FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    25 08-2015

    5359

    TVRI Perkuat Siaran Berbasis Digital

    Kategori Sorotan Media | sorotan.media

    Pontianak (ANTARA News) - Lembaga Penyiaran Publik TVRI terus memperkuat kualitas siaran serta tampilan layar melalui siaran digital yang diharapkan akhir tahun 2016 tuntas di seluruh ibukota provinsi.

    "Melalui dana APBN 2015, TVRI dapat membagun tiga pemancar baru dan tiga set peralatan studio digital. Sementara dengan bantuan kementerian kominfo, tahun ini akan dibangun pemancar digital, diantaranya tersebar di 6 ibukota provinsi di tanah air," kata Kepsta TVRI Kalbar Drs Sjamsurridjal Irooth, MH saat membacakan sambutan Dirut LPP TVRI, Iskandar Achmad di Pontianak, Senin.

    Ia melanjutkan, hingga tahun 2015 akan dilakukan penggantian pemancar di 24 lokasi. Kemudian pada awal tahun 2016 akan selesai pengadaan pemancar baru di 36 lokasi.

    "Dengan demikian pada akhir tahun 2016 seluruh ibukota provinsi di Indonesia sudah terjangkau siaran digital dengan jangkauan penduduk 54,5 persen dan jangkauan siaran 43,2 persen. Selanjutnya diharapkan pada tahun 2018 hingga 2019 jangkauan siaran TVRI akan mencapai 72 persen dan jangkauan penduduk mencapai 88 persen," ujar dia.

    Ia menambahkan, pada Senin (24/8), TVRI genap berusia 53 tahun. "53 tahun adalah usia yang matang dan sarat dengan pengalaman. Dalam kurun waktu tersebut terdapat sejumlah keadaan yang kita hadapi dan rasakan bersama, serta sejumlah kegiatan yang telah kita lakukan bersama", ujarnya.

    Sebagai saluran pemersatu bangsa, TVRI aktif menayangkan berbagai liputan, antara lain melalui liputan kenegaraan detik-detik HUT RI di Istana Negara, pelantikan anggota DPR dan DPD RI serta pelantikan Presiden dan Wapres pada tanggal 20 Oktober 2014.

    Lalu, pelestarian seni budaya, olahraga, sosial politik dan berantas korupsi, termasuk menyajikan siaran acara lain yang berskala internasional yang dipancarluaskan oleh TVRI adalah peristiwa 60 tahun Konferensi Asia Afrika di Bandung April 2015.

    Selain itu belum lama ini TVRI juga bertindak sebagai tuan rumah menyajikan program khusus pelaksanaan acara ANI Robocon 2015 di Jogjakarta. "Dalam peningkatkan pelayanan publik, sejak awal tahun 2015 TVRI telah merealisasikan 4 saluran digital dan sudah dapat dinikmati di 10 ibukota provinsi di Indonesia," papar Sjamsurridjal Irooth melanjutkan sambutan direktur LPP TVRI, Iskandar Achmad.

    Pihaknya menyadari, saat ini semakin banyak dan majunya siaran televisi swasta baik yang bersiaran nasional maupun lokal, maka selera masyarakat terbentuk secara dominan oleh pengaruh siaran TV swasta.

    Untuk itu, tantangan yang dihadapi TVRI terkait kondisi ini adalah agar TVRI dapat membuat program-program yang menarik perhatian masyarakat. "Namun tetap berorientasi pada kepentingan publik," katanya menegaskan.

    Sebagai langkah awal memperbaiki On Air Look dan penguatan konten, TVRI melahirkan beragam program baru guna memperindah sekaligus memperkuat tampilan layar TVRI. "Dengan didukung 29 stasiun di daerah, kebhinekaan dan warna layar TVRI sekaligus mempertegas TVRI konsisten menjadi LPP yang menjaga kedaulatan TVRI," kata Sjamsulridjal Irooth.

     

    Sumber: http://news.analisadaily.com/read/tvri-perkuat-siaran-berbasis-digital/164190/2015/08/25

    Ditampilkan sejak tanggal: 25/8/2015

    Berita Terkait

    Kemenkominfo Sediakan 50.000 Beasiswa Digital

    Kementerian Komunikasi dan Informatika pada 2020 menyediakan 50.000 beasiswa digital, untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing sumber Selengkapnya

    Kominfo, WhatsApp Kenalkan Literasi Privasi Dan Keamanan Digital

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama ICT Watch, WhatsApp, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) meluncurkan program litera Selengkapnya

    2.500 Pedagang Pasar di Balikpapan Sudah Melek Digital

    Grebeg Pasar Ayo UMKM Go Online yang diselenggarakan oleh Kemenkominfo di Kota Balikpapan berhasil mengajak hampir 2.500 pedagang ke marketp Selengkapnya

    Jaga Persatuan Bangsa Lewat Komunikasi Positif

    Sebagai negara yang multikultur, agama dan etnis, Indonesia paling rawan terjadinya konflik berlatar Suku, ras dan agama (SARA). Komunikasi Selengkapnya