FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    12 03-2021

    498

    Bentuk Kekebalan Komunal, Kominfo Gelar Vaksinasi Akbar

    Kategori Berita Kominfo | Irso

    Jakarta, Kominfo - Kementerian Komunikasi dan Informatika memulai Vaksinasi Akbar tahap pertama untuk 3.200 Aparatur Sipil Negara (ASN). Vaksinasi Covid-19 itu akan berlangsung tiga hari, mulai Jumát hingga Minggu tanggal 12 s.d 14 Maret 2021. Vaksinasi juga dilanjutkan untuk 400 ASN di Badan Layanan Umum Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BLU BAKTI) Kominfo.

    Menteri Kominfo, Johnny G. Plate menegaskan Vaksinasi Covid-19 di lingkungan Kementerian Kominfo merupakan upaya membentuk kekebalan komunal atau kelompok. Dengan terbentuknya kekebalan itu, maka aktivitas pelayanan akan tetap berjalan dengan baik dan bisa menopang pemulihan ekonomi nasional. 

    “Kita berharap vaksinasi ini bisa menghasilkan kekebalan kelompok/herd immunity sesegera mungkin, agar dampak lain dari Covid-19, termasuk misalnya dampak perekonomian segera bisa kita atasi dan proses pemulihan ekonomi nasional bisa kita lakukan,” ungkapnya usai meninjau penyelenggaraan Vaksinasi Akbar di Lapangan Anantakupa, Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Jumat (12/03/2021).

    Menteri Johnny menyatakan berusaha memastikan vaksinasi berjalan dengan baik.  Oleh karena itu, ia mengecek setiap proses vaksinasi Covid-19 dari mulai awal hingga akhir. Tujuannya, vaksinasi yang akan dilakukan kepada seluruh ASN berjalan lancar. 

    “Saya bertanya dengan beberapa peserta, (vaksinasi) tidak mengalami banyak kendala, prosesnya berjalan lancar kecuali yang berkaitan dengan persyaratan medis seperti tekanan darah yang terlalu tinggi, atau misalnya ada penyakit-penyakit lainnya yang tidak dibolehkan. Tapi secara umum prosesnya berjalan sangat lancar,” ungkapnya.

    Saat melakukan peninjauan, Menteri Kominfo mengimbau panitia kegiatan vaksinasi agar selalu menaati protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Khususnya, terkait dengan kerumunan peserta vaksinasi yang tiap sesi bisa mencapai puluhan orang dalam satu waktu. "Jangan berkerumun. Saat ini kita ingin menciptakan kekebalan komunal, makanya kita lakukan vaksinasi," katanya.

    Menteri Johnny juga bertanya kepada peserta tentang pengalaman ASN setelah divaksin Covid-19. Menurutnya, vaksinasi yang berlangsung di Kementerian Kominfo sama seperti proses penyuntikan yang juga secara umum telah dan sedang dilakukan baik di Indonesia maupun di dunia, tentu sudah melalui proses panjang.

    “Di Indonesia untuk vaksinasi Covid-19 harus memenuhi dua prasyarat utama, yang pertama pasti izin dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), dan Sertifikat Halal dari MUI, untuk vaksinasi kali ini semuanya sudah ditempuh prosedur itu,” ujarnya.

    Ada dua jenis vaksin yang digunakan di Indonesia yakni Vaksin Sinovac sejumlah 38 setengah juta dosis yang lebih dari 18 juta calon penerima sudah bisa dicover, dan Vaksin Astrazeneca sekitar 1,1 juta. Sehingga total keseluruhan berjumlah 39,6 juta vaksin di Indonesia. 

    “Secara bertahap dan progresif vaksinasi ini akan berdatangan di Indonesia, ini proses yang panjang karena kerja keras dan kerja koordinasi lintas kementerian, lembaga dan masyarakat dilakukan dengan baik,” jelas Menteri Kominfo.

    Berita Terkait

    Bekali Angkatan Kerja Muda di 4 Kota, Kominfo Gelar Sertifikasi SKKNI

    Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar Bimbingan Teknis dan Sertifikasi berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKN Selengkapnya

    Untuk Efisiensi dan Pemerataan, Kominfo Bagi Tiga Lapisan Frekuensi 5G

    Kementerian Komunikasi dan Informatika membagi alokasi frekuensi untuk jaringan telekomunikasi seluler 5G ke dalam tiga lapisan (layer) tele Selengkapnya

    Wujudkan Arsip Andal, Setjen Kominfo Serahkan Hasil Audit Internal

    Guna mewujudkan pengelolaan kearsipan yang andal, Sekretariat Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika menyerahkan laporan hasil audi Selengkapnya

    Bangkitkan Ekonomi Masyarakat, Kominfo Siapkan Beragam Pelatihan

    Pemerintah berupaya untuk membangkitkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19, terutama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ( Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA