FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    25 06-2020

    216

    Kebijakan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi Harus Berjalan Beriringan

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Surabaya, Kominfo - Pandemi Covid-19 yang tengah dihadapi Indonesia dan sebagian besar negara-negara lainnya merupakan sebuah masalah bersama yang harus dihadapi. Presiden Joko Widodo mengingatkan agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama dan menghasilkan sebuah kerja luar bisa dari seluruh kalangan untuk menanganinya.

    “Jangan sampai ada yang masih memiliki perasaan kita sedang normal-normal saja. Berbahaya sekali. Ini tidak dialami oleh negara kita Indonesia saja, tapi 215 negara mengalami hal yang sama,” ujarnya saat memberi arahan di posko penanganan dan penanggulangan Covid-19 di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (25/06/2020).

    Pemahaman yang sama juga diharapkan tumbuh di kalangan masyarakat. Dalam praktiknya, masyarakat turut berperan dalam upaya penanganan penyebaran Covid-19 di berbagai wilayah di Indonesia. Bentuk dukungan yang dapat dilakukan masyarakat di antaranya dengan berdisiplin menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari.

    “Jangan sampai ada masyarakat yang memiliki perasaan yang masih normal-normal saja sehingga ke mana-mana tidak pakai masker, lupa cuci tangan sehabis kegiatan, masih berkerumun di dalam kerumunan-kerumunan yang tidak perlu. Ini yang terus harus kita ingatkan,” kata Presiden.

    Satu hal yang juga perlu dipahami bersama ialah bahwa selain menghadapi persoalan kesehatan, Indonesia dan sebagian besar negara lainnya juga berupaya keras untuk mempertahankan perekonomiannya. Sejumlah lembaga memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi global akan mengalami pertumbuhan negatif di tahun ini.

    “Artinya apa? Demand nanti akan terganggu. Kalau demand terganggu suplai akan terganggu. Kalau suplai terganggu produksi juga akan terganggu. Artinya demand, suplai, dan produksi semuanya rusak dan terganggu,” tuturnya.

    Maka itu, kebijakan kesehatan dan pemulihan ekonomi sejatinya harus berjalan beriringan dengan penuh kecermatan dan kehati-hatian. Tidak bisa hanya berfokus pada urusan ekonomi namun mengabaikan urusan kesehatan. Tidak bisa juga berkonsentrasi penuh pada urusan kesehatan namun membiarkan ekonomi terganggu.

    “Gas dan rem inilah yang selalu saya sampaikan kepada gubernur, bupati, dan wali kota ini harus pas betul. Ada keseimbangan sehingga semua dapat dikerjakan dalam waktu bersamaan,” ucapnya.

    Turut mendampingi Presiden saat meninjau posko penanganan dan penanggulangan Covid-19 Jawa Timur antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md., Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

    Selain itu tampak juga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

    Berita Terkait

    Bangun Ekonomi dari Pinggiran untuk Pemerataan Pembangunan

    Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian yang juga adalah Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) memiliki tugas untuk menetap Selengkapnya

    Perkuat Ketahanan di Masa Pandemi, Pemerintah Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Teknologi Digital

    Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi terus berupaya mendukung ketahanan sektor ekonomi kreatif Indonesia di masa pandemi Selengkapnya

    Kedisiplinan Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan, Percepat Kebangkitan Ekonomi

    Pelaksanaan Operasi Yustisi yang dimulai serentak nasional sejak Senin 14 September 2020, diharapkan dapat menegakkan kedisiplinan masyaraka Selengkapnya

    Pemerintah Tingkatkan Kapasitas Fasilitas Kesehatan dan Pusat Karantina Pasien Covid-19

    Selain di Wisma Atlet Kemayoran, pemerintah juga menyiapkan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) di berbagai wilayah seperti di Ciloto yang Selengkapnya