FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    25 11-2022

    330

    Manfaatkan 5G, Konten Lokal Harus Jadi Solusi

    Kategori Berita Kominfo | Irso

    Jakarta Selatan, Kominfo - Kreativitas menjadi kunci dalam pemanfaatan teknologi 5G secara optimal. Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail menyatakan hal itu menjadi acuan pengembangan platform maupun aplikasi atau konten lokal untuk solusi bersama dalam era digital.

    “Ini merupakan persoalan industri, persoalan seluruh komponen yang terlibat, akan melibatkan banyak upaya dan diharapkan aplikasi ataupun platform dapat dimanfaatkan dan benar-benar menjadi solusi buat masyarakat,” ujarnya dalam Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) 5G Summit 2022 yang berlangsung di Hotel Westin Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (24/11/2022).

    Dirjen SDPPI berharap kehadiran Mastel beserta seluruh elemen yang terlibat dapat membantu dan mempercepat pengembangan platform dan aplikasi di tanah air. "Semua memerlukan diskusi yang mendalam, agar infrastruktur yang akan dibangun oleh operator telekomunikasi tidak mubazir atau terkesan sia-sia pemanfaatannya," ungkapnya.

    Menurut Dirjen Ismail teknologi 5G penting bagi konsumen dan kebutuhan perusahaan. Oleh karena itu, ia mengajak generasi muda untuk berkarya demi kemajuan teknologi bangsa. “Saya juga memberikan tantangan kepada teman-teman semua, khususnya generasi muda, agar terus membangun kreativitas, agar usecase pemanfaatan 5G di Indonesia bisa berjalan dengan baik, sehingga kita bisa menjadi tuan rumah di negeri kita sendiri,” ujarnya.

    Tiga Penentu

    Dirjen SDPPI Kementerian Kominfo menilai ada tiga hal utama agar percepatan penggelaran 5G di Indonesia dapat berjalan dengan efektif dan efisien, yaitu: ketersediaan spektrum frekuensi radio, modernisasi jaringan (network), dan fiberisasi. “Setidaknya kita harus melakukan ketiga hal itu secara simultan dan tidak perlu menunggu,” tegasnya.

    Mengenai spektrum frekuensi radio, Dirjen Ismail mengungkap adanya kebutuhan bandwith yang sangat lebar untuk kebutuhan coverage di band frekuensi yang rendah atau kapasitas band di frekuensi medium, milimeter wave band di frekuensi tinggi untuk daerah-daerah yang membutuhkan crowd sistem atau untuk fix wireless.

    Sementara berkaitan dengan, modernisasi network perlu dilakukan oleh operator seluler, karena nantinya membangun 5G dengan metode non stand alone. Artinya, para operator bisa memanfaatkan core system secara bersama-sama.

    Adapun faktor penentu ketiga, adalah fiberisasi, Menurut Dirjen SDPPI Kementerian Kominfo, tanpa fiber optik yang terhubung dengan baik. "Apakah itu antar NOC maupun antar BTS, teknologi komunikasi 5G tidak akan berjalan maksimal. Apalagi kalau masih banyak menggunakan keterhubungan microwavelink di antara jaringan yang dimanfaatkan oleh penyelenggara seluler, khususnya antar BTS. Fiberisasi bukan pekerjaan mudah, karena membutuhkan waktu dan biaya yang tidak ringan," jelasnya.

    Meskipun demikian, Dirjen Ismail menegaskan bahwa ketiga hal itu akan sangat berkaitan dengan perencanaan yang terpadu antara masing-masing penyelenggara seluler telekomunikasi. Menurutnya, efisiensi menjadi kata kunci dalam waktu singkat untuk mendorong peningkatan revenue penyelenggara seluler dalam pembangunan 5G di Indonesia. “Apabila kita berhasil menjalankan tiga isu ini dengan baik, saya yakin pembangunan 5G di Indonesia ini bisa berjalan dengan efektif dan efisien,” katanya.

    Dirjen SDPPI Kementerian Kominfo menyatakan Indonesia membutuhkan 5G untuk menggantikan 4G. Perkembangan teknologi 5G akan menjadi momentum revolusi dalam infrastruktur seluler di Indonesia. "Karena pemanfaatannya yang tidak hanya sekadar mendorong peningkatan speed mobile broadband, tapi juga mendorong atau menghasilkan suatu usecase baru," ujarnya.

    Mengingat kebutuhan investasi yang besar untuk implementasikan 5G, banyak hal yang perlu dipikirkan. “Suatu hal yang wajar menurut saya, pada setiap memulai sebuah perubahan, maka dari itu perlu ada proses risk mitigation dan kehati-hatian, benar bahwa 5G sebagai solusi bagi masyarakat,” tandas Dirjen Ismail.

    Mengakhiri sambutan, Dirjen SDPPI mengucapkan terima kasih kepada Mastel yang sudah mengadakan kegiatan. “Terima kasih atas inisiatif yang dilakukan Mastel pada hari ini, apabila ada masukan terkait peran pemerintah, apalagi hal terkait yang harus dilakukan pemerintah agar 5G di Indonesia dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat,” tutupnya.

    Dalam Mastel’s 5G Summit 2022 hadir pula Direktur Penataan Sumber Daya Denny Setiawan dan Direktur Standardisasi PPI Mulyadi.

    Berita Terkait

    Kominfo Telah Bagikan STB untuk 9 RIbu RTM di Surakarta

    Pembagian STB berlangsung sebelum penghentian total siaran analog atau Analog Switch Off (ASO) pada 2 Desember 2022. Selengkapnya

    Tingkatkan Literasi Konten Digital Lewat BAKTI Podcast

    Aplikasi Podcast BAKTI Kominfo mendukung pengembangan kreasi konten digital dengan situasi kekinian. Selengkapnya

    Menkominfo: Presidensi G20 Indonesia Harus Berkesan dan Beri Memori Indah

    Menkominfo menyampaikan dalam beberapa pertemuan persiapan Digital Economy Working Group dan Forum Tematik Bakohumas yang lalu, telah mengin Selengkapnya

    Manfaatkan SiCantik Cloud, Kominfo: Layanan Terpadu Hemat Biaya

    Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong pemerintah daerah memanfaatkan SiCantik Cloud. Layanan itu akan memadukan layanan perizinan Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA