FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    11 09-2019

    293

    Duka Cita Menkominfo untuk Bapak Teknologi Indonesia

    Kategori Berita Kementerian | mth
    Mantan presiden BJ Habibie menunjukkan foto dirinya bersama pesawat hasil karyanya N-250 'Gatotkaca' usai membuka pameran foto 'Cinta Sang Inspirator Bangsa Kepada Negeri' di Museum Bank Mandiri, Jakarta, Minggu (24/7/2016). Pameran foto tersebut berisi tentang perjalanan hidup BJ Habibie hasil dokumentasi The Habibie Center dan karya BJ Habibie sendiri yang berlangsung hingga 21 Agustus 2016. - (antarafoto)

    Jakarta, Kominfo - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyampaikan duka cita atas berpulangnya Presiden ke-3 Republik Indonesia. Menteri Kominfo menyatakan Indonesia kehilangan seorang putra terbaik, bapak teknologi Indonesia.

    "Innalillahi wainnailaihi rojiun. Semoga almarhum Bp BJ Habibie, Presiden ke-3 RI, husnul khotimah," cuitnya dalam akun twitter @rudiantara_id, Rabu (11/09/2019). 

    Menurut Menteri Kominfo, Indonesia kehilangan seorang putra terbaik dengan prestasi yang diakui dunia dalam bidang teknologi, "Bangsa Indonesia kehilangan seorang putra terbaiknya, cendekiawan dan pemimpin, penuh teladan, jasa, dan prestasi yang diakui dunia," tulisnya. 

    Menteri Rudiantara mengajak seluruh warganet untuk mendoakan almarhum BJ Habibie dengan membacakan surat Al Fatihah. "Kita bacakan Al Fatihah bagi almarhum," tulisnya.

    Bacharuddin Jusuf Habibie, pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 itu meninggal hari ini pukul 18:05 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Kabar meninggalnya BJ Habibie ini pun langsung menjadi topik utama di Twitter.

    Lulusan studi teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang, di RWTH Aachen, Jerman Barat itu pernah bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm, sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman. Tahun 1973, Habibie kembali ke Indonesia atas permintaan mantan Presiden Soeharto, kemudian menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi sejak tahun 1978 sampai Maret 1998.

    Ketika menjabat Menristek, salah satu gebrakannya adalah "Visi Indonesia" yang bertumpu pada riset dan teknologi, khususnya pula dalam industri strategis yang dikelola oleh PT. IPTN, PINDAD, dan PT. PAL. Targetnya, ketika itu, Indonesia sebagai negara agraris dapat melompat langsung menjadi negara Industri dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Puncak karier Habibie berlangsung pada tahun 1998, ketika diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia (21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999). Dibawah kepemimpinannya, transisi reformasi Indonesia berjalan dengan baik yang ditandai tumbuhnya demokrasi di Indonesia.

    Berita Terkait

    Menkominfo Sebut Indonesia Punya Potensi Lahirkan Decacorn Baru

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyebut Indonesia memiliki potensi besar dalam menghasilkan lebih banyak lagi startup. B Selengkapnya

    Menkominfo Ajak Mitra Kerja Pemerintah Cetak Talenta Digital

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengajak mitra kerja pemerintah dalam industri digital untuk menghasilkan lebih banyak t Selengkapnya

    Menkominfo Harap Lulusan Co-Class Jadi Duta Digital Indonesia

    Menteri Kominfo Johnny G. Plate mengucapkan selamat atas kelulusan peserta Pelatihan Collaborative Creative Learning and Action for Sustaina Selengkapnya

    Menkominfo: RUU PDP, Roadmap Indonesia Menuju Kedaulatan Data

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyebut Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) sebagai roadmap peme Selengkapnya