FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    21 11-2020

    370

    Kominfo Dorong Solusi Kesehatan Manfaatkan Teknologi Digital

    Kategori Berita Kominfo | Yusuf

    Jakarta, Kominfo – Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate menyatakan pengembangan solusi kesehatan dengan pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu terobosan yang perlu terus dikembangkan di tengah pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Kementerian Kominfo mendukung keberadaan layanan telemedis menjadi salah satu agenda dalam percepatan transformasi digital.

    "Pandemi Covid-19 telah mengubah kebiasaan masyarakat menjadi lebih sering memanfaatkan teknologi untuk bisa saling berdiskusi dengan nakes. Ini menandakan sektor kesehatan yang sudah bermigrasi ke ruang digital mendapat perhatian yang luar biasa seiring peningkatan jumlah aktivitasnya,” ungkapnya dalam sambutan virtual pada HUT RSCM ke-101 tahun, dari Batam, Sabtu (21/11/2020).

    Mengutip data hasil survei yang dilakukan Inventure Consulting pada masa pandemi Covid-19, Menteri Johnny menyatakan bahwa 95% lebih responden sepakat bahwa rumah sakit di era ini harus segera mengembangkan layanan telemedisnya sendiri.

    “Saya menyambut baik kehadiran telemedis ini, bermanfaat bagi negeri dan masyarakat. Dan RSCM telah memulainya pada hari ini melalui peluncuran aplikasi telemedisnya sendiri. Berkat pengembangan inovasi digital di sektor kesehatan, Kominfo mengapresiasinya sebagai salah satu rumah sakit rujukan di Indonesia,” ujarnya.

    Menteri Kominfo menyontohkan, berdasarkan data Katadata Indonesia, memperlihatkan bahwa pada Kuartal IItahun 2020 sebanyak 20 juta pengguna telah mengunduh salah satu platform telemedis nasional halodoc. “Angka ini meningkat 10 kali lipat dari masa sebelum pamdemi Covid-19,” ucapnya.

    Bahkan, jika merujuk pada observasi BNKO pada tahun 2020 ini, meproyeksikan bahwa pengguna telemedis di negara-negara Asia Pasific termasuk Indonesia, akan meningkat 109% dalam 5 tahun ke depan. “Digitalisasi sektor medis ini memiliki potensi kapitalisasi yang besar. Luar biasa pemanfaatan ruang digital oleh kegiatan-kegiatan telemedis,” kata Menteri Johnny.

    Kolaborasi Percepat Penanganan

    Menteri Kominfo menyatakan selain telemedis, sederet teknologi lain seperti kecerdasan buatan dan analisis big data juga akan dimanfaatkan untuk penanganan berbagai masalah kesehatan. Menurutnya, aplikasi telemedis hingga saat ini masih terus dikembangkan dan merupakan contoh konkret dari implementasi berbasis AI.

    “Teknologi-teknogi baru seperti kecerdasan buatan, IoT, big data, maha data, maupun komputasi awan, semakin intens digunakan. Untuk itu, maka melakukan inovasi-inovasi di bidang medis menjadi penting,” tegasnya.

    Dalam hal percepatan penanganan Covid-19 di Indonesia, Menteri Johnny menjelaskan, Kementerian Kominfo berkolaborasi bersama-sama kementerian dan lembaga terkait untuk mengembangkan aplikasi rumah sakit, puskesmas, serta posyandu berbasis cloud computing yang tersaji pada aplikasi Bersatu Lawan Covid-19.

    “Untuk mendukung percepatan penanganan Covid-19, juga disiapkan platform dan aplikasi tracing, tracking, fencing (PeduliLindungi),” paparnya.

    Dengan kehadiran aplikasi-aplikasi tersebut, Menteri Johnny berharap seluruh unsur insan kesehatan Indonesia dapat memanfaatkannya sehingga Indonesia semakin sigap, mampu untuk memutus rantai Covid-19 secara maksimal.

    Dalam acara itu, Menteri Kominfo mengajak masyarakat bersama-sama memanfaatkan momentum ini untuk semakin memperkuat asa dan daya dalam melakukan akselerasi sektor medis di Indonesia.

    “Dengan tekad dan spirit informasi yang kuat, maka mari kita pulihkan kesehatan kita, bangkitkan perekonomian kita, untuk menyongsong masyarakat digital Indonesia yang maju, sehat, dan makmur,” ajaknya.

    Harapan Bagi RSCM

    Di hari istimewa yang bertepatan menandai ke 101 tahun Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dokter Cipto Mangunkusumo tahun ini, tak lupa Menteri Johnny memberi ucapan selamat ulang tahun dan berharap RSCM dapat terus berperan dan melakukan transformasi yang dibutuhkan untuk terus menjaga kesehatan masyarakat pada era adapatasi kebiasaan baru kali ini.

    “Meski menghadapi tantangan yang besar, tetapi tahun ini mengingatkan kita bahwa sejarah panjang RSCM telah tercatat dengan tinta emas baik perjuangan-perjuangan kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan, dan mengisi kemerdekaan sampai saat ini. Dirgahayu RSCM,” tandasnya.

    Acara yang berlangsung secara virtual itu juga dihadiri oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Terawan Agus Putranto, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, serta Direktur Utama RSCM Dina Liastuti. (hm.ys)

    Berita Terkait

    Komitmen Kembangkan Ekonomi Digital, Inilah Peran Kominfo!

    Pemerintah bersama ekosistem pendukung telah berusaha maksimal dalam lima tahun terakhir untuk merealisasikan potensi ekonomi digital Indone Selengkapnya

    Menkominfo: TIK Jadi Modal Akselerasi Transformasi Digital

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan modal dasar akselerasi pembangunan digital adalah penguatan dan pemerataan inf Selengkapnya

    Komitmen Amankan Frekuensi Kebencanaan untuk Dukung Penanggulangan Bencana

    Penggunaan frekuensi kebencanaan menjadi kunci dalam penanggulangan kejadian bencana. Melalui frekuensi radio yang terjaga mala pelaksanaan Selengkapnya

    Kolaborasi dengan Mitra Wujudkan Target Literasi Digital Seluruh Indonesia

    Kementerian Komunikasi dan Informatika menargetkan literasi digital ke menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Indonesia pada tahun 2024. O Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA