FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    24 08-2021

    456

    Inilah Tiga Pendekatan Kominfo Kembangkan Talenta Digital Indonesia

    Kategori Berita Kominfo | Yusuf
    Direktur Pemberdayaan Informatika Ditjen Aptika Kementerian Kominfo, Bonie Pudjianto dalam Webinar Indonesia's Digital Transformation & Cybersecurity in the Construction Sector, Jakarta, Selasa (24/08/2021).

    Jakarta, Kominfo – Upaya Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mendukung ekosistem digital tidak hanya dengan membangun infrastruktur digital. Namun, pada saat bersamaan juga meningkatkan kompetensi talenta digital, terutama dalam hal literasi dan kapasitas digital.

    Direktur Pemberdaayan Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Bonie Pudjianto menyatakan pengembangan bakat digital berlangsung dengan pendekatan yang terbagi dalam tiga lapisan.

    “Kami melakukan pendekatan pyramid, ada tiga tingkat keterampilan dari tingkat dasar hingga tingkat mahir. Di bagian bawah piramida, ada program keterampilan digital yang sangat mendasar yaitu program pelatihan literasi digital yang dilakukan bersama Siberkreasi,” ungkapnya dalam Webinar Indonesia's Digital Transformation & Cybersecurity in the Construction Sector, Jakarta, Selasa (24/08/2021).

    Menurut Direktur Bonie, inisiatif itu dilakukan dengan upaya kolaboratif yang melibatkan 115 pemangku kepentingan. “Jadi di tahun 2021, kami menargetkan 12,5 juta masyarakat dapat bergabung dalam program literasi digital dan diharapkan setidaknya mencapai akumulasi 50 juta masyarakat Indonesia yang akan terliterasi digital hingga tahun 2024 mendatang,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Direktur Pemberdayaan Informatika menjelaskan, Program literasi digitital menjadi salah satu program untuk mendukung visi Presiden Joko Widodo dalam hal mempercepat transformasi digital.

    “Salah satu arahan Presiden untuk transformasi digital adalah mempersiapkan pengembangan sumber daya manusia di sektor digital. Untuk itu, Kominfo menerjemahkannya dengan Program Literasi Digital. Literasi Digital juga diperlukan lebih dari sekedar peningkatan kemampuan kognitif sumber daya manusia di Indonesia untuk memiliki keterampilan tidak terbatas pada mengoperasikan gadget atau perangkat digitalnya,” paparnya.

    Sebagai implementasi Literasi Digital Nasional, Kementerian Kominfo bersama pemangku kepentingan telah menyusun empat modul yang mencakup nilai keterampilan digital, budaya digital, etika digital, dan keamanan digital.

    “Hal ini sangat penting untuk menyelamatkan bangsa Indonesia sesuai semboyan Pancasila Bhineka Tunggal Ika, mencerminkan norma, kearifan lokal dan profesionalisme masyarakat kita di era digital. Setiap tahunnya, Kominfo akan mengukur dan menganalisa program ini sesuai Key Performance Indicator (KPI) untuk dapat memperbaiki dan meningkatkan literasi guna mencapai hasil yang lebih baik,” jelas Direktur Bonie.

    Untuk di tingkat menengah, lanjut Direktur Pemberdayaan Informatika, pihaknya membuka kesempatan bagi para lulusan sekolah menengah atas (SMA) dan perguruan tinggi untuk mengasah dan meningkatkan kembali kapasitas digital mereka. 

    Melalui Program DTS, Kementerian Kominfo memberikan pelatihan dengan intensitas lebih tinggi dibandingkan Literasi Digital Nasional. Direktur Pemberdayaan Informatika Kominfo menyebutkan, program ini dipastikan lebih menarik karena akan memperkenalkan kecakapan-kecakapan baru di era digital. 

    “Ini sangat penting karena memang membutuhkan waktu lebih lama untuk belajar kecakapan digital. Jadi, Program Program DTS didedikasikan untuk Indonesia menghasilkan 100 talenta digital baru dengan memiliki pengetahuan menarik dan memahami teknologi terkini.

    Terakhir, pada tingkat lanjutan atau advace skill, terdapat program Digital Leadership Academy (DLA). Direktur Bonie mengatakan, program itu bertujuan untuk mempersiapkan para pemimpin di era digital saat ini. 

    “Lewat program DLA, kami menargetkan 300 pemimpin dari sektor publik dan swasta,” tutur Direktur Bonie.

    Hadir dalam webinar tersebut yakni Staf Khusus Menkominfo bidang Digitalisasi dan SDM, Dedy Permadi; Kepala Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN), Hinsa Siburian; Assistant Directore for Stakeholder Engagement Cybersecurity Agency (CISA), Alaina Clark; serta Senior Director – AEC Design Strategy, Theo Agelopoulos. (hm.ys)

    Berita Terkait

    Manfaatkan SiCantik Cloud, Kominfo: Layanan Terpadu Hemat Biaya

    Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong pemerintah daerah memanfaatkan SiCantik Cloud. Layanan itu akan memadukan layanan perizinan Selengkapnya

    Sinergisitas Kominfo - Jabar untuk Cetak Talenta Digital

    Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menciptakan talenta digital melalui Program Digita Selengkapnya

    Buka Pelatihan DLA, Kominfo Siapkan 300 Kursi untuk Jadi Pemimpin Digital

    Program Pelatihan Digital Leadership Academy (DLA) telah dibuka sejak 19 Agustus 2021. Kementerian Komunikasi dan Informatika memberikan kes Selengkapnya

    Tingkatkan Pemahaman Pelindungan Data, Kominfo Gandeng UN-APCICT

    Kementerian Komunikasi dan Informatika menggandeng United Nation - Asian and Pacific Training Centre for ICT for Development of the United N Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA