FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    05 01-2018

    8848

    Kenalan Dengan Cyber Drone 9, Polisi Internet Indonesia

    Kategori Sorotan Media | Ayu Yuliani

    Jika mendengar nama Cyber Drone 9, mungkin kebanyakan orang terbayang akan sebuah pesawat terbang nirawak yang melakukan pemantau atau surveillance.

    Padahal bukan demikian wujudnya. Ya Cyber Drone 9 adalah sistem baru milik Kementrian Komunikasi dan Informatika sebagai pengganti sistem pemblokiran konten negative yang telah ada sebelumnya yakni Trust+ yang secara de facto di bubarkan.

    Menurut Kasubdit Penyidikan dan Penindakan Kominfo, Teguh Arifiyadi, Cyber Drone 9 akan membantu mempercepat cara kerja melawan konten negative. Apalagi dengan tambahan kecerdasan buatan Aritifical Intelligence (AI), cara kerja mesin sensor internet ini akan serba otomatis.

    Sistem yang memiliki ruangan khusus di lantai 8 Gedung Kominfo itu membantu tim yang berjumlah 58 orang ini untuk mempercepat proses pencarian atau crawling konten negative. “Secara ideal melakukan penapisan bisa dimulai dari IP filtering, hosting, URL ataupun dari kontennya. Untuk melakukan itu semua, maka dari itu kami harus memilih yang mana melanggar aturan,” kata Teguh.

    Sistem tersebut di terapkan di router untuk memantau aliran data secara real-time dan melakukan tindakan atas aliran tersebut, sehingga di khawatirkan bakal menggangu privasi pengguna internet di Indonesia.

    “Cyber drone akan membantu kami men-supply informasi tentang ribuan bahkan puluhan ribu situs serta akun penyebar konten negatif seperti pornografi, perjudian, penipuan, persekusi, hoaks, dan ideologi radikal, dalam waktu relatif cepat,” ungkapnya.

    Cyber Drone 9 terdiri dari dua ruang utama, Security Operation Center (SOC Room) dan War Room. Untuk SOC Room adalah dapur dari segala aktivitas pemantauan dan pengendalian terhadap konten negative.

    Tim yang terdiri dari 58 anggota ini bekerja tiga shift selama 24 jam. Sementara War Room yakni ruang rapat sekaligus untuk mengambil keputusan dimana hadil Cyber Drone 9 ini akan diverifikasi ulang oleh tim secara hati-hati.

    “Sebelum akhirnya diputuskan bahwa situs atau akun tersebut harus ‘dieksekusi mati.’ Jadi, manusia sebagai eksekutor terakhir,” ujarnya, menegaskan.

    Teguh juga memastikan Cyber Drone 9 tidak dibekali ‘senjata’ pembubuh akun, situs, ataupun sejenisnya. Selain itu, mesin sensor ini juga bukan mesin penyadap penggunaan internet yang memakai sistem Deep Packet Inspection (DPI)

    “Jangan khawatir. Kami dan tim berkomitmen menjaga jarak dengan urusan yang berkaitan dengan politik atau kepentingan tertentu,” jelas teguh.

    Sumber: http://eratekno.com/-tekno/kenalan-dengan-cyber-drone-9-polisi-internet-indonesia/

    Berita Terkait

    Kominfo awali Natal dengan aksi sosial

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengawali perayaan Natal tahun ini dengan menggelar aksi sosial, sekaligus untuk mengura Selengkapnya

    Kominfo Bangun 4.200 BTS Demi Desa Teraliri Internet di 2021

    Untuk memperluas jaringan layanan internet yang mengalir sampai desa, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berencana membangun 4 Selengkapnya

    Menkominfo Harap Layanan Telemedisin Tembus ke Wilayah 3T di Indonesia

    Pemerintah terus berupaya mencari terobosan penanganan Covid-19 (virus Corona) yang efektif. Salah satunya melalui pengembangan solusi keseh Selengkapnya

    Meski Pandemi COVID-19, Kominfo Minta Anak Indonesia Semangat Belajar

    indopos.co.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berpesan agar anak-anak Indonesia tetap semangat dan optimistis mesk Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA