FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    18 07-2019

    259

    BI Turunkan Suku Bunga Acuan 25 Basis Poin Jadi 5,75%

    KategoriBerita Pemerintahan | vera002
    Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI dihadapan wartawan di gedung BI, Jakarta, Kamis (18/7/2019). Hasil RDG tersebut BI memutuskan untuk menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) atau suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi sebesar 5,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50%. - (antarafoto)

    Jakarta, Kominfo - Setelah bertahan sejak November 2018, Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps, dari 6 persen menjadi 5,75 persen. Selain itu, BI juga menurunkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi sebesar 5,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50%.

    “Kebijakan tersebut ditempuh sejalan dengan tetap rendahnya prakiraan inflasi dan perlunya mendorong momentum pertumbuhan ekonomi, di tengah kondisi ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun dan stabilitas eksternal yang terkendali,” bunyi siaran pers BI yang ditandatangani oleh Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko, Kamis (18/7/2019).

    Ditegaskan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, strategi operasi moneter tetap diarahkan untuk memastikan ketersediaan likuiditas di pasar uang dan memperkuat transmisi kebijakan moneter yang akomodatif.

    “Kebijakan makroprudensial tetap akomodatif untuk mendorong penyaluran kredit perbankan dan memperluas pembiayaan bagi perekonomian,” jelas Onny.

    Kebijakan sistem pembayaran dan pendalaman pasar keuangan, lanjut Onny, juga terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

    Ke depan, Bank Indonesia memandang masih terbuka ruang bagi kebijakan moneter yang akomodatif sejalan dengan rendahnya prakiraan inflasi dan perlunya mendorong momentum pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.

    “Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk mempertahankan stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik, serta meningkatkan ekspor, pariwisata, dan aliran masuk modal asing, termasuk Penanaman Modal Asing (PMA),” ujar Onny.

    Sumber

    Berita Terkait

    BPS: Indeks Pembangunan Manusia Indonesia Naik Jadi 71,39

    Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, bahwa angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia pada tahun 2018 telah mencapai 71,39 atau Selengkapnya

    Presiden Ajak Terus Gelorakan Semangat Juang Ibu Kartini

    Presiden Joko Widodo mengajak para perempuan Indonesia untuk terus menggelorakan semangat juang Ibu Kartini. Ajakan ini disampaikan Presiden Selengkapnya

    Gunakan Agama Untuk Bangun Saling Paham dan Hindari Konflik

    Masyarakat Indonesia harus mengambil pelajaran dari berbagai konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia yang bisa berdampak memecah bela Selengkapnya

    Tekankan Evakuasi Korban Jadi Prioritas Pertama

    Presiden Joko Widodo menekankan jajarannya untuk memprioritaskan evakuasi korban sebagai langkah pertama penanganan bencana gempa dan tsunam Selengkapnya