FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    09 09-2020

    172

    Tingkatkan Prestasi Olahraga Nasional dengan Pembenahan Manajemen dan Pembinaan Secara Total

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Bogor, Kominfo - Pandemi Covid-19 yang menyebabkan berbagai agenda olahraga nasional dan internasional harus dijadwalkan ulang atau bahkan ditiadakan memang dirasa kurang menguntungkan bagi dunia olahraga. Namun, di balik hal tersebut, terdapat satu momentum yang dapat dimanfaatkan untuk merancang ulang ekosistem olahraga nasional kita menuju arah yang lebih baik.

    Dalam acara Puncak Hari Olahraga Nasional XXXVII Tahun 2020, Presiden Joko Widodo mengajak seluruh pihak untuk mawas diri dan bersegera menyiapkan langkah besar untuk kemajuan dunia olahraga nasional.

    “Saya mengajak Bapak, Ibu, dan Saudara-Saudara semua, para insan olahraga, untuk secara serius melakukan refleksi, evaluasi diri, dan kemudian menyiapkan langkah-langkah besar untuk melakukan lompatan-lompatan besar untuk kemajuan dunia olahraga kita,” ujar Presiden yang menghadiri acara tersebut melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (09/09/2020).

    Menurutnya, untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional, tata kelola dan manajemen serta ekosistem olahraga nasional harus ditinjau ulang secara menyeluruh. Sinergi pembinaan atlet oleh lembaga, organisasi cabang olahraga, hingga pemerintah harus dipererat.

    “Rancang tata kelola pembinaan atlet yang tersinergikan dengan baik dari daerah sampai pusat, dari lembaga pendidikan umum sampai lembaga pendidikan olahraga. Tingkatkan sinergi antara organisasi cabang olahraga sampai ke Kemenpora,” tuturnya.

    Selain itu, ilmu pengetahuan dan teknologi terkini juga tak boleh ditinggalkan dalam pengembangan prestasi olahraga nasional yang juga mendukung pengembangan manajemen dan tata kelola olahraga nasional baru yang jauh lebih baik dan mampu menemukan calon-calon atlet berkualitas untuk masa mendatang.

    “Ingat, penduduk kita 267 juta lebih dan mayoritas adalah generasi muda. Sangat tidak masuk akal jika kita kekurangan calon atlet yang berbakat. Pasti ada jutaan yang berbakat. Kalau kurang calon pasti yang salah adalah manajemennya, bukan kekurangan bakatnya,” kata Presiden.

    Maka itu, Kepala Negara meminta Menteri Pemuda dan Olahraga untuk mengajak semua pihak terkait dalam merancang ulang sistem pembinaan atlet kita secara besar-besaran. Presiden juga meminta laporan terkait hal tersebut sesegera mungkin.

    Dalam sejarah di pentas olahraga, Indonesia pernah memiliki nama-nama besar di berbagai kompetisi olahraga di tingkat dunia. Saat ini pun sejumlah nama atlet asal Indonesia masih terus meraih prestasi dan memiliki nama besar di tingkat nasional maupun internasional.

    “Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada para atlet yang telah berjuang, mengibarkan bendera Merah Putih dan mengumandangkan Indonesia Raya, serta yang telah mengharumkan nama Indonesia di arena-arena internasional. Kontribusi Bapak, Ibu, dan Saudara-Saudara selalu melekat dalam coretan sejarah Indonesia,” ucapnya.

    Perekat Kesatuan Bangsa

    ahraga merupakan instrumen yang efektif bagi pembelajaran terhadap kehidupan. Tak hanya berupa kegiatan yang berorientasi pada faktor fisik belaka, olahraga juga melatih sikap dan mental untuk mengembangkan karakter, sportivitas, sekaligus merekatkan persatuan bangsa.

    “Olahraga mempunyai peran sangat penting dalam kehidupan kita sebagai individu maupun masyarakat dan bangsa. Pertama, olahraga adalah instrumen penting dalam pendidikan, bukan hanya pendidikan jasmani, bukan hanya menguatkan fisik, tetapi olahraga juga pendidikan karakter,” ujar Kepala Negara.

    Olahraga mampu mengajarkan dan membangun karakter disiplin. Juga membangun karakter sportivitas yang mengajarkan bahwa menang dan kalah adalah hal biasa.

    “Membangun karakter pejuang dan pekerja keras, memperkuat karakter kolaborasi dalam team work, dan bahkan memperkokoh jiwa patriotisme dan nasionalisme,” imbuhnya.

    Selain itu, olahraga juga merupakan instrumen bagi peningkatan produktivitas. Sebab, tanpa adanya kesehatan prima yang terjaga dari aktivitas fisik dan olahraga, tidaklah mungkin produktivitas dapat ditingkatkan. Oleh sebab itu, Kepala Negara berpandangan bahwa olahraga harus menjadi bagian dari pola hidup sehat masyarakat Indonesia.

    Lebih jauh, dunia olahraga nasional nyatanya juga merupakan salah satu pendongkrak perekonomian nasional. Olahraga dapat menggerakkan cakupan industri yang sangat luas, mulai dari event, alat-alat olahraga, media, hingga penyiaran yang kesemuanya dapat melibatkan UMKM bahkan perusahaan multinasional sekalipun.

    “Olahraga (juga) membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan sport tourism yang telah menjadi tren pariwisata baru yang pasarnya sangat besar, sangat luas, yang akan memberikan multiplier effect pada kegiatan ekonomi masyarakat,” kata Presiden.

    Dengan kekayaan alam dan budaya Indonesia yang begitu melimpah, peluang pengembangan hal tersebut menjadi semakin besar selepas pandemi nanti. Presiden berharap agar peluang tersebut mampu dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan Indonesia dan dunia olahraganya.

    Berita Terkait

    Tingkatkan Sinergitas Penanganan Radikalisme di Ruang Digital

    Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi, dan Aparatur Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Rus Nurhadi Sutedjo Selengkapnya

    Tingkatkan Daya Tarik, Lembaga Keuangan Syariah Perlu Kembangkan Produk Ramah Pasar

    Indonesia dengan jumlah penduduk mayoritas muslim, mempunyai potensi besar dalam mengembangkan produk dan keuangan syariah, tidak hanya untu Selengkapnya

    Menko Luhut: Waspadai Perubahan Cuaca Ekstrem dan Penyakit Bawaannya

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Inverstasi Luhut Pandjaitan minta agar pengelola Wisma Atlet, Kementerian Kesehatan dan perwakil Selengkapnya

    Beri BMK untuk Pelaku Usaha Kecil di Labuan Bajo, Presiden: Jangan Pernah Menyerah dan Tetap Semangat

    Bantuan modal kerja sebesar Rp2,4 juta tersebut diharapkan dapat meringankan beban usaha para pelaku yang memang mengalami penurunan keuntun Selengkapnya