FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    12 12-2019

    1181

    GPR Ujung Tombak Penyampaian Informasi Kinerja dan Program Pemerintah

    Kategori Berita Kominfo | mth
    Seditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Sumiati saat membuka kegiatan Bedah Buku Cerita dari Sudut Istana di Wisma Antara, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2019). - (AYH)

    Jakarta, Kominfo - Sekretaris Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Sumiati mengatakan, peran Government Publik Relation (GPR) sangat penting dalam pemerintahan, terutama dalam menyampaikan informasi kinerja dan komunikasi publik program pemerintah.

    Hal itu disampaikan Sumiati saat menceritakan pengalaman mengelola GPR selama pemerintahan periode pertama Presiden Joko Widodo. Menurutnya peranan GPR amat vital dalam mengkomunikasikan berbagai program kepada masyarakat.

    “Pengalaman ini membuktikan peran pelaku GPR adalah ujung tombak dalam menyampaikan kinerja dan program pemerintah,” kata Sumiati saat membuka kegiatan Bedah Buku Cerita dari Sudut Istana di Wisma Antara, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2019).

    Sumiati mengutip salah satu pembahasan dalam buku tersebut bahwa, relasi dengan media merupakan hal terpenting yang dilakukan pemerintah. Tujuan relasi itu untuk membangun narasi komunikasi publik yang optimistis.

    “Saya sepakat media-media perlu dirangkul dan bekerja sama dalam membangun eksosistem komunikasi publik yang optimis. Ekosistem optimis ini dapat tercipta, jika para pelaku komunikasi di media dapat menyuarakan hal yang serupa dengan jangkauan dan target yang lebih luas,” jelasnya 

    Berkaitan dengan peran GPR, Sumiati menambahkan bahwa pemerintah dituntut untuk memberikan ruang lebih luas kepada pelaku media sebagai partner dalam implementasi GPR. Selain itu, juga penting membangun relasi dengan komunitas seperti netizen.

    “Tidak dapat dimungkiri bahwa, dalam persepsi di dunia maya jauh lebih sengit dibanding di dunia nyata, sehingga merangkul komunitas netizen ataupun influencer menjadi satu hal yang sangat perlu dilakukan GPR,” ujarnya.

    Secara khusus, Sesditjen IKP itu menyatakan apresiasi atas buah karya Aloysius Wisnuhadana dan Jojo Rahardjo itu yang dibahas dalam diskusi. 

     “Semoga kegiatan bedah buku ini dapat dijadikan ajang untuk melakukan diskusi lebih dalam, bagaimana pengalaman aktifitas GPR bekerjasama dengan Kantor Staf Presiden selama ini, dan menjadi referensi strategi kehumasan ke depan,” tutup Sumiati **

    Berita Terkait

    Awas Misinformasi! WhatsApp Ubah Pengaturan Privasi Tanpa Pemberitahuan

    Beredar pesan berantai di WhatsApp yang menyatakan bahwa pada bulan Mei 2021, WhatsApp telah melakukan perubahan pengaturan privasi tanpa pe Selengkapnya

    Kominfo Sosialisasikan Program Digital Leadership untuk ASN

    Kementerian Komunikasi dan Informatika mengenalkan Digital Leadership Academy untuk Aparatur Sipil Negara sebagai bagian Program Digital Tal Selengkapnya

    Kominfo Sebarkan Informasi Vaksinasi Secara Masif

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebarkan informasi terkait vaksinasi massal yang sedang dilakukan pemerintah secara masi Selengkapnya

    Awas Misinformasi! Vtube Dilindungi Pemerintah Indonesia

    Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA