FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    31 05-2019

    392

    Hoaks Harga Tiket Kereta Jakarta-Surabaya 1,5 Juta, Ini Fakta Sebenarnya!

    Kategori Berita Kementerian | mth

    Jakarta, Kominfo – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menjadi sorotan publik jelang mudik lebaran. Sebagian masyarakat menilai, harga tarif tiket mengalami peningkatan yang cukup drastis.

    Namun, kenaikan tarif tersebut sengaja dipelintir untuk menggiring opini negatif di media sosial. Sementara, masing-masing tarif disesuaikan dengan fasilitas yang disediakan.

    Seperti sebuah unggahan yang viral mengenai harga tiket kereta Jakarta-Surabaya yang mencapai 1,5 juta dari hasil tangkapan layar dari detikfinance. Unggahan tersebut, disertai narasi yang menyebutkan “gara-gara ulah sesembahmu, rakyat makin sengsara karena harga tiket yang mahal. 

    Plt Karo Humas Kementerian Kominfo Ferdinadus Setu menjelaskan, hasil tangkapan layar yang terdapat dalam unggahan tersebut memang benar dari detik finance, judul asli yang dipelintir adalah "Musim Mudik Harga Tiket Kereta JKT-SBY Dijual hingga 1,5 Juta". 

    “Berita dari Detik finance terkait harga tiket yang mencapai 1,5 juta itu, adalah tarif kereta Argo Anggrek Luxury,” kata Ferdinandus di Jakarta, Jum’at (31/5)

    Kereta tersebut, kata Ferdinandus berdasarkan hasil penelusuran Tim AIS, merupakan kereta jenis sleeper train yang menawarkan perjalanan dengan fasilitas dan layanan kelas bisnis dan eksekutif.

    “Jadi, bukan kereta ekonomi yang dimaksud itu, itu hoaks. Apalagi tarifnya sampai 1,5 juta. Itu tidak benar sama sekali,” terangnya.

    Tidak hanya tiket kereta yang berhasil dipelintir, Subdit Pengendalian Konten Internet Kementerian Kominfo, juga menemukan unggahan foto struk tarif tol dari gerbang Cikupa menuju gerbang tol Cilegon Timur. 

    “Unggahan foto itu juga hoaks, karena biaya sebesar Rp. 89.000, terjadi selisih dari tarif normal sebesar RP. 41.000. ini sudah diklarifikasi pihak terkait kalau ada terjadi kesalahan teknis,” jelas Ferdinandus.

    Hal tersebut disampaikan Indah Permanasari selaku Kepala Biro Humas Astra Tol Tanggerang Merak, bahwa hal ini terjadi karena adanya kesalahan teknik pada mesin pembaca saat penggantian periode tarif, dari sebelumya tarif diskon menjadi tarif normal pada pukul 23.59 WIB tanggal 30 Mei 2019.

    Dari hasil pemeriksaan data transaksi, dapat dipastikan hanya ada satu transaksi yang mengalami kesalahan, pihak Astra Tol Tanggerang-Merak sudah menyampaikan maaf dan menghubungi pengguna jalan tersebut guna melakukan ganti rugi.

    Berikut tautan lengkap hoaks hari ini:

    1. Ulat Gigi adalah Penyebab Karies dan Sakit Gigi

    2. Adanya Larva Pada Payudara

    3. Efek Sakit Hati Sama Polisi, Takjil yang Diberikan Polisi Ditolak Mentah-mentah oleh Jamaah

    4. Harga Tiket Kereta Jakarta-Surabaya Mencapai 1,5 Juta

    5. Tarif Tol Cikupa-Cilegon Timur Naik

    6. Ustadz Haikal Hassan Ditangkap di Dubai

    7. Media Asing Tampilkan Wajah Jokowi Sebagai Pembunuh

    8. Petisi Pencopotan Anis Baswedan karena Pemda DKI Jakarta Simpan Rekaman Kamera Pemantau Peristiwa 21-22 Mei

    9. Pertemuan Referendum Raja dan Sultan Se-Nusantara **

    Berita Terkait

    Hoaks! Surya Paloh Temui Jokowi Minta Jabatan Jaksa Agung

    Sejak ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih Periode 2019-2024 oleh KPU, banyak beredar informasi hoaks mengenai susunan Ka Selengkapnya

    Sumatera Barat Dijadikan Sarang Teroris? Ini Fakta Sebenarnya!

    Ada konten yang disebarluaskan melalui platform media sosial berkaitan dengan ancaman terorisme di Indonesia. Berdasarkan hasil pantauan Ti Selengkapnya

    Hoaks! Warga Tiongkok Edarkan 2 Ton Sabu Pakai Snack

    Beredar kabar di media sosial, sebuah tangkapan layar dengan narasi Tiongkok mengirimkan sabu 2 ton lebih ke Tanah Air. Sabu tersebut dikema Selengkapnya

    Beredar Hoaks Pelajar Tiongkok Rundung Siswi di Kalimantan, Ini Kejadian Sebenarnya!

    Sebuah video pendek tersebar di media sosial Twitter yang menarasikan, anak pribumi dirundung karena ingin coba berbaur dengan sekolah anak- Selengkapnya