FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    12 12-2019

    541

    GPR Ujung Tombak Penyampaian Informasi Kinerja dan Program Pemerintah

    Kategori Berita Kementerian | mth
    Seditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Sumiati saat membuka kegiatan Bedah Buku Cerita dari Sudut Istana di Wisma Antara, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2019). - (AYH)

    Jakarta, Kominfo - Sekretaris Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Sumiati mengatakan, peran Government Publik Relation (GPR) sangat penting dalam pemerintahan, terutama dalam menyampaikan informasi kinerja dan komunikasi publik program pemerintah.

    Hal itu disampaikan Sumiati saat menceritakan pengalaman mengelola GPR selama pemerintahan periode pertama Presiden Joko Widodo. Menurutnya peranan GPR amat vital dalam mengkomunikasikan berbagai program kepada masyarakat.

    “Pengalaman ini membuktikan peran pelaku GPR adalah ujung tombak dalam menyampaikan kinerja dan program pemerintah,” kata Sumiati saat membuka kegiatan Bedah Buku Cerita dari Sudut Istana di Wisma Antara, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2019).

    Sumiati mengutip salah satu pembahasan dalam buku tersebut bahwa, relasi dengan media merupakan hal terpenting yang dilakukan pemerintah. Tujuan relasi itu untuk membangun narasi komunikasi publik yang optimistis.

    “Saya sepakat media-media perlu dirangkul dan bekerja sama dalam membangun eksosistem komunikasi publik yang optimis. Ekosistem optimis ini dapat tercipta, jika para pelaku komunikasi di media dapat menyuarakan hal yang serupa dengan jangkauan dan target yang lebih luas,” jelasnya 

    Berkaitan dengan peran GPR, Sumiati menambahkan bahwa pemerintah dituntut untuk memberikan ruang lebih luas kepada pelaku media sebagai partner dalam implementasi GPR. Selain itu, juga penting membangun relasi dengan komunitas seperti netizen.

    “Tidak dapat dimungkiri bahwa, dalam persepsi di dunia maya jauh lebih sengit dibanding di dunia nyata, sehingga merangkul komunitas netizen ataupun influencer menjadi satu hal yang sangat perlu dilakukan GPR,” ujarnya.

    Secara khusus, Sesditjen IKP itu menyatakan apresiasi atas buah karya Aloysius Wisnuhadana dan Jojo Rahardjo itu yang dibahas dalam diskusi. 

     “Semoga kegiatan bedah buku ini dapat dijadikan ajang untuk melakukan diskusi lebih dalam, bagaimana pengalaman aktifitas GPR bekerjasama dengan Kantor Staf Presiden selama ini, dan menjadi referensi strategi kehumasan ke depan,” tutup Sumiati **

    Berita Terkait

    Hoaks Pendataan Resmi Calon Penerima Kartu Prakerja oleh Kemnaker

    Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menerima informasi yang beredar d Selengkapnya

    Kominfo Dukung Kanal Informasi untuk BNPB dan Kemenkes

    Dalam penanganan pandemi Covid-19, Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama operator seluler berupaya mengimplementasikan protokol Inf Selengkapnya

    Pemerintah Siapkan Tracking dan Protokol Informasi Covid-19 Lewat Platform Pesan Instan

    Pemerintah bersama pemangku kepentingan telekomunikasi di Indonesia tengah menyiapkan mekanisme tracking dan protokol penyebaran informasi p Selengkapnya

    Dirjen IKP: Jangan Dramatisasi Informasi Penyebaran Covid-19

    Direktur Jenderal Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Widodo Muktiyo meminta seluruh lapisan masyarakat Selengkapnya