FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    19 01-2021

    264

    Presiden Tinjau Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang Terdampak Gempa

    Kategori Berita Pemerintahan | doni003

    Mamuju, Kominfo - Usai mendarat di Bandar Udara Tampa Padang, Kabupaten Mamuju, Selasa (19/01/2021), sekitar pukul 10.39 WITA, Presiden Joko Widodo langsung menuju salah satu titik terdampak gempa di Provinsi Sulawesi Barat, yaitu Kantor Gubernur Sulawesi Barat.

    Didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, dan Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar, Presiden meninjau bangunan yang hancur akibat gempa magnitudo 6,2 yang mengguncang Kabupaten Mamuju dan Majene pada Jumat (15/01/2021) lalu.

    Di lokasi tersebut, tampak hampir seluruh bagian bangunan hancur luluh lantak. Sejumlah alat berat dan truk juga masih tampak disiagakan di lokasi untuk membersihkan dan mengangkut puing-puing reruntuhan bangunan.

    Sementara itu, berdasarkan laporan Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB per 18 Januari 2021 pukul 20.00 WIB, tercatat 84 orang meninggal dunia akibat gempa ini.

    Adapun rinciannya di Kabupaten Majene sebanyak 11 orang meninggal dunia, 64 orang luka berat dan 4.421 orang mengungsi. Kemudian di Kabupaten Mamuju sebanyak 73 orang meninggal dunia, 189 orang luka berat dan 15.014 orang mengungsi.

    Gubernur Sulawesi Barat telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 14 hari yang terhitung dari tanggal 15 Januari 2021 sampai 28 Januari 2021 berdasarkan Surat Nomor 001/Darurat-68/5/2021.

    Setelah sekitar 20 menit berada di lokasi, Presiden dan rombongan terbatas melanjutkan perjalanan ke titik peninjauan berikutnya.

    Prokes Ketat

    Bersama dengan rombongan terbatas dan tetap melakukan protokol kesehatan secara ketat, Presiden lepas landas menuju Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma sekitar pukul 07.35 WIB.

    Setibanya di Bandar Udara Tampa Padang, Sulawesi Barat, Kepala Negara dan rombongan terbatas diagendakan untuk langsung bergerak menuju posko pengungsian bagi warga terdampak gempa dan meninjau kerusakan rumah warga beserta sarana umum yang berlokasi di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene.

    Dari Kabupaten Majene, Presiden dijadwalkan untuk kembali ke Kabupaten Mamuju guna meninjau salah satu lokasi terdampak gempa dan lokasi pengungsian lainnya.

    Kunjungan tersebut dilakukan sehari selepas kunjungan serupa ke Provinsi Kalimantan Selatan. Kemarin, Presiden juga meninjau sejumlah sarana di daerah tersebut yang rusak akibat banjir. Presiden juga menginstruksikan agar bantuan logistik bagi para pengungsi dapat disiapkan secepatnya.

    Kepala Negara diagendakan untuk langsung bertolak menuju Jakarta pada sore harinya selepas peninjauan tersebut.

    Turut serta dalam penerbangan menuju Provinsi Sulawesi Barat di antaranya ialah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen TNI Agus Subiyanto, dan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

    Berita Terkait

    Presiden: Lakukan Penanganan Secara Cepat dan Baik

    Presiden RI Joko Widodo menyampaikan telah mendapatkan laporan dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait bencana banj Selengkapnya

    Presiden: Tidak Ada Tempat bagi Terorisme di Tanah Air

    Kepala Negara meminta kepada seluruh masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air agar tetap tenang, waspada, serta senantiasa menjaga persatuan. Selengkapnya

    Presiden Tegaskan Tak Ada Impor Beras Selama Beberapa Bulan Mendatang

    Pemerintah akan menyerap beras hasil panen para petani melalui Perum Badan Urusan Logistik (Bulog). Selengkapnya

    Presiden: Jaga Kewaspadaan dalam Hadapi Pandemi

    Penurunan kasus harian sebagai dampak PPKM berskala mikro dan vaksinasi massal jangan sampai menghilangkan kewaspadaan dalam menangani penye Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA