FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
11 11-2018

251

Topang Industri Kreatif, Presiden: Bekraf Bisa Jadi Kementerian

Kategori Berita Pemerintahan | mth

Bandung, Kominfo - Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia akan dikenal sebagai negara dengan industri kreatif yang kuat. Hal itu dapat terwujud ketika Indonesia konsisten dengan dengan apa yang dijalankan dan mengembangkan peluang bagi desainer Indonesia. Bahkan menurutnya jika diperlukan bisa saja Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) menjadi satu kementerian.

“Kenapa kemarin BEKRAF kita bentuk, salah satunya adalah untuk memberikan peluang itu. Kalau memang nanti ada suatu saat memang diperlukan suatu kementerian ya bisa saja Badan Ekonomi Kreatif itu loncat menjadi satu kementerian,” kata Presiden  saat berdialog dengan para milenial pelaku industri kreatif, di Braga, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (10/11/2018) malam.

Namun Presiden  menegaskan, agar produk industri kreatif Indonesia memiliki diferensiasi dengan produk-produk sejenis dari negara lain sehingga memberikan perbedaan antara Indonesia dan Jepang itu apa, Indonesia dan Jerman itu apa, Indonesia dan Korea itu apa intinya.

“Ya mungkin kayak Korea mainnya di apa Entertainment pop apa saya masuk beberapa tempat di sana apa musik misalnya kita main di ini yang lain Lini yang lain. Kalau kita konsisten dengan dengan apa yang kita jalankan ini kita akan dikenal sebagai negara dengan industri kreatif yang kuat dan desainer Indonesia dari kita dan produk dari apa yang lain-lainnya yang mungkin,” ujar Presiden .

Permodalan

Dalam kesempatan itu Presiden  juga mengingatkan para pelaku industri kreatif agar tidak terus merasa jadi pengusaha UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) terus, khususnya dalam pengajuan kredit.

Ia menyebutkan, pemerintah telah memberikan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para pelaku industri UMKM dengan bunga kredit sudah diturunkan menjadi 7 persen. Namun plafon KUR, lanjut Presiden, sudah dinaikkan jadi Rp500 juta. Kalau pelaku industri kreatif membutuhkan modal di atas Rp500 juta, Presiden menyarankan untuk lepas dari UMKM.

“Kalau sudah mentok 500 dan meloncat ke bunga yang komersial. Jadi bisa menjadi apa miliar dan bisa naik lagi triliun kalau perlu, gitu. Jangan yang UMKM di bawah itu,” tutur Presiden seraya menambahkan, kalau sudah gede ya jangan merasa di situ terus enggak jadi menengah nanti.

“Kita kan pengen yang mikro menjadi kecil yang kecil menjadi menengah dan menengah menjadi gede,” sambung Presiden .

Presiden menjelaskan, pemerintah menyiapkan sebuah lembaga modal ventura untuk mem-back up digital ekonomi yang sampai saat ini memang belum ada yang berani membiayai start up kita untuk bisa meloncat ke jenjang yang lebih tinggi.

Namun Presiden menyampaikan kebanggaannya karena sudah ada 4 unicorn yang kita miliki sekarang ini dari 7 yang ada di ASEAN 4 , yaitu Gojek, Traveloka, Bukalapak sama Tokopedia.

“Saya senang Gojek sekarang sudah mulai ekspansi ke Vietnam akan ke Filipina, akan ke Singapura,” ucap Presiden .

Tampak hadir mendampingi Presiden  dalam kesempatan itu antara lain Seskab Pramono Anung, Menperin Airlangga Hartarto, Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita, Kepala BEKRAF Triawan Munaf, dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki.

Berita Terkait

Fokus Bangun Infrastruktur, Presiden: Kita Kalah Jauh Dibanding Negara Tetangga

Presiden Joko Widodo mengemukakan, pemerintah dalam 4,5 tahun ini sengaja memilih fokus membangun infrastruktur. Hal ini dilakukan bukan tan Selengkapnya

Dorong Ekspor, Pemerintah Sederhanakan Aturan Ekspor Kendaraan CBU

Pemerintah mengeluarkan kebijakan yang bertujuan memberikan kemudahan ekspor. Kali ini melalui simplifikasi prosedur ekspor kendaraan bermot Selengkapnya

Presiden Tegaskan Jaminan Kemerdekaan Pers dan Berpendapat

Presiden Joko Widodo menegaskan, pemerintah menjamin prinsip kemerdekaan pers dan kebebasan berpendapat, kebebasan yang dipandu oleh tanggun Selengkapnya

Indeks Korupsi Indonesia 38, Presiden: Kenaikan Harus Disyukuri!

Presiden Joko Widodo menilai Indeks Persepsi Korupsi atau Corruption Perceptions Index (CPI) Indonesia yang saat ini mendapat skor 38 atau n Selengkapnya