FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    08 05-2019

    543

    Presiden Sebut Korban Meninggal sudah Takdir, Itu Hoaks!

    Kategori Berita Kementerian | vera002

    Jakarta, Kominfo - Presiden Joko Widodo menjadi korban penyebaran berita bohong atau hoaks yang berkembang di media sosial beberapa hari ini. Postingan yang beredar tersebut rupanya mengganti judul berita, dan menggunakan tangkapan layar dari berita di situs tempo.co, kemudian menuliskan judul “Jokowi: Korban Meninggal Itu Sudah Takdir Jangan Diperpanjang Lagi”.

    Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan, narasi dalam berita tersebut, benar merujuk kepada kasus meninggalnya petugas KPPS di Pemilu 2019. Namun, untuk judul beritanya sengaja dipelintir dan diedit.

    “Pernyataan Presiden Jokowi itu adalah hasil suntingan, dan dipelintir dari tempo.co yang sengaja diganti judulnya sehingga membangun premis yang salah terhadap foto berita itu,” kata Ferdinandus di Jakarta, Rabu (08/05/2019).

    Lebih lanjut, Ferdinandus menjelaskan, suntingan terlihat jelas dari font teks judul yang berbeda dengan font teks yang selama ini dipakai oleh tempo.co.

    “Tempo tidak pernah mempublikasikan tentang pernyataan Pak Jokowi mengenai, takdir korban meninggal. Pak Jokowi, juga tidak pernah membuat pernyataan seperti itu,” jelas Ferdinandus

    Setelah ditelusuri lebih lanjut, postingan berita asli dari tempo.co berjudul, "Jokowi Diminta Tak Hanya Pindahkan Ibu Kota, Tapi..."

    Dalam berita asli dari tempo.co saat Presiden Joko Widodo berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebelum memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden (29/04/2019). Rapat tersebut membahas tindak lanjut rencana pemindahan ibu kota.

    Selain hoaks tentang Presiden Jokowi, Kementerian Kominfo juga melaporkan isu hoaks harian untuk tanggal 8 Mei 2019 sebanyak 12 hoaks. Salah satunya juga menyebutkan, gudang peluru sudah diserahkan polri untuk tembaki rakyat.

    Berikut rincian lengkap laporan isu hoaks harian untuk tanggal 8 Mei 2019 dari Tim AIS Kementerian Kominfo.

    1. Gudang Peluru Sudah Diserahkan Polri untuk Tembaki Rakyat
    2. BUMN Sudah Dimanfaatkan untuk Kepentingan Politik
    3. Pulau Berbentuk Bulan Sabit dan Bintang di Hawaii
    4. Uang Logam Rp 500 tahun 1991 Mengandung Emas?
    5. Video Sadis Deep Web “Blank Room Soup”
    6. Air kelapa Hijau Dapat Memperlancar Haid
    7. Surat Pemecatan Ustadz Abdul Somad Sebagai Dosen UIN Suska Riau
    8. Plester Kompres Demam Sebabkan Kelumpuhan Otak
    9. Usai Tarawih, Ada Meteor Jatuh Di Probolinggo
    10. Jokowi:Korban Meninggal Itu Sudah Takdir Jangan Diperpanjang Lagi
    11. KPU Minta Masyarakat Tak Viralkan Kesalahan Input Data Quick Count
    12. Ketua KPUD Bekasi Meninggal **

    Berita Terkait

    Logo HUT ke-75 RI Memuat Lambang Salib? Itu Hoaks!

    Beredar sebuah unggahan di sosial media Twitter dengan narasi yang mengklaim logo HUT ke-75 RI menyerupai lambang salib. Menanggapi tudingan Selengkapnya

    Tes PCR Tidak Bisa Bedakan Terpapar dan Terinfeksi? Itu Hoaks!

    Beredar pada platform media sosial sebuah narasi yang menyebutkan bahwa tes PCR (Polymerase Chain Reaction) tidak bisa membedakan terpapar d Selengkapnya

    Kucing dan Anjing Tak Bisa Tularkan Corona? Itu Disinformasi!

    Beredar konten di media sosial Facebook yang mengutip pernyataan WHO soal kucing dan anjing tidak bisa menularkan Virus Corona. Narasi konte Selengkapnya

    Jelang Pilkada Serentak, Kominfo Pastikan Jaga Ruang Digital dari Hoaks

    Menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2020, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menekankan kembali upaya Pemerintah untuk me Selengkapnya