FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    04 09-2019

    2076

    Bebas Stunting, Kunci Generasi Indonesia Mendatang

    Kategori Sorotan Media | meit001

    Hulondalo.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia menyelenggarakan Forum Sosialisasi Generasi Bersih dan Sehat (Genbest) di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Selasa (3/9/2019).

    Sosialisasi yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Pohuwato, Djoni Nento itu dihadiri oleh para siswa SMA/SMK, mahasiswa, desa prioritas, ikatan bidan dan beberapa komunitas.

    Remaja masa kini merupakan kunci dari generasi Indonesia bebas stunting di masa mendatang. Generasi muda memiliki peran penting untuk menurunkan angka prevalensi stunting di Indonesia yang menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 mencapai 30,8 persen.

    Pasalnya, para remaja inilah yang di masa depan akan menjadi orang tua di masa mendatang. Kesehatan para remaja di masa kini merupakan investasi di masa depan untuk melahirkan generasi Indonesia selanjutnya yang terbebas dari stunting. Oleh karena itu, remaja memiliki andil yang sangat besar dalam mengatasi permasalahan stunting di Indonesia.

    “Saat ini masih banyak remaja yang tidak memperhatikan kebutuhan gizinya dan malah menjalani diet tidak sehat karena terobsesi memiliki tubuh langsing. Kondisi tersebut memicu kurangnya zat besi dalam tubuh sehingga mengakibatkan anemia. Anemia bisa memperburuk kondisi dan jika gizi remaja putri tidak diperbaiki, maka di masa depan akan banyak calon ibu hamil yang kekurangan energi kronis sehingga memperbesar risiko anak yang dilahirkannya terkena stunting,” ujar Purwaningsih salah satu staf Kemenkominfo.

    Oleh karena itu, melalui Forum Sosialisasi Genbest, para peserta mendapatkan edukasi seputar stunting, wawasan pemenuhan gizi yang seimbang, dan cara menjalani pola hidup sehat.

    Kemkominfo juga berharap dengan adanya Forum Sosialisasi Genbest ini, para remaja Pohuwato juga dapat menjadi agen komunikasi dalam mensosialisasikan dan mengomunikasikan mengenai pencegahan stunting kepada teman-teman sebaya mereka, baik melalui tatap muka maupun melalui sosial media.

    Sementara itu, Sekda Djoni menyampaikan, pemerintah daerah juga gencar melakukan sosialisasi ditingkat kecamatan sampai desa. Selain itu, upaya lainnya adalah memasyarakatkan bagaimana penanggulangan stunting.

    “Karena memang dampak stunting sangat berpengaruh pada pertumbuhan anak yang masih balita,” jelas sekda. (Dhin)

    Sumber : hulondalo.id

    Berita Terkait

    Pemilih Cerdas, Sehat, dan Damai: Kunci Keberhasilan Pemilihan Serentak 2020

    Pemilihan Serentak 2020 akan dilaksanakan di 270 tempat terdiri dari 9 Provinsi, 224 Kabupaten dan 37 Kota pada 9 Desember 2020. Sebelumnya, Selengkapnya

    Pemilih Cerdas, Sehat, dan Damai: Kunci Keberhasilan Pemilihan Serentak 2020

    Pemilihan Serentak 2020 akan dilaksanakan di 270 tempat terdiri dari 9 Provinsi, 224 Kabupaten dan 37 Kota pada 9 Desember 2020. Sebelumnya, Selengkapnya

    Empat Prioritas Utama untuk 5G di Indonesia

    Jaringan 5G di Indonesia memang belum terimplementasi. Namun pemerintah sudah mulai berancang-ancang menyiapkan kehadirannya, salah satunya Selengkapnya

    Prangko, Salah Satu Media Visualisasi Peristiwa Bersejarah Bangsa

    Sejarah panjang penggunaan prangko membuktikan bahwa prangko tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran pengiriman pos, tetapi juga menja Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA