FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    14 11-2019

    250

    Jadi Panduan, Presiden Ingin RPJMN 2020-2024 Disusun Secara Jelas dan Realistis

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Jakarta, Kominfo - Presiden Joko Widodo mengharapkan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024 bukan menjadi dokumen formalitas. Tapi betul-betul menjadi panduan, sambung Presiden, menjadi rencana pemerintah, dalam melangkah ke depan menuju Indonesia maju.

    “Karena itu yang termuat dalam dokumen itu harus jelas, harus jelas arahnya, harus jelas targetnya, harus jelas dampak kepada rakyat kita. Targetnya harus betul-betul terukur, dikalkulasi yang baik dengan memperhitungkan berbagai aspek, termasuk konteks ketidakpastian ekonomi global sekarang ini,” kata Presiden saat memberikan pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna (SKP) tentang RPJMN 2020-2024, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (14/11/2019) sore.

    Presiden menunjuk contoh misalnya, target pertumbuhan ekonomi juga harus dikalkulasi dengan baik dan juga disampaikan bagaimana strategi untuk mencapai target-target tersebut. Begitu pula, lanjut Presiden, dengan penurunan kemiskinan targetnya harus jelas berapa persen harus turun dan dalam waktu berapa lama.

    Kepala Negara juga menyampaikan bahwa outcome-nya juga, dampaknya juga, manfaatnya bagi rakyat juga, harus bisa diukur sehingga menjadi pegangan bersama yang bisa dimonitor, yang bisa kita evaluasi bersama-sama.

    “Saya ingin dalam dokumen RJMN yang dimuat itu ada betul-betul peta jalannya, roadmap nya ada, bagaimana cara mencapai target tersebut. Peta jalan yang jelas, tahapannya seperti apa, rutenya apa saja, dan betul-betul realistis bisa dilakukan, jangan abstrak, jangan normatif,” tegas Presiden.

    Clearing House

    Presiden menegaskan kembali, tidak ada visi misi menteri. Ia menyampaikan bahwa semua harus mengacu kepada RPJMN sebagai penuangan visi misi Presiden-Wakil Presiden. Ia ingin agar semuanya bisa sambung satu garis lurus dari pusat sampai ke daerah, dan dimulai dari RPJMN.

    “Sambung ke sasaran pokok serta agenda prioritas nasional lalu sambung lagi ke rencana-rencana strategis dari setiap kementerian,” terang Presiden.

    Oleh karena itu, Presiden meminta agar Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dapat menjadi clearing house untuk melihat konsistensi antara rencana strategi di kementerian dengan yang tertuang di RPJMN dan visi misi Presiden dan Wakil Presiden.

    Presiden menekankan agar rancangan perencanaan yang dibuat harus betul-betul sambung dengan penganggaran, dan juga ter-delivered dengan baik oleh kementerian. “Jangan sampai yang sudah direncanakan RPJMN berbeda dengan apa yang dikerjakan kementerian, dan juga berbeda dengan yang dianggarkan dengan kementerian keuangan, harus sambung semuanya,” tegas Presiden seraya menambahkan, karena itu kementerian Bappenas, Kementerian Keuangan harus menjadi tangannya Presiden dalam memastikan RPJMN terwujud dalam rencana dalam anggaran kementerian-kementerian.

    Terakhir Presiden meminta agar sinergi antara lintas kementerian dan lembaga dan juga pemerintah daerah harus dibangun bersama. Sehingga ada kesamaan gerak langkah, tidak melangkah sendiri-sendiri. Disamping itu, Presiden meminta juga para menteri memperkuat pengendalian atas eksekusi program-program prioritas di lapangan.

    “Sering kali kita kaya dalam perencanaan tapi miskin dalam implementasi atau dalam eksekusi. Karena itu kendala proses eksekusi, efektivitas proses delivery harus menjadi tekanan dalam rancangan RPJMN 2020-2024,” pungkas Presiden.

    SKP itu dihadiri oleh Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin dan semua menteri Kabinet Indonesia Maju, kecuali Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang berhalangan hadir dan diwakili Wakil Menteri Pertahanan Sakti Trenggono.

    Berita Terkait

    Selalu di Hati dan Selalu Rindu, Presiden: Insan Pers adalah Teman Saya

    Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa insan pers adalah teman. Menurutnya ketika berhadapan dengan insan pers, Presiden selalu selalu di h Selengkapnya

    Tim Penjemput dalam Perjalanan, Presiden: WNI di Provinsi Hubei Sehat dan Senang akan Kembali

    Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa Tim penjemput dari Tanah Air sudah dalam perjalanan menuju Provinsi Hubei, Republik Rakyat Tiongkok Selengkapnya

    Ekonomi Dunia Saat Ini Melambat, Presiden: Selain Berdoa, Kita Harus Kerja Keras dan Cepat

    Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa selain berdoa tentu harus selalu bekerja keras dan kerja cepat sebab kondisi ekonomi dunia sekarang Selengkapnya

    Hadiri Perayaan Natal Nasional 2019, Presiden: Negara Menjamin Kebebasan Beragama dan Beribadah

    Presiden Joko Widodo menegaskan, bahwa di negara Pancasila, negara menjamin kebebasan beragama dan beribadah menurut agama masing-masing. Selengkapnya