FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
03 01-2017

17785

Kementerian Kominfo Tawarkan Beasiswa S-2 Luar Negeri

Kategori Sorotan Media | yunita

Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membuka pendaftaran beasiswa pendidikan S-2 luar negeri.

 

Dalam siaran pers No. 94/HM/KOMINFO/12/2016 disebutkan bahwa target beasiswa ini adalah Aparatur Sipil Negara, TNI, POLRI, dan karyawan/karyawati swasta yang bekerja di sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi. Namun perlu digarisbawahi, dosen dan tenaga pengajar tidak diperkenankan mengikuti beasiswa ini.

 

Adapun persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon pelamar beasiswa ini adalah sebagai berikut:

 

1. Warga Negara Indonesia (WNI);

 

2. Berusia maksimal 37 tahun pada tanggal 31 Desember 2017;

 

3. Belum memiliki gelar S2 dan tidak sedang menerima beasiswa lain dan/atau sedang mengikuti program pendidikan S2 dari lembaga lain;

 

4. Mendapatkan izin pejabat yang berwenang;

 

5. Telah memiliki pengalaman kerja minimal 2 (dua) tahun;

 

6. Pelamar harus menunjukkan potensi menjadi pemimpin, pembuat keputusan, memiliki atribut personal, integritas, intelektual dan interpersonal yang mencerminkan potensi ini;

 

7. Akan kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan;

 

8. Diutamakan telah mendapatkan Unconditional Letter of Acceptance (LoA) dari salah satu perguruan tinggi yang termasuk dalam 300 universitas terbaik dunia;

 

9. Lulusan Sarjana (S1) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,0 (dari skala 4,0);

 

10. Memiliki nilai Tes Potensi Akademik (TPA) minimal 550;

 

11. Memiliki nilai TOEFL iBT minimal 79 atau TOEFL paper-based 570 atau IELTS 6.5; (Syarat nomor 9 s.d. 11 dikecualikan bagi mereka yang telah memiliki Unconditional LoA dari 300 universitas terbaik dunia);

 

12. Masa studi maksimal 2 (dua) tahun dengan bidang studi terkait TIK, meliputi:

 

a. Ekonomi terkait e-Commerce, e-Business, digital economy;

 

b. Hukum terkait TIK (hukum siber, hukum IT, hukum telekomunikasi, dll);

 

c. Media dan Komunikasi, Komunikasi Bisnis Internasional, Animasi;

 

d. Kebijakan publik bidang TIK;

 

e. Ilmu Komputer, Teknologi Informasi, Manajemen Informasi, Sistem Informasi, Telematika, Keamanan Informasi; dan

 

f. Bidang studi lain yang menunjang TIK selain Master of Business Administration (MBA) dan Kedokteran.

 

13. Kementerian Komunikasi dan Informatika akan menanggung tuition fee maksimal setara US$ 20.000 per tahun dan living expenses setara US$ 14.400 per tahun (US$1 = Rp 13.500)

 

14. Beasiswa ini terbuka bagi penyandang disabilitas yang memenuhi persyaratan di atas;

 

15. Pendaftaran dilakukan secara online melalui beasiswaluarnegeri.kominfo.go.id. Pendaftaran dibuka dari tanggal 13 Desember 2016 sampai dengan 28 Februari 2017.

 

 Sumber : http://tekno.liputan6.com/read/2691740/kementerian-kominfo-tawarkan-beasiswa-s-2-luar-negeri

Berita Terkait

Ini Upaya Kominfo dan Polri Cegah Berita Hoax

Jelang tahun politik 2018 yakni Pilkada dan diikuti tahun berikutnya Pemilihan Presiden (Pilpres), Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Selengkapnya

Menkominfo Gandeng Bawaslu Cegah Konten Negatif

Menteri Kominfo Rudiantara akan berkoordinadi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mencegah konten ujaran kebencian dan SARA terhada Selengkapnya

Kominfo Ajak 'Ibu Pengabdi Setan' Promosi Registrasi SIM Card

Kemkominfo memang sedang melakukan kampanye registrasi kartu SIM seluler prabayar yang berlaku untuk pelanggan baru maupun lama dengan basis Selengkapnya

Aplikasi Aduan Konten Negatif Kominfo Beroperasi Awal 2018

Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara mengaku telah membuat aplikasi untuk mewadahi aduan masyarakat seputar keberadaan k Selengkapnya

comments powered by Disqus