FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    05 11-2023

    733

    Perempuan Harus Melek Digital

    Kategori Artikel | doni003
    - (antarafoto)

    Proporsi perempuan dalam pekerjaan yang berkaitan dengan teknologi seperti pemrograman, analisis sistem, pengembang perangkat lunak dan lainnya baru mencapai 17%. Sedangkan jumlah ilmuwan perempuan di bidang engineering juga baru mencapai 20%.

    Data International Telecommunication Union Tahun 2022 menunjukkan, sebagian besar dari 2,7 miliar penduduk dunia yang belum memiliki akses internet berasal dari kalangan perempuan. Masih dengan data yang sama, pengguna internet aktif di dunia proporsi laki-laki sebanyak 62% dari total penduduk laki-laki. Sedangkan perempuan dengan angka 57% dari total penduduk perempuan.

    Dalam konteks nasional, hasil survei Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Katadata Insight Center pada tahun yang sama mengenai status literasi digital laki-laki mencapai 3,56 poin, lebih tinggi daripada skor indeks perempuan 3,52%.

    Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo RI Mira Tayyiba dalam Forum Girls in ICT Day Indonesia 2023 di Jakarta, Senin (30/10/2023).

    Indonesia merupakan salah satu negara yang tergabung dalam keanggotaan International Telecommunication Union (ITU). Sebagai organisasi sayap Perserikatan Bangsa-Bangsa, ITU memiliki perhatian dalam peningkatan peran perempuan di sektor teknologi informasi dan komunikasi.

    Setiap tahun, negara anggota ITU memperingati Girls in ICT Day pada Kamis keempat di bulan April. Peringatan Girls in ICT Day bertujuan untuk menjembatani kesenjangan digital antargender.

    Satu hal, menurut Sekjen Kementerian Kominfo, dunia sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM) saat ini juga masih didominasi oleh laki-laki. Proporsi perempuan dalam pekerjaan yang berkaitan dengan teknologi seperti pemrograman, analisis sistem, pengembang perangkat lunak dan lainnya baru mencapai 17%. Sedangkan jumlah ilmuwan perempuan di bidang engineering juga baru mencapai 20%.

    Oleh karena itu, Kementerian Kominfo selalu berupaya mengikis kesenjangan digital di kalangan perempuan. Sekjen Mira Tayyiba menilai, perempuan memiliki peran penting dan harus diberikan kesempatan untuk mewujudkan mimpi, harapan, dan membawa terang manfaat bagi masyarakat luas.

    “Dengan akses internet dan keterampilan menggunakan teknologi digital yang mumpuni, perempuan dapat memperluas peluang untuk memulai bisnis dengan pasar yang besar, mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, mengejar pendidikan, mendapatkan layanan kesehatan dan keuangan, bertukar informasi dan berpartisipasi lebih aktif dalam kehidupan bermasyarakat maupun keluarga,” ungkap Sekjen Kementerian Kominfo Mira Tayyiba.

    Sejauh ini, Kementerian Kominfo telah menjalankan berbagai program untuk mendorong pemberdayaan dan kemajuan perempuan di bidang teknologi digital. Seperti Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang melibatkan Kominfo bersama para mitra komunitas masyarakat memberikan pelatihan kecakapan digital bagi masyarakat umum termasuk perempuan mengenai kecakapan digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital.

    Sekjen Kementerian Kominfo menyatakan, beberapa modul dalam program GNLD membahas langkah-langkah literasi digital bagi keluarga, anak, dan cara mengenali hoaks dan menghadapi kekerasan berbasis gender online.

    Selain literasi digital di tingkat dasar, Kementerian Kominfo menyiapkan pelatihan tingkat menengah melalui digital entrepreneurship academy di bawah program digital talent scholarship, yang merupakan akademi pelatihan kewirausahaan digital diperuntukkan bagi masyarakat luas.

    “Program ini juga mencakup latihan khusus bagi ibu rumah tangga untuk mengembangkan wirausaha berbasis digital. Selain itu, kita juga memiliki berbagai program pengembangan startup di mana kami terus mendorong perempuan Indonesia untuk ikut serta dalam ekosistem startup Indonesia,” jelas Sekjen Kementerian Kominfo.

    Selama ini, kesenjangan akses perempuan terhadap teknologi informasi dan komputer dianggap sebagai penghalang partisipasi perempuan dalam dunia kerja. Apalagi saat ini hampir seluruh pekerjaan di pasar kerja membutuhkan keterampilan ini.

    Sebagai contoh, laporan World Economic Forum yang berjudul “The Future of Jobs Report” memberikan 20 rekomendasi pekerjaan yang ke depan sangat dibutuhkan bagi pasar tenaga kerja di antaranya, data analis, artificial intelligence (AI), machine learning, dan digital marketingdigital specialist. Berdasarkan contoh di atas, pasar ini memberikan peluang besar kepada kalangan perempuan.

    Sumber: indonesia.go.id

    Berita Terkait

    Cara Memperoleh KTP Digital

    Penggunaan KTP digital akan menghemat pembiayaan kartu identitas, selain dapat mencegah pemalsuan atau penyalahgunaan data kependudukan. Selengkapnya

    Upaya Bersama Berantas Kejahatan Digital

    Kominfo bertekad untuk terus memberantas kejahatan keuangan digital yang kian marak dan semakin canggih. Mulai dari pinjol ilegal sampai pen Selengkapnya

    Mewujudkan Desa Merdeka Sinyal

    Selain pembangunan BTS, Kemkominfo membangun 12.229 kilometer kabel serat optik Palapa Ring di darat dan di bawah laut. Selengkapnya

    Memenuhi Layanan Digital hingga Pelosok

    Pemerintah tetap berkomitmen melanjutkan semua proyek teknologi infomasi dan komunikasi (TIK), termasuk pembangunan base transceiver station Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA