FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
13 03-2018

831

Menkominfo: Data Pelanggan Registrasi Prabayar Tidak Bocor!

Kategori Berita Kementerian | anni005
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menjadi pembicara pada diskusi publik di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (13/3). Diskusi publik tersebut mengangkat tema "Menanti UU Perlindungan Data Pribadi: Urgensi dan Harapan Masyarakat". - (antarafoto)

Jakarta, Kominfo - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara kembali menegaskan dalam Program Registrasi Ulang Kartu Prabayar yang sedang lagi ramai diperbincangkan masyarakat tidak ada kebocoran data.

“Dalam proses registrasi prabayar orang bilang ada kebocoran data di Kominfo. Apa yang bocor? Sementara data di Kominfo sendiri tidak ada sama sekali (tidak disimpan, red). Mekanisme data prabayar yang registrasikan NIK dan KK kepada operator kemudian disampaikan kepada Dukcapil, disana akan dicek apa benar atau tidak data tersebut,” tegasnya dalam Diskusi Publik tentang Perlindungan Data Pribadi di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (13/03/2018).

Menteri Kominfo yakin tidak ada operator yang berani memanfaatkan data pelanggan prabayar untuk hal yang dilarang dalam peraturan. "Hal ini dikarenakan operator telah menerapkan standar ISO 27001 untuk mengelola data pelanggannya," jelasnya.

Menteri Rudiantara bahkan menegaskan tuduhan yang mengatakan pemerintah membocorkan data pelanggan seluler yang melakukan registrasi kartu SIM prabayar tidak benar. Data-data kependudukan hanya ada di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri sebagai lembaga yang berwenang.

"Kominfo tidak pernah memegang data masyarakat. Operator telekomunikasi pun tak menghimpun data NIK dan KK, melainkan hanya mendapat informasi dari Dukcapil terkait validitas identitas pelanggan kartu SIM prabayar," katanya.

Atas kicauan dari salah satu akun di media sosial, pagi tadi Menteri Rudiantara melalui akun Twitter personalnya @Rudiantara_id membalas kicauan tersebut.  "Slmt pagi. Tweet @PartaiHulk ini mengandung fitnah yg sangat keji & tidak berdasar. Yg disampaikan ybs tidak benar dan dapat diduga sbg perbuatan yg dilarang UU ITE. Mari selalu tabayyun, hindari fitnah berjamaah. Jangan sampai fitnah/hoax banyak disebar di medsos. Salam, ra," ia menuliskan.

Berita Terkait

Cara Menkominfo Ingatkan Bahaya Hoaks ke Masyarakat

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memiliki cara yang unik mengingatkan masyarakat agar menghindari bahaya hoaks, berbagai macam Selengkapnya

Menkominfo: Satelit Multifungsi Akan Layani 150 Ribu Titik Layanan Publik

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan satelit multifungsi akan melayani sekitar 150 ribu situs publik di Indonesia. Selengkapnya

Optimistisme Menkominfo Soal Perkembangan Start Up Indonesia

Menteri Kominfo Rudiantaramenyatakan keyakinannya akan perkembangan start up digital di Indonesia ke depan. Ia menyatakan perkembangan itu s Selengkapnya

Ditjen PPI: Registrasi Kartu Prabayar Proses Penyehatan Industri

Registrasi Kartu SIM Prabayar menjadi peluang bagi penyehatan industri telekomunikasi, terutama untuk menghindari berbagai bentuk kejahatan Selengkapnya