FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    10 09-2019

    501

    Menkominfo: Jangan Mengaku Diplomat Kalau Tak Punya Akun Sosmed

    Kategori Berita Kementerian | mth
    Menteri Kominfo Rudiantara dalam acara Regional Conference of Digital Diplomacy, Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (10/09/2019). - (AYH)

    Jakarta, Kominfo - Kehadiran teknologi digital diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para diplomat. Teknologi digital menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kinerja para diplomat dalam diplomasi. 

    "Yang pertama, Anda tidak dapat menyebut diri Anda sebagai diplomat lagi, jika Anda tidak memiliki akun media sosial," ungkap Menteri Rudiantara dalam acara Regional Conference of Digital Diplomacy, Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (10/09/2019).

    Menteri Kominfo lantas menyinggung soal keberhasilan Duta Besar Jepang, Masafumi Ishii dalam memanfaatkan media sosial. Beberapa waktu terakhir, Masafumi menjadi perbincangan publik, lantaran kepiawaian membangun brand image via media sosial Instagram. 

    "Ia tidak hanya berkomunikasi dengan sesama diplomat, tetapi juga dengan publik. Misalnya lewat postingan seputar makanan khas Indonesia," kata Rudiantara. 

    Menurut Rudiantara, hal itu sebagai contoh pemanfaatan teknologi dalam diplomasi digital. "Ini adalah salah satu contohnya, bagaimana kita dapat memaksimalkan penggunaan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (ICT) di dalam Media Sosial," paparnya.  

    Dalam kesempatan itu, Rudiantara memaparkan data di Indonesia terkini yang lebih kurang memiliki 265 juta populasi. Mayoritas diantaranya  merupakan pelanggan selular. 

    "Totalnya 350 jutaan. Artinya, sebagian besar orang Indonesia menggunakan lebih dari satu kartu SIM dalam satu ponsel atau menggunakan lebih dari satu ponsel," jelas Rudiantara. 

    Indonesia, lanjut Rudiantara, juga memiliki  seratus tujuh puluh lima hingga seratus tujuh puluh enam juta jiwa orang yang mengirim akses ke internet setiap harinya. Jumlah ini lebih besar dari jumlah populasi penduduk negara-negara yang ada di Asean. Bisa dibayangkan banyaknya jumlah orang Indonesia yang mengakses internet.

    "Jika Anda ingin meningkatkan kinerja dalam diplomasi Anda di Indonesia, harap pastikan Anda memiliki akun media sosial," jelasnya.

    Rudiantara melanjutkan, jumlah pengguna internet di Indonesia memang masih kurang jika dibandingkan dengan negara-negara seperti Cina, Amerika dan India. Tetapi, Indonesia sebenarnya memiliki pasar yang signifikan. Sebagian besar orang Indonesia, menghabiskan setengah dari waktunya untuk bermain sosial media per harinya.

    "Facebook kita ada di nomor tiga dunia, sedangkan Instagram ada di nomor empat dunia. Tapi ini adalah eranya Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT), di mana digital sebagai alat untuk diplomat" pungkas Rudiantara.**

    Berita Terkait

    Kominfo: Peran Orang Tua Penting Dampingi Anak Saat Pakai Gawai

    Sekertaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti menyatakan peran orangtua sangat penting di masa pande Selengkapnya

    Menkominfo: PDN Satukan 2.700 Data Center Pemerintah

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan Pusat Data Nasional (PDN) akan bisa menyatukan operasional 2.700 data center p Selengkapnya

    Cegah Karhutla, Menkominfo Tekankan Tugas Penting Komunikasi Publik

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menekankan empat tugas penting komunikasi publik berkaitan dengan upaya Pemerintah dalam Selengkapnya

    Menkominfo: AMEL Perbaiki Tata Kelola Pengadaan Barjas Pemerintah

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate bersama dengan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Roni Dwi Selengkapnya