FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    03 02-2020

    320

    Refleksi HPN 2020, Menkominfo Dorong Pers Indonesia Tingkatkan Kualitas

    Kategori Berita Kementerian | mth
    Menteri Kominfo Johnny G Plate bersama Tokoh Pers Nasional Ilham Bintang (kiri), Ketua PWI sekaligus Penanggungjawab Hari Pers Nasional 2020 Atal S Depari (kedua dari kiri), Anggota Komisi I DPR RI Nico Siahaan (ketiga dari kanan), Anggota Dewan Pers Agus Sudibyo (kedua dari kanan), Ketua Panitia Tetap Anugerah Adinegoro, Rita Sri Hastuti (kanan) dalam Program Indonesia Bicara bertajuk Hari Pers Nasional 2020 bersama Anugerah Adinegoro, Gedung TVRI, Jakarta, Senin (03/02/2020). - (AYH)

    Jakarta, Kominfo - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan, sistem demokrasi di Indonesia yang menganut kebebasan pers, kebebasan berkumpul dan berpendapat di era reformasi semakin maju seiring perkembangan global. Namun, menurutnya, Pers Indonesia dari tahun ke tahun harus senantiasa meningkatkan kualitas. 

    Menjelang Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2020 pada tanggal 9 Februari mendatang, Menteri Johnny menekankan bahwa tantangan eksistensi dan koeksistensi serta industri pers saat ini merupakan dua komponen yang harus diperjumpakan untuk kejayaan pers di Tanah Air.

    "Tantangan pers adalah eksistensi dan koeksistensi dengan tantangan industri pers itu sendiri, jadi dua komponennya yang satu adalah semangat insan pers, di sisi yang lain teknologi dan kemajuan teknologi yang harus kita perjumpakan titiknya. Ini tantangan, kita harus menyusun regulasinya dan kita masuk ke era baru untuk kejayaan pers kita," tuturnya saat menjadi Narasumber dalam Program Indonesia Bicara bertajuk Hari Pers Nasional 2020 bersama Anugerah Adinegoro, Gedung TVRI, Jakarta, Senin (03/02/2020). 

    Layaknya masyarakat global yang bertransformasi dan bermigrasi dari dunia fisik ke dunia digital, demikian juga era territorial ke era ekstraterestrial. Menteri Johnny menjelaskan bahwa bahwa tantangan yang sama juga tengah dihadapi oleh industri pers saat ini, baik pers dalam lingkup global maupun di Indonesia.

    "Pers juga mulai bermigrasi dan masuk ke era digital yang merubah keseluruhan profilnya, maka tantangan eksistensinya menjadi relevan untuk kita bicarakan ke mana arah pers kita yang berkualitas di era 4.0 ini tantangan besarnya, tidak saja pers Indonesia, tetapi juga pers dunia di negara-negara dan bangsa-bangsa yang sudah menganut demokrasi, kebebasan berpendapat dan kebebasan pers sebagai acuannya," imbuhnya.

    Menurut Menteri Kominfo, menyoal eksistensi dan koeksistensi pers Indonesia salah satunya karena dilihat dari pers sebagai pilar demokrasi. "Apalagi pers ini pilar pentingnya demokrasi, dan demokrasi kita walaupun usianya baru tapi pilihan kita adalah demokrasi yang memang relevan dengan situasi kita dan berguna, bermanfaat baik adanya bagi bangsa dan negara kita. Karenanya melihat pers saat ini gak bisa kita pakai kacamata otoritarian, kita sudah di era demokrasi, regulasi dan payung-payung hukum yang disediakan saat ini mungkin belum sempurna, tetapi semangat dan landasan filosofinya adalah masuk ke era kebebasan," tambahnya.

    Menteri Johnny juga mengajak seluruh ekosistem pers dan pihak-pihak yang terkait untuk secara bersama-sama bertanggungjawab dan meningkatkan kualitas kebebasan pers. Hal ini agar kehadiran pers semakin memberikan manfaat baik secara pribadi, komunitas  masyarakat hingga untuk kepentingan bangsa dan negara. 

    "Tantangannya pada saat kita masuk ke era yang bebas, tentu dengan lingkungan yang diterima secara umum, kita juga dihadapkan pada tantangan disrupsi sekarang ini," ucap Menteri Johnny.

    Selain Menteri Johnny, turut hadir sebagai narasumber HPN 2020 bersama Anugerah Adinegoro antara lain Tokoh Pers Nasional Ilham Bintang,  Ketua PWI sekaligus Penanggungjawab Hari Pers Nasional Atal S Depari, Anggota DPR RI Nico Siahaan, anggota Dewan Pers Agus Sudibyo dan Ketua Panitia Adinegoro Rita Sri Hastuti. (air)

    Berita Terkait

    Kominfo Dukung Kanal Informasi untuk BNPB dan Kemenkes

    Dalam penanganan pandemi Covid-19, Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama operator seluler berupaya mengimplementasikan protokol Inf Selengkapnya

    Menkominfo: Situs Resmi Covid-19 Tidak Dikenakan Biaya Kuota

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan, Kementerian Kominfo telah berkoordinasi dengan operator seluler di Indonesia Selengkapnya

    Untuk Keselamatan, Komifo Dorong Gunakan Perangkat Aman dan Legal

    Perangkat radio komunikasi maritim digunakan untuk keselamatan pelayaran. Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong Selengkapnya

    Menkominfo: Produsen dan Penebar Hoaks Harus Ditindak Tegas

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan telah berkomunikasi dengan Kepolisian RI untuk menindak penyebar hoaks mengena Selengkapnya