FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    22 07-2020

    403

    Wujudkan Digital Nation, Kominfo Fasilitasi Ruang Digital dan Literasi

    Kategori Berita Kementerian | srii003
    Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan dalam Seminar Daring Mendorong Akselerasi Transformasi Digital dari Ruang Serbaguna Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (22/07/2020). - (AYH)

    Jakarta, Kominfo – Arah percepatan transformasi digital di Indonesia salah satunya untuk mewujudkan Indonesia sebagai digital nation. Menurut Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, selain penyediaan infrastruktur telekomunikasi yang menantang, saat ini Kementerian Kominfo tengah mengembangkan fasilitasi ruang digital dan mendorong pembentukan masyarakat digital yang pintar.

    "Banyak negara yang saat ini (ber)-transformasi ke digital nation, membentuk masyarakat yang super-smart. Semua orang harus mempunyai hak sama mendapatkan akses digital. Tanpa itu kita tidak bisa bertransformasi. Kita membangun namanya insfraktruktur supaya menyediakan ruang kegiatan dan komunitas untuk beraktifitas di ruang digital dalam bentuk aplikasi,” paparnya dalam Seminar Daring Mendorong Akselerasi Transformasi Digital dari Ruang Serbaguna Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (22/07/2020). 

    Menurut Dirjen Semuel, Kementerian Kominfo menyiapkan transformasi digital, termasuk dalam pengembangan aplikasi serta penyiapan sumberdaya manusia. “Kita punya building blocks ini semua dan kita sudah persiapkan kita melakukan transformasi siapa saja yang kita transformasi itu ada," ujarnya. 

    Berkaitan dengan aplikasi, Dirjen Aptika, menyatakan saat ini penyediaan aplikasi terdapat dua jenis. Pertama, aplikasi yang disediakan pemerintah atau public sector dan kedua disediakan oleh swasta atau private sector. 

    Untuk aplikasi sektor pemerintah, Dirjen Semuel menyontohkan aplikasi PeduliLindungi, Lapor atau Jaga yang dimiliki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjalin interaksi masyarakat dengan pemerintah. 

    "Aplikasi di sektor privat ada Gojek, Traveloka, Tokopedia, Youtube, Twitter, Tiktok, Google, Bukalapak, Facebook, dan banyak lagi untuk kategorikan sebagai private sector," ungkapnya. 

    Aplikasi Super Layanan Pemerintah

    Dirjen Aptika menyatakan saat ini pemerintah tengah mengembangkan sistem manajemen kerja instansi yang transparan dan akuntabel. "Untuk menciptakan sistem pengawasan yang professional, independen dan berintegritas, mewujudkan pelayanan publik yang bersih, akuntabel dan melayani dan meningkatkan kualitas pengelolaan reformasi birokrasi,” jelasnya.

    Dirjen Semuel menyontohkan ada beberapa aplikasi yang telah dikembangkan. “Kita siapkan namanya komputasi awan, goverment could atau kepercayaan pemerintah bagaimana jaringan antara pemerintah supaya kita berkoordinasinya dengan baik, secure dan kita juga siapkan aplikasi-aplikasinya supaya kita dapat beraktifitas dia yang digital dalam melayani masyarakat,” tuturnya.

    Selain itu, ada beberapa aplikasi yang bersifat umum dengan data strategis yang akan dikelola sendiri pemerintah. "Selebihnya kita akan bekerja sama karena kebutuhannya sangat besar mengenai aplikasi e-planning, e-budgeting, e-proc, e-payment, e-money, e-services dan e-pemerintah," urai Dirjen Aptika.

    Bahkan, menurut Dirjen Semuel, Pemerintah juga tengah mendorong layanan elektronik terpadu dengan menggunakan pembayaran cashless.

    e-planning menjadi satu, e-budgeting, e-proc, e-payment, di pemerintah akan menyediakan cashless tidak ada lagi nama yang beredar sifatnya adalah cashless. Kami sudah memikirkan bagaimana membangun (aplikasi) super e-pemerintah bagi masyarakat,” jelasnya.

    Kolaborasi

    Selain pengembangan aplikasi di sektor pemerintahan, Kementerian Kominfo juga mengembangkan kerja sama denagn berbagai pihak. Bahkan juga mendorong untuk pengembangan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

    "(Aplikasi) pendidikan kita nomer satu, kesehatannya sudah mulai tumbuh terkait telemedicine. Agrikultur sudah banyak berbasis digital. Kemaritiman, pariwisata dan logistik. Inilah riset-riset yang kami dorong supaya terjadinya inovasi-inovasi layanan," papar Dirjen Aptika. 

    Guna mengendalikan jaringan internet agar sesuai dengan karakter Indonesia, menurut Dirjen Aptika, Kementerian Kominfo tidak bekerja sendirian. 

    “Kita bekerja dengan berbagai institusi dan kementerian dan lembaga dan juga masyarakat juga bisa berpartisipasi jadi dalam penanganan ini,” tuturnya.

