FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    03 01-2019

    8279

    Pemerintah Tetapkan 7 November Jadi Hari Wayang Nasional

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Jakarta, Kominfo - Wayang makin mendapatkan perhatian di Indonesia. Setelah ditetapkan UNESCO sebagai World Master Piece of Oral and Intangible Heritage of Humanity, kini hari penetapan itu dijadikan Hari Wayang Nasional.

    Salah satu pertimbangan penetapan Hari Wayang Nasional adalah wayang telah tumbuh dan berkembang menjadi aset budaya nasional yang memiliki nilai sangat berharga dalam pembentukan karakter dan jati diri bangsa Indonesia. Penetapan itu juga dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran dan kecintaan masyarakat terhadap wayang Indonesia.

    Tepat pada 17 Desember 2018, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 30 Tahun 2018 tentang Hari Wayang Nasional.

    “Menetapkan tanggal 7 November sebagai Hari Wayang Nasional,” bunyi diktum KESATU Keppres tersebut.

    Ditegaskan dalam Keppres tersebut, Hari Wayang Nasional bukan hari libur.

    “Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan,” bunyi diktum KETIGA Keppres Nomor 30 Tahun 2018, yang telah ditetapkan di Jakarta pada tanggl 17 Desember 2018.

    Berita Terkait

    Pemerintah Kembangkan Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah Berbasis Pondok Pesantren

    Pemerintah mengembangkan Pondok Pesantren untuk mereplikasi implementasi ekosistem pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Kebijakan ini Selengkapnya

    Pemerintah Percepat Realisasi Belanja Guna Pulihkan Ekonomi Nasional

    Berdasarkan angka yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Indonesia pada triwulan II 2020 terkontraksi sebesar 5,32 pers Selengkapnya

    Pemerintah Bahas Kampanye Penggunaan Masker untuk Masyarakat

    Angka kasus positif Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah setiap hari. Hal tersebut dapat disebabkan salah satunya akibat adanya masya Selengkapnya

    Presiden Serahkan Hewan Kurban di Masjid Istiqlal

    Penyerahan hewan kurban secara simbolis dilakukan oleh Menteri Agama Fachrul Razi yang mewakili Presiden dan Wakil Presiden. Selengkapnya