FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    01 10-2020

    373

    Bersama Presiden, Wapres Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2020

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Jakarta, Kominfo – Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin tadi pagi bersama Presiden Joko Widodo menghadiri upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2020 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (01/10/2020).

    Rangkaian upacara dimulai dengan laporan Komandan Upacara kepada Presiden Joko Widodo yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Inspektur Upacara, pembacaan naskah Pancasila oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Bambang Soesatyo, pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah La Nyalla Mattalitti. Setelah itu, pembacaan naskah Ikrar oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani serta ditutup dengan membacakan doa oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

    Selepas upacara, Presiden bersama dengan Wakil Presiden K. H. Ma’ruf Amin dan para pimpinan lembaga tinggi negara yang hadir sejenak mengunjungi Monumen Pancasila Sakti sebelum meninggalkan lokasi.

    Sebelumnya, dalam satu kesempatan Wapres menuturkan bahwa Pancasila merupakan dasar dan ideologi negara yang telah menjadi kesepakatan para pendiri bangsa. Namun pada implementasinya, keragaman suku, budaya dan agama yang ada di Indonesia masih menimbulkan perbedaan pandangan di masyarakat terhadap pengamalan nilai-nilai Pancasila. Untuk mencegah hal tersebut, nilai-nilai yang terkandung di dalam agama dan Pancasila harus dapat dipahami secara menyeluruh, sehingga akan tercipta kerukunan bangsa.

    “Untuk menjaga agar Pancasila tetap dipahami secara komprehensif maka tidak boleh dipahami secara parsial antara satu sila dengan sila yang lain. Dan diperlukan pemahaman Pancasila secara utuh sebagaimana dirumuskan dan dipahami oleh para pendiri bangsa. Pancasila tidak boleh didorong ke arah pemahaman yang menyimpang seperti sekularisme, liberalisme, atau komunisme. Di sisi lain, agama juga seharusnya dipahami secara moderat dengan tanpa mengorbankan ajaran-ajaran dasar agama dan sebaliknya, bukan pemahaman yang bersifat radikal, ekstrim, atau liberal,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K. H. Ma’ruf Amin pada acara Simposium Nasional dengan tema “Studi dan Relasi Lintas Agama Berparadigma Pancasila (SIGMA Pancasila) melalui konferensi video di kediaman resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat, Kamis (10/09/2020) lalu.

    Lebih jauh Wapres menekankan, untuk mendorong pemahaman yang menyeluruh tersebut, perlu diiringi dengan upaya-upaya mewujudkan kehidupan yang rukun dan harmonis antar umat beragama, baik dalam kehidupan sosial maupun politik. Sebab, kerukunan merupakan faktor penting penunjang keberhasilan pembangunan nasional.

    “Pancasila sudah terbukti mampu menjaga kerukunan seluruh bangsa, sehingga tercipta integrasi nasional. Oleh karena itu, kita harus mampu menangkal berkembangnya paham-paham yang mengancam Pancasila dan persatuan nasional. Padahal persatuan nasional merupakan prasyarat bagi terwujudnya stabilitas nasional, sementara stabilitas nasional merupakan prasyarat bagi kelancaran dan keberhasilan pembangunan nasional,” imbau Wapres. 

    Berita Terkait

    Presiden: Pastikan Keamanan dan Keefektifan Vaksin Covid-19

    Rata-rata kesembuhan di Indonesia juga mengalami peningkatan, yakni mencapai 80,51 persen yang lebih tinggi dari rata-rata kesembuhan dunia Selengkapnya

    Presiden Resmikan Pabrik Gula di Bombana

    Investasi untuk membuka kebun tebu dan pabrik gula terintegrasi tersebut merupakan sebuah keberanian yang patut diapresiasi dan menyerap ban Selengkapnya

    Bersama 7 K/L Teknis, Kemenko Marves Bahas Manajemen Krisis dalam Komunikasi Pemerintah

    Guna mendukung koordinasi kehumasan tujuh kementerian dan lembaga, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menggelar Forum Selengkapnya

    Presiden: Antisipasi Kemungkinan Dampak Fenomena La Nina

    Data menunjukkan bahwa La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi curah hujan bulanan di Indonesia sebesar 20 hingga 40 pers Selengkapnya