FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    26 04-2021

    266

    Presiden: Pengabdian Saudara Akan Terpatri di Sanubari Seluruh Rakyat Indonesia

    Kategori Berita Pemerintahan | doni003

    Jakarta, Kominfo - Presiden Joko Widodo menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya 53 prajurit TNI Angkatan Laut yang menjadi awak kapal selam KRI Nanggala 402 dalam melaksanakan tugas di perairan utara Pulau Bali.

    Melalui pernyataan yang disampaikan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (26/04/2021), Presiden memanjatkan doa agar arwah putra-putra terbaik bangsa sekaligus patriot terbaik penjaga kedaulatan negara tersebut mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

    “Pengabdian saudara-saudara akan terpatri di sanubari seluruh rakyat Indonesia. Semoga arwah prajurit-prajurit Hiu Kencana tersebut mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan, kesabaran, dan ketabahan,” ujarnya.

    Presiden mengatakan bahwa atas dedikasi dan pengabdian 53 prajurit TNI tersebut, negara akan memberikan penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan tanda kehormatan berupa Bintang Jalasena kepada para prajurit Hiu Kencana itu.

    Adapun bagi putra dan putri yang ditinggalkan, pemerintah juga akan menjamin pendidikan mereka hingga jenjang pendidikan S-1.

    “Saya juga ingin menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada TNI, Polri, Basarnas, Bakamla, BPPT, dan KNKT serta seluruh unsur yang tidak bisa saya sebut satu per satu yang telah berupaya maksimal dalam menemukan KRI Nanggala 402 ini,” imbuhnya.

    Kepala Negara juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas bantuan dari negara-negara sahabat dalam upaya dan kerja keras pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 selama beberapa hari terakhir.

    Turut mendampingi Presiden saat menyampaikan pernyataan tersebut yakni Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala BIN Budi Gunawan.

    Duka untuk Kabinda Papua

    Dukacita mendalam turut disampaikan Presiden Joko Widodo atas gugurnya Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua, Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Nugraha Karya, dalam kontak tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Kontak tembak tersebut terjadi di Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua, pada Minggu (25/04/2021) sore kemarin.

    “Atas nama rakyat, bangsa, dan negara saya menyampaikan rasa dukacita yang mendalam kepada keluarga dan yang ditinggalkan,” ujarnya.

    Kepala Negara mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk memanjatkan doa bagi almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

    Almarhum juga akan memperoleh penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi atas dedikasi, pengabdian, dan pengorbanan yang diberikan.

    “Mari kita mendoakan semoga arwah almarhum Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Nugraha Karya mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Negara akan memberikan penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi atas dedikasi, pengabdian, serta pengorbanannya,” tutur Presiden.

    Lebih jauh, Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk terus mengejar dan menangkap seluruh anggota kelompok kriminal bersenjata baik di Papua maupun di seluruh pelosok Tanah Air.

    “Saya tegaskan, tidak ada tempat untuk kelompok-kelompok kriminal bersenjata di Tanah Papua maupun di seluruh pelosok Tanah Air,” tandasnya.

    Berita Terkait

    Presiden Dorong Peningkatan Disiplin Prokes dan Akselerasi Vaksinasi

    Varian delta atau B.1.617.2 telah terkonfirmasi ada di sejumlah daerah seperti Kudus, Bangkalan, dan DKI Jakarta sehingga butuh penerapan pr Selengkapnya

    Presiden Tinjau Vaksinasi Massal di Terminal Bus dan Pelabuhan

    Presiden RI Joko Widodo meninjau pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 bagi pelaku transportasi dan masyarakat yang digelar di Terminal Bus Selengkapnya

    Presiden: Waspadai Peningkatan Rivalitas Antarideologi

    Untuk menghadapi semua itu, perluasan dan pendalaman nilai-nilai Pancasila tidak bisa dilakukan dengan cara-cara biasa. Selengkapnya

    Wapres Harapkan Pondok Pesantren Jadi Pusat Inovasi

    Tradisi pendidikan berbasis pesantren mempunyai akar kuat dan kokoh sebagai model pendidikan tertua yang lahir dan berkembang di Indonesia. Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA