FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    01 03-2024

    346

    Wamenkominfo Jamin Perpres Publisher Rights Jaga Kebebasan Pers

    SIARAN PERS NO. 179/HM/KOMINFO/03/2024
    Kategori Siaran Pers

    Siaran Pers No. 179/HM/KOMINFO/03/2024

    Jumat, 1 Maret 2024

    tentang

    Wamenkominfo Jamin Perpres Publisher Rights Jaga Kebebasan Pers

    Di tengah gelombang digitalisasi yang menghantam industri media, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Nezar Patria menegaskan bahwa regulasi Publisher Rights yang baru disahkan Presiden ini tidak hanya menjanjikan masa depan yang cerah bagi jurnalisme berkualitas di era digital, tetapi juga menegaskan komitmen negara terhadap kebebasan pers.

    "Regulasi ini tidak bertujuan untuk membatasi kebebasan pers atau mengatur jenis konten tertentu. Sebaliknya, Perpres ini secara eksklusif mengatur kerja sama bisnis antara penerbit dan platform digital, tanpa satu pun pasal yang dirancang untuk membungkam kebebasan pers," ujarnya dalam Dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertema “Perpres Publisher Right, Untuk Siapa?”, di Media Center Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Jumat (01/03/2024).

    Saat ini, menurut Wamen Nezar Patria, disrupsi digital telah menghadirkan jurang yang lebar antara platform digital dan media konvensional. Media konvensional yang dulunya menjadi pilar utama jurnalisme berkualitas, kini dilanda badai disrupsi. 

    “Bahkan media konvensional tertinggal jauh dari platform digital dalam hal jangkauan audience maupun pendapatan,” ujarnya.

    Wamenkominfo berpendapat bahwa tantangan ‘filter bubble’ yang diciptakan oleh algoritma platform digital menjadi isu yang sangat penting. Menurutnya, personalisasi konten berdasarkan profil data pengguna menjadi pedang bermata dua, yakni memudahkan distribusi iklan namun juga berpotensi menggeser kekuatan informasi ke arah yang tak terduga.

    Oleh karena itu, menurut Wamen Nezar Patria, Perpres Nomor 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas atau Perpres Publisher Rights ini diharapkan dapat membentengi masyarakat dari akses informasi tidak berkualitas yang kian hari makin merebak luas di berbagai platform media sosial.

    "Namun, Perpres ini bukan solusi ajaib. Kualitas jurnalisme ultimately tetap ditentukan oleh skill dan etik jurnalis itu sendiri," tegasnya.

    Bagi Wamenkominfo, kemampuan atau skill tetap menjadi landasan utama bagi seorang jurnalis untuk menghasilkan karya yang informatif, menarik, dan mudah dipahami. Kemampuan riset, menulis, dan editing yang baik juga menjadi kunci untuk menghasilkan konten berkualitas kepada masyarakat.

    Namun kemampuan tersebut bukan segalanya, Menurut Wamen Nezar Patria, seorang jurnalis juga harus memiliki etika sebagai kompas moral dalam menjalankan tugasnya. 

    “Integritas, objektivitas, dan keberpihakan pada kebenaran menjadi nilai-nilai yang haram untuk ditawar-tawar,” tandasnya.

    Wamenkominfo menekankan, harapan jurnalisme berkualitas ini tak bisa tumbuh subur tanpa industri media yang sehat. Ibarat tanah yang menopang, industri media yang sehat menyediakan ruang bagi jurnalisme berkualitas untuk berkembang dan menjangkau lebih jauh khalayak luas.

    Wamen Nezar Patria berharap kehadiran Perpres Publisher Rights dapat menjadi salah satu langkah penting untuk mewujudkan industri media yang sehat dengan mendorong platform digital memprioritaskan jurnalisme berkualitas dan berita yang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

    Forum Merdeka Barat 9 (FMB9)

    Narahubung: Usman Kansong - Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (0816-785-320)


    Berita Terkait

    Siaran Pers No. 359/HM/KOMINFO/05/2024 tentang Menkominfo: Presiden Arahkan Satgas Judi Online Tunjukkan Kerja Nyata

    Menkominfo Budi Arie Setiadi menyatakan Presiden Joko Widodo menekankan agar hasil kerja satuan tugas konkret dan berdampak kepada masyaraka Selengkapnya

    Siaran Pers No. 355/HM/KOMINFO/05/2024 tentang Lewat Peringatan ke-116 Harkitnas, Tatap Masa Depan dengan Optimisme

    Indonesia telah memiliki modal berupa bonus demografi dan tingkat penetrasi internet yang tinggi yaitu mencapai 79,5 persen dari total popul Selengkapnya

    Siaran Pers No. 354/HM/KOMINFO/05/2024 tentang Menkominfo: Indonesia dan Filandia Jajaki Kerja Sama Digitalisasi

    Menurut Menkominfo, kolaborasi dengan Finlandia merupakan pilihan tepat dalam mendukung perkembangan teknologi di Indonesia ke depan. Selengkapnya

    Siaran Pers No. 353/HM/KOMINFO/05/2024 tentang Kebangkitan Menuju Indonesia Emas 2045, Penguasaan Teknologi Jadi Keniscayaan

    Perkembangan teknologi digital telah berkembang pesat melebihi bayangan banyak orang dalam tiga dekade terakhir. Menurutnya, kemajuan teknol Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA