FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    16 07-2020

    351

    Tertibkan Ratusan Perangkat Nirkabel Penyebab Gangguan Radar BMKG

    Kategori Berita Kementerian | mth

    Medan, Kominfo – Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan 900 perangkat nirkabel yang menyebabkan gangguan atau interferensi pada perangkat radio detection and ranging (Radar) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

    Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Medan Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Syamsul Huda, mengatakan pihaknya menindaklanjuti aduan Balai Besar Wilayah I Medan BMKG menegnai adanya gangguan spektrum frekuensi radio pada pita 5.8 GHz.

     "Pengaduan tanggal 25 Juni 2020, berdasarkan identifikasi dan observasi lapangan ditemukenali bahwa gangguan disebabkan adanya interferensi penggunaan frekuensi 5.8 GHz untuk keperluan komunikasi data dan kamera pengawas nirkabel yang dilakukan oleh perorangan, kegiatan usaha peternakan dan penyedia jasa internet," jelas Syamsul Huda di Medan, Rabu (15/07/2020).

    Keberadaan Radar BMKG dibutuhkan untuk menggambarkan kondisi cuaca dan potensi intensitas curah hujan di suatu wilayah, termasuk untuk kepentingan navigasi penerbangan.  "Data yang dihasilkan  radar BMKG dapat terganggu bila ada pancaran frekuensi lain/interferensi pada rentang  5600 – 5650 MHz, akibatnya radar tidak dapat membaca produk reflectivity adanya partikel air di udara secara tepat. Radar dapat bekerja  dengan jangkauan terjauh sampai 240 kilometer," jelas Syamsul Huda.

    Menurut Kepala Balmon Kelas I Medan, interferensi terjadi akibat penggunaan perangkat wireless local area network (WLAN) dan perangkat wireless CCTV pada pita 5.8 GHz. Untuk mengatasi gangguan yang terjadi pada radar BMKG, Balmon Kelas I Medan menghentikan operasi 8 pengguna frekuensi 5.8 GHz.

    Menurut Syamsul Hiuda, keberadaan perangkat penyebab gangguan tersebar di tiga daerah. "Deli Serdang 360 dan 45 perangkat, Kabupaten Langkat yang berbatasan dengan Aceh Tamiang sebanyak 315 perangkat dan Kabupaten Karo 180 perangkat," jelasnya.

    Menurut Kepala Balmon Kelas I Medan kegiatan itu terus berlanjut dengan tahapan yang lebih  komprehensif.  "Kami mengadakan pertemuan dengan pengurus APJII Sumatera Utara. Ini  bagian awal dalam upaya mengajak ekosistem usaha, penyelenggara dan penyedia jasa internet untuk turut serta menjaga ketertiban dalam pemanfaatan spektrum frekuensi radio khususnya untuk wireless local area network di Sumatera Utara," jelasnya. 

    Selanjutnya Balmon Kelas I Medan berencana untuk bertemu dengan pengurus asosiasi pengusaha komputer Indonesia [APKOMINDO], asosiasi pengusaha warnet Indonesia [APWI], komunitas penyedia kamera CCTV dan komunitas teknisi.

    "Yang biasa mengerjakan instalasi jaringan komunikasi data baik yang tergabung dalam internet service provider [ISP] maupun teknisi freelance," tutur Syamsul Huda.  

    Ke depan, Balmon Kelas I Medan juga melakukan upaya pencegahan dalam bentuk sosialisasi  melalui berbagai saluran komunikasi. "Seperti media social, media penyiaran, virtual meeting bahkanforum diskusi dengan penggiat komunitas 5.8 GHz akan kita lakukan agar pesan ini sampai kepada masyarakat," jelas Syamsul Huda.  (Supriadi/F. Sitorus UPT Medan)

    Berita Terkait

    WSIS Forum 2020: Keamananan Ruang Siber menjadi Tanggung Jawab Bersama

    Peningkatan signifikan penggunaan TIK selama pandemi Covid-19 berdampak terhadap keamanan ruang siber. Indonesia menawarkan pola kerja sama Selengkapnya

    Lima Hari Operasi Kenormalan Baru Atasi Gangguan SFR Bandara Mopah

    Kementerian Komunikasi dan Informatika menangani gangguan spektrum frekuensi radio (SFR) di Bandar Udara Mopah Merauke. Dalam kegiatan yang Selengkapnya

    Menkominfo: AMEL Perbaiki Tata Kelola Pengadaan Barjas Pemerintah

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate bersama dengan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Roni Dwi Selengkapnya

    Menkominfo: Keterbukaan Informasi Bagian Integral Pembangunan

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan saat ini bangsa Indonesia senantiasa menantikan informasi publik yang terbuka. Selengkapnya