FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    22 04-2019

    602

    3 Hari Usai Pemilu, Kementerian Kominfo Temukan 64 Hoax

    KategoriSorotan Media | daon001
    ilustrasi hoax

    Temuan jumlah berita bohong atau hoax usai pemilu 2019 disampaikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Mesin pengais milik Kemenkominfo atau yang dikenal dengan AIS, mendeteksi ada 64 hoax terkait pemilu 2019 yang beredar dalam kurun waktu 3 hari, yakni 18 April 2019-20 April 2019. Direktur Jendral Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pengerapan, mengatakan setiap konten yang berbau kampanye akan dilaporkan ke BAWASLU (Badan Pengawas Pemilu).

    Pelaporan konten itu untuk mendapatkan validasi, apakah melanggar aturan atau tidak. Kalau melanggar, menurut Semuel, sebagai sanksi administratif, Kementerian akan meminta platform melakukan take down. "Jika pelanggaran diulangi, kami akan meminta agar akun tersebut di-suspend,” ujarnya, baru-baru ini. Salah satu hoax terkait Pemilu 2019 yang berhasil dikais tersebut adalah data di Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) yang mengatakan bahwa formulir C1 yang didokumentasikan dikirim ke pusat data Mabes TNI oleh para Babinsa-Koramil. Kabar yang beredar adalah formulir C1 yang didokumentasikan adalah pasangan 02 disebut-sebut memperoleh suara hingga 60 persen. Hoax tersebut terdeteksi pada 18 April 2019.

    Dalam klarifikasinya, Kemenkominfo memastikan informasi tersebut tidak benar serta mempunyai maksud untuk menipu. Adapun klaim yang digunakan dalam hoax itu tidak memiliki validasi karena tidak menyertakan kejelasan sumber, seperti misalnya tautan. Di hari kedua, yakni 19 April 2019, muncul postingan di akun media sosial milik Neno Warisman yang bertuliskan bahwa calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, adalah Rasul Allah S.W.T. Adapun, postingan tersebut sudah dibagikan sebanyak 246 kali.

    Dalam laporan Kemenkominfo, Neno Warisman disebutkan langsung memberikan video klarifikasi terkait dengan hal tersebut melalui akun Facebook pendukung Prabowo-Sandiaga Uno, yakni Rekat Indonesia. Di dalam klarifikasinya, Neno menjelaskan bahwa akun yang memposting adalah akun palsu. Neno Warisman mengatakan dirinya tidak pernah menggunakan media sosial.Setelah ditelusuri, akun tersebut terakhir aktif pada 29 Agustus 2019, di mana akun tersebut mengunggah foto Wakil Ketua Partai Gerindra, Fadli Zon, bersanding dengan tiga wanita yang sedang berada di bawah pengaruh minuman beralkohol.

    sumber berita: Rr. Ariyani Yakti Widyastuti (Tempo.co)

    Berita Terkait

    3 Tips Internetan Aman ala Kominfo

    Di balik keunggulan internet yang memungkinkan pengguna mengakses berbagai informasi tak terbatas di dalamnya, ada juga risiko keamanan yang Selengkapnya

    Kementerian Kominfo Ajak Pelaku UMKM Kembangkan Ekonomi Masyarakat Melalui E-Commerce

    Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika Selengkapnya

    Tiga Cara Kemenkominfo Perangi Hoaks

    Kementerian Komunikasi dan Informatika berkomitmen untuk terus memerangi peredaran berita palsu atau hoaks melalui berbagai cara. Salah satu Selengkapnya

    Kementerian Kominfo: Indonesia Harus Jadi "Smart Nation"

    Pergerakan mewujudkan kota/kabupaten di wilayah Indonesia berbasis smart city bukanlah semata-mata untuk kepentingan daerah. Namun, keberada Selengkapnya