perlu modal kamera atau gadget dan koneksi internet.  Dengan modal itu pun sudah bisa melibatkan semua orang menjadi target pasar. Hal tersebut yang kemudian menarik ketika menyoal startu digital bagi kalangan muda.

    “Kalau dalam konsep transformasi digital, pada saat kita bertransformasi kita harus punya motto ‘nobody left behind’, semua orang harus diajak, semua orang harus diajarin. Jadi kita harus benar-benar telaten,” tuturnya.

    Sisi lain dari upaya pemerintah mengajak generasi muda untuk mengambil bagian dalam mengisi startup digital adalah untuk melakukan literasi digital, guna meminimalisir penipuan dan tidak menjadi korban hoaks.

    Berita Terkait

    Dirjen SDPPI: Empat Upaya Pemerintah Wujudkan Pusat Data Nasional

    Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail mengatakan Pemerintah telah menga Selengkapnya

    RUU PDP Lengkapi Momentum Percepatan Transformasi Digital

    Upaya bersama antara pemerintah dan DPR RI dalam mengesahkan Rancangan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (RUU PDP) menjadi pendorong mo Selengkapnya

    Tanggapi Isu Serangan Siber, Dirjen Aptika: Perlu Lakukan Investigasi

    Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan menanggapi isu terkait peretasan a Selengkapnya

    Dirjen Aptika: Penguatan Regulasi Jadi Syarat Transformasi Digital

    Regulasi menjadi syarat percepatan transformasi digital, selain penyiapan infrastruktur dan aplikasi digital. Menurut Direktur Jenderal Apli Selengkapnya