FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    26 07-2020

    181

    Kominfo: IoT Solusi Penanganan Krisis Kesehatan dan Ekonomi

    Kategori Berita Kementerian | doni003

    Jakarta, Kominfo – Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong pemanfaatan Internet of Things (IoT) sebagai solusi penanganan krisis kesehatan dan ekonomi.

    Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Ismail menyatakan keyakinannya akan solusi IoT dapat membantu penanangan pandemi Covid-19 yang cenderuang lebih tinggi dibanding beberapa bulan yang lalu.

    “Teknologi ini memang betul-betul merupakan suatu teknologi yang solutif sebenarnya untuk membantu kita dalam konteks masalah Covid ini,” tegasnya dalam Seminar Daring “IoT Device Makers Creation 2020 for Resilience in The Face of Pandemics,” dari Jakarta, Rabu (29/07/2020).

    Menurut Dirjen Ismail, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membutuhkan pemantauan atas kepatuhan dalam menerapkan protokol kesehatan, terutama menjaga jarak aman.

     “Dengan kondisi yang demikian  tentu saja sistem solusi Internet of Things (IoT) ini saya yakin banyak manfaatnya karena memang sistem IoT didesain untuk mempermudah karena dilengkapi sensor yang dilakukan jarak jauh dan masive,” ungkapnya.

    Dirjen SDPPI menyontohkan pada kegiatan di sebuah pabrik yang seharusnya tidak harus tutup kalau menerapkan teknologi IoT. Dimana begitu banyak pegawai dan karyawan pabrik yang berkumpul dalam satu ruangan.

    “Jelas sangat membahayakan. Seandainya IoT solutif buat segera teman-teman pabrik, mereka tidak harus tutup,” jelasnya.

    Dirjen Ismail menyatakan, hal itu bisa dilakukan dengan menerapkan skenario untuk mengganti dari sifatnya manual menjadi automasi dan menggunakan IoT. “Sehingga lebih transparan dan nyaman dikontrolnya dari jarak jauh,” tandasnya.

    Dorong UMKM Go Online

    Di depan Makers IoT muda itu, Dirjen Ismail mengungkapkan kondisi perekonomian Indonesia. Mengutip pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani, apabila perekomian Indonesia tidak terjadi perbaikan pada Triwulan Ke-3 maka Indonesia bisa terkena resesi.

    “Dalam triwulan ke-3 ini tidak membaik apalagi sampai triwulan keempat masih negatif juga maka Indonesia akan masuk menjadi salah satu negara ke dalam kelompok negara yang terkena resesi,” ujarnya.

    Namun Dirjen SDPPI meyakinkan bahwa resesi di Indonesia akan bisa diatasi dengan tumbuhnya UMKM. Pasalnya, mayoritas ekonomi Indonesia ini ditopang oleh UMKM.

    “Mengapa karena resesi hanya bisa teratasi dengan baik kalau UMKM kita tidak kena masalah, tidak kena dampak. Memang ada industri besar atau konglomerasi, tapi kalau dilihat dari segi jumlah kuantitas dan yang betul-betul memberikan kontribusi yang sangat signifikan ke negara sebenarnya adalah UMKM,”ungkanya.

    Lebih lanjut Dirjen SDPPI mengemukakan hubungan UMKM dengan IoT. Menurutnya,  ketika UMKM masuk ke ranah digital, maka akan dapat bertahan dan bisa memanfaatkan IoT.

    “Apa hubungan UMKM dengan IoT, UMKM harus go online, harus masuk ke digital karena dengan masuk ke digital itulah UMKM bisa survive bisa jual barang, bisa beli baran, bisa beli bahan baku,” tuturnya.

    Dalam Webminar itu, Dirjen Ismail juga mendorong peserta dapat berkontribusi dalam membantu UMKM sekarang. Bahkan Dirjen SDPPI menantang agar peserta mensupport dan memberikan kreatifitas baru kepada UMKM.

    “Ini satu pertanyaan dan challenge dari saya yang penting tolong dibahas saat sekarang, urgent untuk bahwa mereka bisa survive bahkan kalau bisa malah tumbuh dengan menerapkan solusi Makers IoT,” ajaknya.

    Selanjutnya Dirjen Ismail menyatakan ada beberapa persyaratan, yaitu infrastruktur dengan coverage luas serta memenuhi affordable qualityspeed. Hal itu menjadi salah satu agenda Pemerintah dengan APBN untuk menyedeiakan layanan internet cepat di desa.

    “Sekarang untuk itu tidak lagi menunggu operator saja terutama untuk daerah-daerah desa yang belum connected 4G. Pemerintah keluarkan APBN untuk bangun di sana karena kalau menunggu operator terlalu lama karena ini jelas persoalan yang lama dan kalau mengandalkan kontribusi USO juga tidak cukup,” jelasnya.

    Dirjen SDPPI mendorong agar Makers IoT tidak perlu bingung dalam menyalurkan kreatifitas dan produk. Menurutnya, tugas Kementerian Kominfo akan membantu bersama asosiasi.

    “Kami bersedia untuk ketuk pintu. Mau kemana, ke kementerian mana,  BUMN mana. Kami siapkan diri untuk membantu ketuk pintu itu bahkan kalau perlu support anggaran tapi tidak bisa dalam bentuk uang cash karena tak punya tools untuk mengeluarkan uang cash,” ujarnya.

    Menurut Dirjen Ismail, dalam setiap masalah, termasuk pandemi seperti saat ini selalu ada peluang. Oleh karena itu, Dirjen SDPPI mengajak para maker untuk mengembangkan produk yang  berkaitan dengan Covid19 ini  dan sekaligus fokus memberikan solusi terutama bagi pelaku UMKM.

    “Mari kita manfaatkan peluang dan oppurtunity selama kondisi ini. Jumlahnya besar sekali sehingga para start up yang menggunakan IoT juga bisa growth sangat cepat ketika jumlah usernya menggunakan banyak dan mudah-mudahan ini bisa menjadi calon rekor baru ketika ada startup IoT yang bisa memberikan solusi buat UMKM Indonesia,” pungkas Dirjen Ismail.

    Berita Terkait

    Kominfo Dorong Mahasiswa Kembangkan Ide Bisnis Digital

    Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis digital. Menurut Plt Direktur Ekonomi Digital Dire Selengkapnya

    Menkominfo: Terapkan 3I Agar Jadi Pemenang di Era Digital

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G.Plate menyatakan pandemi Covid-19 merupakan momentum bagi para siswa dan mahasiswa untuk mengasa Selengkapnya

    Kominfo Minta Masyarakat Sungguh-sungguh Terapkan Protokol Kesehatan

    Kementerian Komunikasi dan Informatika terus fokus menjalankan fungsi sebagai bagian dari komunikasi publik untuk penanganan pandemi Covid-1 Selengkapnya

    Menkominfo: Pers Indonesia Kehilangan Sosok Jakob Oetama

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyampaikan duka yang mendalam atas kepergian wartawan senior sekaligus pendiri Kompas G Selengkapnya