FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    12 04-2019

    324

    Gandeng Prosa, Kominfo Luncurkan Layanan Chatbot untuk Perangi Hoaks

    KategoriBerita Kementerian | adhi004

    Jakarta, Kominfo – Kementerian Komunikasi dan Informatika menggandeng start up Prosa menyediakan aplikasi layanan chatbot guna memerangi hoaks yang masih marak terjadi.

    Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, layanan yang diberi nama Chatbot Antihoaks menyediakan verifikasi atas informasi hoaks yang beredar di chatting platform.

    “Hari ini kita akan launching sebuah aplikasi untuk memverifikasi artikel-artikel yang beredar di chatting platform media sosial,” kata Semuel dalam Konferendi Pers di Press Room Kominfo, Jakarta Jum’at (12/4/2019)

    Semuel mengatakan, layanan chatbot yang disediakan saat ini, masih bisa digunakan untuk platform Telegram. Sementara untuk platform lainnya, Kementerian Kominfo akan berupaya untuk secepatnya dapat digunakan di semua platform media sosial. 

    “Namun hari ini, yang kita launching yang ada di platform Telegram, dan saya mewajibkan semua platform chating harus mempunya fitur ini. Supaya membantu penggunanya untuk melakukan verifikasi,” jelas Semuel.

    Lebih lanjut, Semuel menjelaskan. Kerjasama Kementerian Kominfo dengan Prosa, karena melihat pada ide yang muncul untuk melakukan verifikasi informasi yang mudah dan cepat.

    Semuel menjelaskan, pada fase awal penggunaan internet di Indonesia, para pengguna lebih kritis karena mengetahui bagaiman internet bekerja, dan semua yang ada di internet tidak bisa dipercaya kebenarannya.

    Namun, pengguna pada fase terakhir di era global ini. Selain karena pengguna internetnya yang cukup banyak, juga fitur yang disediakan langsung secara chating di platform. 

    “Nah, inilah Ide yang muncul sehingga kita menyediakan satu layanan. Jadi, masyarakat (pengguna Telegram) apabila melakukan suatu informasi, dia bisa menanyakan berdasarkan kata kunci ataupun berdasarkan artikel penuh-penuh,” ucap Semuel

    Chatbot Antihoaks ini, terkoneksi dengan aplikasi pesan instan Telegram dengan nama akun @chatbotantihoaks. Dengan begitu, informasi klarifikasi hoaks yang akan disajikan melalui chatbot, berasal dari database atau pangkalan data mesin AIS Kemkominfo. **

    Berita Terkait

    Menkominfo: Esensi Kota Cerdas Perbaikan Layanan Publik

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyebut Gerakan Smart City atau Kota Cerdas di sejumlah daerah berhasil meningkatkan taraf hi Selengkapnya

    Indonesia Dukung Rancangan Internasional untuk Kebebasan Media

    Profesi jurnalis rentan mendapat aksi kekerasan dan persekusi. Mulai dari pengusiran, serangan fisik, hingga pemidanaan karya jurnalistik. H Selengkapnya

    Sekjen Kominfo Paparkan Pelindungan Data Pribadi dan Beasiswa Talenta Digital

    Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti menyampaikan Minister Statement dalam Pertemuan Menter Selengkapnya

    Media Mainstream Dibutuhkan untuk Lawan Hoaks

    Media mainstream masih dibutuhkan untuk melawan penyebaran berita hoaks. "Karena produk media mainstream adalah produk jurnalistik yang bena Selengkapnya