FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    21 02-2019

    6653

    Ini Perkembangan Program Tol Langit!

    Kategori Berita Kominfo | mth

    Jakarta, Kominfo – Setelah fokus membangun proyek Palapa Ring, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga tengah menyiapkan infrastruktur telekomunikasi yang akhir-akhir ini ramai disebut sebagai tol langit. Program itu merupakan upaya pemerintah untuk pemerataan akses internet di seluruh Indonesia. 

    “Kalau Palapa Ring ini sudah selesai dibangun, istilahnya jalan tol-nya, berarti jalan masuknya lebih mudah karena yang mahal itu jalan tol. Bagaimana membangun di dalamnya, itu ada beberapa cara, salah satunya operator akan membangun aksesnya yaitu Base Transceiver Station (BTS),” kata Menteri Rudiantara di Jakarta, Kamis (21/002/2019).

    Rudiantara menegaskan, pemerintah tidak hanya bergantung pada operator, karena pemerintah juga mempunyai kebijakan keberpihakan yang berikutnya setelah program Palapa Ring tersebut yakni fokus membangun dan menyiapkan fasilitas internet untuk sektor pendidikan, kesehatan maupun pemerintahan. 

    “Jadi Palapa Ring Barat dan Tengah sudah beroperasi, yang sedang diselesaikan adalah yang Timur, dan yang akan dilakukan selanjutnya adalah bagaimana pemerintah menyedian internet kecepatan tinggi untuk sekolah, puskesmas, kantor desa, kantor Polsek, Koramil dan lain sebagainya,” ujar Menteri Rudiantara.

    Dalam melakukan tahapan program ini, Menteri Rudiantara mengatakan prosesnya membutuhkan waktu beberapa tahun. Namun, yang terpenting untuk dilakukan sekarang ini adalah mempercepat penggunaan satelit untuk daerah-daerah 3T dengan cara menyewa satelit terlebih dahulu.

    “Jadi akhir tahun 2022 satelit milik kita sudah ada, namun sebelum itu kita harus cepat juga, jadi kita sewa saja satelit orang lain yang mirip untuk bisa dilakukan percepatan, inilah yang disebut Tol Langit karena satelitnya di langit yang semuanya menghubungkan broadband dan sebagainya, jadi mungkin orang melihatnya itu lah tol langit,” jelas Menteri Rudiantara.

    Menteri Rudiantara  mengatakan, proses penarikan kabel untuk menghubungkan antar sekolah di pegunungan atau antar puskesmas dan fasilitas-fasilitas publik lainnya di daerah 3T membutuhkan waktu antara 10-20 tahun. Sehingga, pemerintah melakukan lompatan kebijakan untuk mempercepat pelayanan internet dengan menggunakan satelit yang disebut sebagai internet kecepatan tinggi. 

    “Kita punya 214 ribu jumlah sekolah di seluruh Indonesia, tapi 8 ribu sampai 10 ribu sekolah yang belum terhubung dengan internet, juga ada madrasah dan pesantren, puskesmas dan fasilitas lainnya juga banyak yang belum terakses internet, inilah yang akan kita bangun kedepannya,” ucap Menteri Rudiantara. **

    Berita Terkait

    Buka Peluang Kerja Lulusan Program DTS, Kominfo Gelar Bootcamp

    Penyelenggaraan pelatihan dikemas lebih aplikatif dengan mengenalkan lingkungan kerja. Oleh karena itu, Kementerian Kominfo bekerja sama den Selengkapnya

    77 Tahun Hari Bakti Postel, Kobarkan Semangat AMPTT di Era Digital

    Kabalitbang SDM Kementerian Kominfo menceritakan kembali perjuangan para pahlawan yang mempertaruhkan jiwa dan raga menghadapi pemerintah ko Selengkapnya

    Dirjen IKP: DEWG G20 Ikut Kembangkan Keterampilan Digital Pelaku UMKM

    Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Usman Kansong menyatakan hal itu berlangsung melal Selengkapnya

    Integrasikan Layanan Pembinaan Pranata Humas, Kominfo Luncurkan jfhumas.go.id

    Dirjen Usman Kansong menyatakan platform itu menjadi sarana untuk integrasi layanan pembinaan Jabatan Fungsional Pranata Hubungan Masyarakat Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA