FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    29 07-2020

    262

    Presiden Dorong Pamong Praja Muda Ciptakan Budaya Kerja yang Lebih Inovatif

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Bogor, Kominfo - Presiden Joko Widodo kembali menegaskan pentingnya kecepatan dan efisiensi agar sebuah negara bisa bersaing dalam kompetisi di tingkat global. Menurutnya, saat ini bukan negara yang besar akan mengalahkan negara yang kecil, melainkan negara yang cepat yang akan mengalahkan negara yang lambat.

    Untuk itu, saat memberikan amanat pada acara pelantikan pamong praja muda lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (29/07/2020), Presiden mendorong para pamong praja muda untuk menciptakan budaya kerja yang lebih inovatif, lebih cepat, dan efisien dalam birokrasi.

    “Di sinilah justru letak permasalahan pemerintahan kita, terlalu banyak aturan yang membelenggu diri sendiri, terlalu banyak prosedur, terlalu banyak tahapan-tahapan prosedur. Birokrasi telah terjebak oleh aturan yang menyulitkan, yang dibuatnya sendiri,” ujarnya.

    Kepala Negara berharap para pamong praja muda dapat memberikan nuansa dan pemikiran-pemikiran yang berbeda yang ikut memacu birokrasi menempuh jalan yang efisien dengan berorientasi pada hasil yang langsung dirasakan oleh rakyat. Hal tersebut harus dilakukan baik dalam situasi normal maupun saat krisis pandemi seperti saat ini.

    “Saya mengajak Saudara-saudara untuk mengawal perubahan cara kerja baru. Dari cara kerja yang rumit, yang lambat, menjadi cara kerja yang cepat. Dari regulasi yang banyak dan rumit, ke regulasi yang sedikit dan sederhana. Dari SOP yang berbelit-belit, ke SOP yang mudah dan sederhana,” imbuhnya.

    Menurut Presiden, para pamong praja muda adalah masa depan pemerintahan dari tingkat pusat hingga ke pelosok desa. Mereka juga adalah para penentu reformasi di instansi masing-masing.

    “Tangan kalian lah yang akan menjalankan adaptasi dan reformasi itu. Hati kalian lah yang akan merawat kedekatan dengan rakyat dan yang melayani rakyat. Tekad kalian lah yang akan memperkokoh Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.

    Di hari pelantikan ini, Presiden menyerukan bahwa ini adalah sebuah permulaan bagi perjalanan darma bakti para pamong praja untuk negeri. Momen pelantikan ini merupakan saat bagi para pamong praja muda untuk menunjukkan prestasi sebagai pamong praja yang melayani rakyat.

    “Tunjukkan integritas, tunjukkan loyalitasmu kepada masyarakat, kepada bangsa, dan negara. Tunjukkan kecerdasan dan ketangkasanmu untuk menghadapi perubahan zaman. Tunjukkan kemampuanmu untuk memberikan rasa keadilan dan kesejahteraan. Menjadi pamong praja akan membuka ladang pengabdian yang membanggakan, pengabdian untuk ideologi negara kita Pancasila, untuk NKRI, untuk konstitusi kita, serta Bhinneka Tunggal Ika, serta untuk Indonesia maju yang semakin jaya,” ungkapnya.

    Di penghujung amanatnya, Presiden mengingatkan bahwa capaian para pamong praja muda tak bisa lepas dari jerih payah berbagai pihak, terutama orang tua dan para dosen, pelatih, serta pengasuh di kampus. Untuk itu, Presiden berharap agar para pamong praja muda mensyukuri hamparan kesempatan dan dukungan tersebut.

    “Selamat bertugas para Pamong Praja Muda Indonesia. Teruslah belajar mengikuti perkembangan zaman. Jaga integritasmu sebagai pelayan masyarakat, jagalah kehormatan dirimu sebagai Abdi Negara, buatlah Indonesia maju di tangan Saudara-saudara,” tandasnya.