    Dirjen Aplikasi dan Informatika menyatakan untuk penanganan konten negatif berkaitan dengan narkoba, Kementerian Kominfo bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).

    "Untuk pelanggaranan hak-hak anak kita bekerja sama dengan KPAI dan untuk fintech-fintech ilegal atau penipuan investasi bodong kita bekerja sama dengan OJK dan lainnya," ungkapnya.

    Kembangkan Literasi

    Keberadaan teknologi penunjang dalam bentuk aplikasi, menurut Dirjen Semuel seharusnya memperhatikan kesiapan sumberdaya manusia (SDM). "Kalau SDM sudah disiapkan teknologi penunjangnya tidak ada, mau kerja ke mana? Dalam frame work itu juga kita harus menyediakan teknologi penunjang. Untuk itu perlu melakukan riset dan inovasi,” tegasnya.

    Salah satu cara menyiapkan SDM adalah dengan membangun literasi. Dengan literasi dan skill yang tinggi, menurut Dirjan Aptika masyarakat Indonesia akan dapat bersaing dengan masyarakat negara lain.

    "Ruang digital itu adalah ruangan yang tidak terpisahkan, tidak ada batasnya antara satu negara dengan negara lain. Ini persaingan yang sangat ketat untuk meningkatkan skill masyarakat agar menjadi bagian pembangunan transformasi digital," tuturnya.

    Guna mendorong masyarakat menjadi smart dalam Society 5.0 atau digital society, menurut Dirjen Aptika SDM perlu disiapkan selaras dengan perkembangan  teknologi penunjang. "Ada Drone & Robotic, Driverless Car, 3D Printing, Artificial Intelligence, Internet of Thing, Big Data Analytics, dan Cloud. Inilah yang disiapkan Kementerian Kominfo," jelasnya.

    Pacu Ekonomi Digital

    Menurut Dirjen Aptika saat ini cyber space dan physical space sudah menjadi realitas yang highly integrated. Menurutnya, semua sudah terhubung satu sama lain dengan adanya kemudahan yang bisa dimanfaatkan penggunanya.

    “Ekonomi digital adalah satu cara baru ekonomi dari tahun ke tahun dari abad ke abad sama orang dagang bertukar melayani menjual suatu barang. Tapi, caranya baru sifatnya insklusif semua orang bisa terlibat,” tutur Dirjen Semuel.

    Dirjen Aptika menyontohkan saat ini yang terintegrasi di sektor ekonomi digital. Di tengah perkembangan pesat itu, ia menyatakan masyarakat Indonesia harus mampu bersaing, terutama bagi pelaku UMKM.

    "Karena inklusif dan semua terlibat dan menetapkan ekonomi digital kita harus bedaya saing kita harus bisa berani melawan persaingan ini. Kita mendidik mereka supaya berkembang cara-cara memasarkan produknya. Bagaimana meningkatkan kualitas produknya bagaimana karena mereka membutuhkan bantuan alternatif dari pemerintah adalah UMKM,” jelasnya.

    Dirjen Semuel menyatakan banyak perusahaan-perusahaan besar yang bertransformasi dan untuk UMKM nya pemerintah punya program khusus yang membantu bagaiamana mereka pun bisa bertransformasi itu adalah bagian hasil kebijakan pemerintah. "Contohnya UMKM Go-Online. Transformasi ini untuk Indonesia menuju digital Nation bermatabat, berkeadilan dan berdaya saing," tegasnya. 

    Acara seminar daring hari kedua yang digelar Biro Humas Sekretariat Jenderal Kementerian Kominfo menghadirkan tiga lain narasumber yang membahas tentang Kesiapan Ekosistem Digital. Selain Dirjen Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan hadir Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Digital dan SDM Dedi Permadi; VP of Public Policy & Government Relations Gojek Tricia Istiara Iskandar; serta hadir secara virtual VP of Public Policy & Government Relations Tokopedia Astri Wahyuni. (Anggita/m)

    Berita Terkait

    Pilkada 2020, Kominfo Sosialisasikan Pemilih Cerdas, Damai dan Sehat

    Kementeriaan Komunikasi dan Informatika tengah melaksanakan sosialisasi berkaitan dengan Pemilihan Umum Serentak 2020. Selaras dengan agenda Selengkapnya

    4 Kebijakan Prioritas Kominfo Dorong Akselerasi Transformasi Digital

    Sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan percepatan transformasi digital nasional, Kementerian Komunikasi dan Informatika Selengkapnya

    Menkominfo Ajak Kolaborasi Jaga Ruang Digital Sehat dan Bersih

    Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengajak penyelenggara Selengkapnya

    Lantik Pejabat Fungsional, Irjen Kominfo Harap Bisa Jalankan Amanah

    Inspektrur Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Doddy Setiadi, melantik 5 pejabat administrasi ke dalam jabatan fungsional di lin Selengkapnya