FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
02 10-2017

466

Presiden: Jangan Biarkan Pelaku Usaha ‘Wait and See’

Kategori Berita Pemerintahan | mth

Jakarta, Kominfo - Presiden Joko Widodo mengingatkan kepada seluruh kementerian dan lembaga agar jangan membiarkan investasi, investor, pelaku-pelaku usaha wait and see. Ia menyebutkan, mereka-mereka ini kalau ditanya ngomongnya terus wait and see.
“Artinya kalau ada masalah, ada problem, segera di kementerian-kementerian ini diselesaikan,” tegas Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada sidang kabinet paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (02/10/2017) siang.
Presiden menegaskan, dunia usaha harus didukung, harus difasilitasi, harus dibantu. Karena yang bisa membuka lapangan pekerjaan, yang bisa menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan infrastruktur, itu mereka. 60-70 persen itu ada di mereka.
“Jadi tolong ini yang berkaitan dengan perizinan, sekali lagi, yang berkaitan dengan investasi betul-betul kita perhatikan,” pinta Presiden.

Tahun 2018, Fokus Soal Kemiskinan
Sebelumnya pada awal pengantarnya, Presiden Jokowi menekankan, agar masyarakat yang terkena dampak letusan dari Gunung Sinabung dan yang kedua dari Gunung Agung, dibantu secara maksimal dari semua sisi.
Kemudian yang berkaitan dengan Rakhine State dan pengungsi yang ada di Bangladesh maupun di Myanmar, menurut Presiden, pemerintah juga tetap konsen untuk terus  membantu saudara-saudara kita yang menghadapi musibah itu.
Mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018, Presiden minta agar lebih difokuskan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan, yang pertama, kemiskinan.  “Anggaran yang berkaitan dengan ini agar betul-betul diperhatikan dan ditambah,” pesannya
Kemudian yang kedua, yang berkaitan dengan pengangguran, ini nanti berkaitan dengan investasi dan lain-lainnya.
Yang ketiga, yang berkaitan dengan ketimpangan, menurut Presiden,  mulai Oktober ini akan dimulai masalah hutan sosial, masalah pembukaan Bank Wakaf Mikro.
Sidang Kabinet Paripurna dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, para menteri kabinet kerja, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Sumber

Berita Terkait

Presiden Tegaskan 2019 Pemerintah Fokus Pada Pembangunan SDM

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menggelar Sidang Kabinet Paripurna bersama seluruh jajarannya di Istana Negara, Jakarta. Selengkapnya

Presiden Minta Diplomat Lakukan Pendekatan Diplomasi Sesuai Zaman

Presiden Joko Widodo mengatakan, tugas diplomat zaman sekarang harus mampu menyesuaikan perkembangan zaman. Ia menjelaskan, warga Indonesia Selengkapnya

Presiden: Kita Negara Besar

Presiden Joko Widodo memperingatkan menteri, dubes dan jajarannya untuk tak lagi mencari-cari bantuan dari negara-negara lainnya. Mantan wal Selengkapnya

Kemenpar Tetapkan Top Five Pasar Utama Wisman

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menetapkan Tiongkok, Eropa, Australia, Singapura, dan India sebagai Top Five (5) pasar utama wisatawan man Selengkapnya