FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    05 08-2019

    1058

    Fokus Pembangunan SDM, Presiden: RAPBN 2020 Harus Gambarkan Daya Tahan Ekonomi

    Kategori Berita Pemerintahan | vera002

    Jakarta, Kominfo - Presiden Joko Widodo mengatakan di tahun 2020 ekonomi global masih penuh dengan ketidakpastian. Oleh karena itu, Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2020 harus bisa menggambarkan kekuatan dan daya tahan ekonomi nasional dalam menghadapi gejolak-gejolak eksternal yang ada.

    Presiden juga mengharapkan agar RAPBN 2020 memperlihatkan arah politik anggaran ke depan, yaitu lebih fokus untuk investasi pembangunan sumberdaya manusia (SDM) secara besar-besaran.

    “Yang kita harapkan nanti juga arah penggunaan APBN ini sebagai instrumen utama untuk akselerasi daya saing ekonomi negara kita, terutama daya saing di bidang ekspor, daya saing di bidang investasi,” tegas Presiden saat memberikan pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna tentang RUU beserta Nota Keuangan RAPBN Tahun Anggaran 2020, di Istana Negara, Jakarta, Senin (5/8/2019) siang.

    Presiden juga meminta agar dipastikan bahwaRAPBN 2020 ini dikelola secara fokus, dikelola terarah dan bisa tepat sasaran, dan manfaatnya bisa dirasakan oleh rakyat.

     

    Tidak bisa Ditunda

    Dalam kesempatan itu, Presiden menegaskan investasi SDM tidak bisa ditunda-tunda lagi karena pembangunan SDM memerlukan kehadiran negara. “Oleh sebab itu, sejak mulai dari kandungan, bayi, sampai anak-anak kita memasuki masa emas harus betul diperhatikan, jangan sampai ada angka kenaikan  stunting,” ujarnya.

    Kemudian juga kualitas sistem pendidikan dan pelatihan, menurut Presiden, harus betul-betul dirancang dengan cara-cara yang baru. Oleh sebab itu, reformasi di bidang pendidikan dan pelatihan adalah menjadi kunci, baik pelatihan vokasi maupun pendidikan vokasi.

    Kemudian yang berkaitan dengan riset dan inovasi, Presiden menyampaikan, Badan Riset Nasional harus segera diselesaikan, sehingga kita tidak tertinggal dalam era disrupsi teknologi sekarang ini.

    Pada akhir arahannya, Kepala Negara menekankan bahwa APBN hanya berkontribusi 14,5 persen PDB (Product Domestic Brutto) negara kita. Sehingga yang paling penting adalah menciptakan ekosistem yang baik agar sektor swasta ini bisa tumbuh dan berkembang.

    “Sehingga kita harus mendorong besar-besaran investasi bisa tumbuh dengan baik, sehingga lapangan pekerjaan bisa terbuka sebanyak-banyaknya,” pungkas Presiden.

    Tampak hadir dalam Sidang Kabinet Paripurna itu antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menkumham Yasonna H. Laoly, Menteri Desa, PDTT & Transmigrasi Eko Putro Sanjojo.

    Selain itu juga tampak hadir Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Amran Sulaiman, Menhub Budi K. Sumadi, Menperin Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menlu Retmo Marsudi, Menkop & UKM AAGN Puspayoga, Menhan Ryamizard Ryacudu. Menteri LHK Siti Nurbaya, Menkominfo Rudiantara, Menteri PANRB Syafruddin, Menaker Hanif Dhakiri, Menkes Nila F. Moeloek, Mendag Enggartiasto Lukita, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Jalil

    Berita Terkait

    Presiden: Bangga Gunakan Produk Indonesia

    Masa pandemi seperti sekarang ini tak menghalangi para kreator lokal untuk tetap berkreasi. Selengkapnya

    Menko Perekonomian: Presiden Arahkan K/L Gunakan Produksi Dalam Negeri

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo memberikan arahan dalam situasi Pandemi Selengkapnya

    Presiden Optimistis 2021 Adalah Tahun Pemulihan Ekonomi

    Presiden meminta agar disiapkan strategi besar pemulihan, peta jalan, berikut tahapan-tahapan selepas pandemi Covid-19. Selengkapnya

    Peringati Isra Mikraj, Presiden: Semoga Bangsa Kita Keluar dari Kesulitan Selekas Mungkin

    Presiden Joko Widodo mendoakan agar Bangsa Indonesia keluar dari kesulitan selekas mungkin. Ucapan tersebut disampaikan Presiden bahwa pada Selengkapnya