FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
05 06-2017

587

Kita Bisa Menjadi Negara Barbar Kalau Membiarkan Persekusi

Kategori Berita Pemerintahan | mth

Jakarta, Kominfo - Persekusi adalah perbuatan yang berlawanan dengan azas-azas hukum negara. “Sangat berlawanan dengan azas-azas hukum negara, jadi perorangan maupun kelompok-kelompok, maupun organisasi apapun, tidak boleh main hakim sendiri, tidak boleh,” ucap Presiden Joko Widodo setelah menyampaikan sambutan di Universitas Muhammadiyah Malang, Sabtu (03/06/2017).

Terlebih lagi bila mengatasnamakan penegakan hukum, “Tidak ada, tidak boleh dan tidak ada. Kita bisa menjadi negara barbar kalau hal seperti ini dibiarkan,” kata Presiden.

Presiden menjelaskan bahwa dirinya sudah memerintahkan Kapolri untuk menindak tegas pelaku persekusi. “Tidak boleh hal-hal seperti itu dibiarkan,” ucap Presiden.

Oleh karenanya, Presiden meminta kepada siapapun, baik individu, kelompok maupun organisasi masyarakat dari kelompok manapun untuk segera menghentikan aksi persekusi. “Hentikan dan semuanya serahkan persoalan-persoalan yang akan datang itu kepada aparat hukum, kepada Kepolisian,” kata Presiden.

Video Keterangan Pers Presiden RI, Malang, 3 Juni 2017

Sumber

Berita Terkait

Pemerintah Serius Tangani Pelanggaran HAM Masa Lalu Walau Sulit

Wiranto menegaskan, kendati bukan menjadi hal yang mustahil, idealnya penanganan terhadap kasus dugaan pelanggaran HAM dilakukan di masa ter Selengkapnya

Presiden: Jangan Sampai Sejarah Kelam Kekejaman PKI Terulang

Pemerintah akan selalu memegang teguh TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966 dengan tidak memberi ruang kepada Partai Komunis Indonesia (PKI). “Arti Selengkapnya

Presiden: Saya Tidak Akan Membiarkan KPK Diperlemah

"Perlu saya tegaskan bahwa saya tidak akan membiarkan KPK diperlemah. Oleh sebab itu kita harus sama-sama menjaga KPK," ujar Presiden usai m Selengkapnya

Pemerintah Utamakan Keamanan Negara dan Masyarakat

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pemerintah menutup Telegram karena aplikasi tersebut dianggap dapat dimanfaatkan sebagai jalur komunik Selengkapnya

comments powered by Disqus