FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    15 07-2019

    487

    6 Bulan Terakhir, Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 530 Ribu Orang

    Kategori Berita Pemerintahan | vera002
    Warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menunjukkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang disalurkan Dinas Sosial Aceh Utara saat peluncuran KKS perdana Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Aceh Utara, Aceh, Rabu (26/6/2019). Kementerian sosial melalui Direktorat Penanganan Fakir Miskin Wilayah I menetapkan perluasan BPNT tahap I bulan Juni 2019 sebanyak 1.268.731 KPM di 53 kabupaten kota di Indonesia. - (antarafoto)

    Jakarta, Kominfo - Badan Pusat Statistik (BPS) menginformasikan, jumlah penduduk miskin pada Maret 2019 mencapai sebesar  25,14 juta orang, atau menurun 0,53 juta orang  terhadap September 2018, dan menurun 0,80 juta orang terhadap Maret 2018.

    “Persentase penduduk miskin pada Maret 2019 sebesar 9,41 persen, menurun 0,25 persen poin terhadap September 2018, dan menurun 0,41 persen poin terhadap Maret 2018,” kata Kepala BPS Suhariyanto dalam keterangannya kepada wartawan di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (15/7/2019) siang.

    Berdasarkan daerah tempat tinggal, menurut Kepala BPS, pada periode September 2018–Maret 2019, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebesar 136,5 ribu orang, sedangkan di daerah perdesaan turun sebesar 393,4 ribu orang.

    “Persentase kemiskinan di perkotaan turun dari 6,89 persen menjadi 6,69 persen. Sementara itu, di perdesaan turun dari 13,10 persen menjadi 12,85 persen,” ungkap Suhariyanto.

     

     

    Garis Kemiskinan

    Kepala BPS Suhariyanto juga mengemukakan, Garis Kemiskinan pada Maret 2019 adalah sebesar Rp425.250,- per kapita per bulan. Dibandingkan September 2018, Garis  Kemiskinan naik sebesar 3,55 persen.    Sementara jika dibandingkan Maret 2018, terjadi kenaikan sebesar 5,99 persen.

    Adapun garis kemiskinan per rumah tangga adalah gambaran besarnya nilai rata-rata rupiah minimum yang harus dikeluarkan oleh rumah tangga untuk memenuhi kebutuhannya agar tidak dikategorikan miskin.  Secara rata-rata, menurut Suhariyanto, garis kemiskinan  per rumah tangga pada Maret 2019 adalah sebesar  Rp1.990.170,-/ bulan naik sebesar 4,67   persen dibanding kondisi September 2018 sebesar Rp1.901.402,-/bulan.

    Dengan memperhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK), yang  terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM), menurut Kepala BPS itu, terlihat peranan komoditi makanan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan.

    “Besarnya sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada Maret 2019 sebesar 73,66 persen,” jelas Suhariyanto.

    Ia menyebutkan, komoditi makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada Garis Kemiskinan, baik di perkotaan maupun di perdesaan, pada umumnya hampir sama, yaitu beras (menyumbang 20,59 persen di perkotaan dan 25,97 persen di perdesaan), disusul rokok kretek filter, dan telur ayam ras. (*)

    Sumber

    Berita Terkait

    BKN: Banyak Modus Penipuan Jelang Penerimaan CPNS

    Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang dilakukan sejumlah oknum menjelang di Selengkapnya

    Mentan Amran Perkenalkan Mekanisasi Pertanian

    Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan Kuliah Umum Industri Pertanian era 4.0 kepada ribuan mahasiswa UIN Alauddin Makass Selengkapnya

    Mutu Guru Tentukan Kualitas Pendidikan Bangsa

    Pendidikan merupakan bagian penting dari pembangunan sebuah bangsa. Dengan adanya pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan generasi pen Selengkapnya

    Dibanding September 2017, Kini Penduduk Miskin Turun 0,91 Juta

    Persentase penduduk miskin pada September 2018 sebesar 9,66 persen atau turun 0,16 persen dibanding Maret 2018, dan turun 0,46 persen diband Selengkapnya