    Lantik 881 Pamong Praja Lulusan IPDN secara Virtual

    Presiden Joko Widodo melantik calon pamong praja muda lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan XXVII tahun 2020 secara virtual. Sebanyak 881 pamong praja muda terdiri atas 176 orang lulusan program strata satu (S-1) Ilmu Pemerintahan dan 705 orang lulusan program diploma empat (D-IV) Ilmu Pemerintahan.

    “Dengan mengucapkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karunia-Nya, pada hari ini, Rabu, bulan Juli, tahun 2020, saya Presiden Republik Indonesia atas nama pemerintah Republik Indonesia melantik saudara-saudara sebagai pamong praja muda lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri angkatan XXVII tahun 2020. Saya percaya bahwa saudara-saudara dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan,” ucap Presiden.

    Dalam amanatnya, Presiden memberikan ucapan selamat kepada seluruh pamong praja muda yang baru saja ia lantik. Dirinya memahami bahwa perjuangan para pamong praja mulai dari saringan di daerah, gemblengan di kampus, hingga dapat dilantik hari ini tidaklah mudah.

    “Pada kesempatan yang berbahagia ini, atas nama pribadi, atas nama masyarakat, atas nama bangsa dan negara saya menyampaikan selamat atas pelantikan Saudara-saudara sebagai Pamong Praja Muda. Selamat menyandang status yang baru dengan segala hak dan kewajiban yang melekat padanya,” ujarnya.

    Menurut Presiden, kebangsaan dan ke-Indonesia-an telah tertanam kuat pada diri setiap pamong praja. Tak hanya itu, komitmen para pamong praja untuk melayani masyarakat juga tidak diragukan.

    “Tetapi komitmen saja tidaklah cukup, sebagai Pamong Praja Muda Saudara harus menjadi penggerak inovasi, menjadi motor reformasi birokrasi, menjadi motor pengembangan cara-cara kerja baru, menjadi motor penggerak pemerintahan,” tegasnya.

    Hadir secara langsung di Istana Bogor dalam pelantikan kali ini yaitu empat perwakilan calon pamong praja yang mewakili empat agama sekaligus sebagai pengucap ikrar pamong praja. Mereka adalah Harsen Nursa Prabawa sebagai perwakilan beragama Islam, Aris Patrichius Waisimon sebagai perwakilan beragama Kristen Protestan, Steffani Aurelia Adhista Wagiu sebagai perwakilan beragama Katolik, dan I Gusti Ayu Nindya Astari sebagai perwakilan beragama Hindu.

    Selain itu, calon pamong praja yang hadir secara langsung di Istana yaitu mereka yang meraih predikat lulusan terbaik, masing-masing Novawan Aditya Ristara sebagai peraih penghargaan Kartika Pradnya Utama, dan Ainun Ma’rifah sebagai peraih penghargaan Kartika Astha Brata. Keenam calon pamong praja yang hadir langsung telah melewati sejumlah protokol kesehatan pencegahan Covid-19, termasuk melakukan uji swab sebelumnya.

    Sementara itu, sebagian besar dari para calon pamong praja mengikuti jalannya prosesi acara melalui konferensi video di Kampus IPDN Cilandak Jakarta dan Kampus IPDN Jatinangor sebagai bagian dari kepatuhan terhadap protokol kesehatan di tengah pandemi.

    Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah undangan terbatas di antaranya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md., Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

    Berita Terkait

    Dorong PBB Perkuat Kerja Sama dalam Penanganan Covid-19

    Seluruh pihak harus bekerja sama dan memastikan bahwa semua negara mendapatkan akses setara terhadap vaksin yang aman dan terjangkau. Selengkapnya

    Presiden Sampaikan Pidato dalam Sidang Majelis Umum ke-75 PBB

    Pidato tersebut disampaikan secara virtual dan disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu (23/09/2020). Selengkapnya

    Presiden Instruksikan Percepatan Pembangunan Pelabuhan Patimban

    Pada November 2019 lalu Presiden Joko Widodo telah meninjau perkembangan pembangunan Pelabuhan Patimban yang merupakan proyek pembangunan be Selengkapnya

    Pemerintah Dorong Inisiatif Pemda Sediakan Fasilitas Kesehatan

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mendorong pemerintah daerah untuk melakukan inisi Selengkapnya