FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    24 11-2020

    350

    Bahaya Tes Swab, Bisa Pecahkan Lapisan Otak? Itu Hoaks!

    Kategori Berita Kementerian | srii003

    Jakarta, kominfo – Beredar konten di platform media sosial Facebook mengenai bahaya tes swab karena bisa membuat lapisan otak manusia pecah. Konon hal itu pernah terjadi di Kanada dan menyebabkan orang meninggal.

    Narasi itu disertai tulisan sebagai berikut: "Bkn. Swab itu biting (lidi, red) yang dimasukkan ke dlm hidung. Itu Bisa Resiko Lapisan Otak Pecah & Tjdi Pendarahan bisa mati. Ada kjdian spt itu di Canada."

    Hasil penelusuran Tim AIS Kementerian Komunikasi dan Informatika menemukan bahwa klaim tes swab membahayakan terhadap lapisan otak manusia adalah tidak benar.

    Anggota komite British Neuroscience Association (BNA) Liz Coulthard, menyebut swab test Covid-19 sangat aman dilakukan.

    "Swab test tidak bisa mencapai penghalang darah otak tanpa kekuatan yang besar. Sebab, masih ada beberapa lapisan jaringan dan tulang. Kami juga belum menemukan adanya kasus dari swab test dalam praktik neurologi kami," ujarnya sebagaimana dilansir Liputan6.com.

    Selain itu ada juga penjelasan dari John Dwyer, seorang ahli imunologi dan Profesor Emeritus di Universitas New South Wales. "Tes usap tidak ditempatkan pada penghalang darah otak dan tidak membahayakan otak. Dengan demikian tidak menimbulkan ancaman bagi sistem saraf kita," katanya kepada AFP dalam email yang dia kirimkan pada 10 Juli lalu.

    Berikut laporan isu hoaks dan disinformasi yang telah diidentifikasi Tim AIS Kementerian Kominfo, Selasa (24/11/2020):

    1. Banyak Pedagang Pasar Gede Solo Positif Corona
    2. Swab Test Berbahaya Karena Dapat Menyebabkan Lapisan Otak Pecah Sebagaimana Telah Terjadi di Kanada
    3. Video Tanah Longsor di Dairi Tanggal 23 November 2020
    4. Mayjen Dudung Mengaku Diperintahkan Oleh Jokowi untuk Menyerang HRS dan Para Ulama
    5. Akun WhatsApp Mengaku Jubir Satgas Covid-19 Kota Malang
    6. Lowongan Kerja Transjakarta
    7. Pangdam Jaya Dudung Dapat Penghargaan dari Komunis Tiongkok

    Berita Terkait

    Pemerintah Hapus Sanksi Pidana Penolak Vaksinasi, Itu Disinformasi!

    Sebuah tangkapan layar berisi narasi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly menghapus sanksi pidana bagi penolak Vaks Selengkapnya

    Verifikasi Ulang Penerima Bantuan Pemerintah? Itu Hoaks!

    Beredar konten di media sosial Facebook berisi informasi mengenai adanya verifikasi ulang bagi penerima bantuan dari Pemerintah. Selengkapnya

    Penerima Vaksin Sinovac Pertama Meninggal Dunia? Itu Hoaks!

    Hasil penelusuran Tim AIS Kementerian Komunikasi dan Informatika menemukan fakta dilansir Merdeka.com, yang menyarakan informasi itu tidak b Selengkapnya

    Vaksin Sinovac Tidak untuk Disebarluaskan? Itu Disinformasi!

    Beredar sebuah pesan berantai dalam platform WhatsApp yang menyebut Vaksin Sinovac hanya untuk kelinci percobaan. Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA