FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    11 08-2020

    219

    Presiden: Indonesia Mampu Produksi Vaksin Sendiri

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Bandung, Kominfo - Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Kota Bandung pada Selasa (11/08/2020), meninjau kesiapan dan fasilitas produksi milik BUMN produsen vaksin dan antisera Bio Farma.

    Kemampuan Bio Farma sebagai perusahaan produsen vaksin telah diakui dunia di mana produk-produknya telah menjangkau lebih dari 140 negara di dunia.

    “Saya ingin melihat bagaimana Bio Farma yang telah memproduksi vaksin yang telah dikirimkan ke 149 negara baik itu vaksin polio, difteri, BCG, dan lain-lain,” ujar Presiden selepas peninjauan di fasilitas produksi Bio Farma yang berlokasi di Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat.

    “Ini menunjukkan bahwa negara kita mampu memproduksi vaksin sejak lama. Bio Farma berdiri setelah 1890, sudah lebih dari 100 tahun yang lalu,” imbuhnya.

    Bio Farma sendiri akan segera memproduksi vaksin Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri apabila nantinya vaksin tersebut telah ditemukan dan telah teruji secara klinis.

    Saat ini, tim uji klinis dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran tengah melakukan uji klinis tahap ketiga terhadap bakal calon vaksin Covid-19. Setelah uji klinis tersebut dilakukan dan vaksin yang sedang dikembangkan dinyatakan siap digunakan, maka selanjutnya Bio Farma akan memproduksi sendiri vaksin tersebut dalam jumlah besar.

    “Saya kira dengan kemampuan dan pengalaman yang ada kita ingin produksi vaksin Covid ini segera bisa dilakukan,” kata Presiden.

    Sebelumnya, dalam pertemuan di Istana Merdeka pada 21 Juli 2020, Kepala Negara menugaskan Bio Farma untuk memastikan kapasitas produksinya dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri saat vaksin Covid-19 ditemukan.

    Kapasitas produksi Bio Farma untuk saat ini diketahui sanggup memproduksi vaksin dalam jumlah 100 juta dosis per tahun dan tengah dikembangkan lebih lanjut sehingga pada akhir tahun nanti mampu meningkatkan kapasitasnya hingga mencapai 250 juta dosis vaksin per tahun.

    “Saya kira inilah yang perlu kita ketahui dan menambah optimisme kita bahwa kita bisa melakukan itu sendiri,” tandasnya.

    Mendampingi Presiden dalam peninjauan tersebut di antaranya ialah Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

    Berita Terkait

    Presiden: Realisasi Program Perlindungan Sosial Telah Berjalan dengan Baik

    Sejumlah program dengan alokasi dana sebesar Rp203,9 triliun dikeluarkan pemerintah untuk memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat ter Selengkapnya

    Presiden Instruksikan Percepatan Pembangunan Pelabuhan Patimban

    Pada November 2019 lalu Presiden Joko Widodo telah meninjau perkembangan pembangunan Pelabuhan Patimban yang merupakan proyek pembangunan be Selengkapnya

    Presiden: Jaga Semangat Belajar dan Mengajar di Masa Pandemi

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan seorang guru asal Padang, Rika Susi Waty, melalui panggilan video yang diunggah di saluran YouTube Se Selengkapnya

    Terima Tim Vaksin Merah Putih, Presiden: Mampu Mandiri untuk Produksi Sendiri

    Pengembangan vaksin Covid-19 di dalam negeri menunjukkan kemampuan dan kemandirian bangsa Indonesia untuk mengembangkan vaksin sendiri. Selengkapnya