FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    26 01-2017

    3574

    Di Era Digital, Tuna Netra Harus Maju

    Kategori Berita Kementerian | daon001

    Bandung, Kominfo - Setiap warga negara Indonesia, termasuk penyandang tunanetra memiliki hak yang sama.  Salah satunya hak untuk berekspresi, berkomunikasi, dan memperoleh informasi. Hal itu sesuai amanat Pasal 24 Huruf B UU No.8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang menjamin hak berekspresi, berkomunikasi, dan memperoleh informasi bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan informasi dan berkomunikasi melalui media yang mudah diakses.

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan saat ini Indonesia memasuki era digital. Dan kita harus mengikuti era tersebut karna kalo tidak Indonesia akan tertinggal, sedangkan  dari sisi infrastruktur memang Indonesia saat ini masih urutan  ke4 di antara negara ASEAN,  tapi insyaallah kita akan lanjut membangun," kataya dalam Peresmian Pustaka Mitra dan Buku E-Pub untuk Tunanetra di Bandung, Kamis (26/01/2017).

    Rudiantara menegaskan bahwa  saat ini dimanapun setiap orang berada bisa menikmati internet berkecepatan tinggi. “Tahun 2019 kita akan menjadi negara kedua di ASEAN. Kalau dibanding Singapura tentunya sebagai negara secara geografis Singapura tantangannya tidak seberat Indonesia. Jadi paling lama 2019, seluruh ibukota kabupaten yang ada di Indonesia harus sudah memiliki akses pita lebar internet berkecepatan tinggi," tandasnya.

    Menkominfo memberikan dorongan agar penyandang disabilitas dapat belajar homescholing. ”Insyaallah nanti teman-teman yang tuna netra bisa ikut dan pasti diikutkan jadi peserta homeschooling. Jadi yang tuna netra bisa mengikuti ini bahkan saya yakin pasti punya kelebihan barangkali dalam konteks logis pemikiran yang cepat,” paparnya.

    Diakhir sambutan, Menkominfo mengucapkan Selamat Ulang Tahun yang ke-51 kepada  Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni). Rudiantara juga mengucapkan terimakasih telah membantu kaum tunanetra di Indonesia. "Semoga pengurus dan pembina mendapat barokah," ucapnya.

    Dalam acara itu secara khusus diluncurkan perpustakaan buku elektronik atau e-Pub. Melalui e-Pub para disabilitas tunanetra  akan mudah untuk mencari buku dan secara bertahap diharapkan dapat menjadi pengguna perpustakaan online tersebut. Kehadiran e-Pub dapat memiliki pilihan baru dalam membaca buku, sehingga mempermudah memperoleh bahan bacaan dan referensi yang dibutuhkan. (sonz-ddh)

    Berita Terkait

    Modus Penipuan Bergeser, Tak Hanya PIN yang Harus Dirahasiakan

    Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Ahmad M. Ramli, mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam me Selengkapnya

    Sinergitas Bangun Karakter Kebangsaan Milenial

    Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Widodo Muktiyo menyatakan gelombang informasi yang Selengkapnya

    SAIK 2019 Jadi Momentum Tumbuhkan Kecerdasan Digital Generasi Muda

    Festival Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik (SAIK) 2019 menjadi momentum bagi generasi muda Bangka Belitung untuk menumbuhkkan kec Selengkapnya

    Menkominfo: Lewat Literasi Digital, Kita Perangi Hoaks

    Menanggapi masih banyaknya konten negatif di dunia maya, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak peserta yang hadir pada Sibe Selengkapnya