FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    27 10-2023

    1019

    Bersama Majukan Pemuda Untuk Indonesia Emas 2045

    Kategori Artikel GPR | anni006

    Semangat elemen pemuda yang berhasil menebar semangat jiwa patriotisme sekaligus menyatukan visi kebangsaan dalam Sumpah Pemuda 1928 layak untuk terus kita jaga demi keutuhan dan kemajuan Indonesia. Berangkat dari semangat tersebut, setiap tanggal 28 Oktober kita selalu merayakan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

    Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) sebagai leading sektor kepemudaan akan menggelar peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-95 tahun 2023 dengan mengambil tema “BERSAMA MAJUKAN INDONESIA” yang akan dilaksanakan di Monumen Nasional (Monas).

    Tema tersebut diambil sebagai bentuk implementasi undang-undang no. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, dan juga sesuai dengan Perpres No. 43 Tahun 2022 tentang Koordinasi Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan.

    Sebagai bentuk peningkatkan kualitas daya saing pemuda dan karakter kebangsaan sebagai jati diri bangsa Indonesia yang seutuhnya, tentu saja Kemenpora tidak bisa jalan sendiri. Diperlukan kolaborasi semua komponen dan elemen pemuda baik di Kementerian dan Lembaga untuk bisa mewujudkan pemuda yang berkualitas, Tangguh, dan maju menuju Indonesia 2045.

    “Kemenpora akan menjadi orkestrator kebangkitan pemuda dan olahraga Indonesia dengan melakukan kolaborasi lintas generasi dan institusi,” itulah kalimat yang selalu ditekankan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Arioetdjo.

    Beberapa poin penting yang ditekankan Kemenpora pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-95 tahun 2023 diantaranya adalah:

    Pertama, tujuan utama pembangunan pemuda adalah untuk meningkatkan kualitas daya saing pemuda serta memperkuat karakter gotong royong dan tolong menolong sebagai bagian dari jati diri bangsa kita. Pemuda-pemudi adalah aset berharga dalam membangun masa depan bangsa, dan melalui pembangunan yang berkelanjutan, kita dapat memastikan peningkatan kualitas hidup segenap bangsa Indonesia.

    Kedua, untuk mencapai tujuan ini, pentingnya pembangunan pemuda secara terukur melalui Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) tidak bisa diabaikan. Berdasarkan update terakhir tahun 2022, IPP Nasional sebesar 55,33 persen. Pemerintah menargetkan pada tahun 2024 nilai IPP Nasional meningkat menjadi. 57,67 persen. Maka dari itu Pembangunan Nasional harus mencakup lima domain utama IPP, yaitu pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, partisipasi kepemimpinan, serta mengatasi isu-isu gender dan diskriminasi. Melalui IPP yang komprehensif, kita dapat melihat sejauh mana pemuda-pemudi kita telah berkembang, serta di mana perbaikan serta peningkatan diperlukan.

    Ketiga, untuk mencapai semua ini, kita perlu merancang sebuah kerangka besar yang komprehensif dan strategis. Inilah yang dikenal sebagai Desain Besar Kepemudaan Nasional (DBKN). DBKN akan menjadi landasan untuk mengarahkan pembangunan pemuda ke arah yang lebih progresif, berdampak dan relevan sesuai dengan semangat perkembangan zaman. Implementasi berbasis inovasi menjadi kunci untuk suksesnya DBKN.

    Keempat, kita perlu menggarisbawahi pentingnya kerjasama semua pihak, baik di tingkat pusat maupun di daerah. Ini harus dilakukan melalui koordinasi strategis antar Kementerian dan Lembaga (K/L) sesuai dengan Perpres No. 43 tahun 2022. Kolaborasi seharusnya tidak lagi menjadi wacana namun kolaborasi harus menjadi budaya kerja baru bagi seluruh birokrasi dan mitra- mitra Kemenpora.

    Kelima, dalam implementasi koordinasi strategis tersebut, kita harus mengikutsertakan Rencana Aksi Nasional (RAN) bagi semua K/L serta Rencana Aksi Daerah (RAD) bagi pemerintah daerah. Dalam proses ini, penting juga melibatkan lembaga non-pemerintah dan sektor swasta.

    Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo tahun 2023 telah memberi anugerah penghargaan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pembangungan Kepemudaan kepada delapan daerah. Daerah tersebut yakni, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Riau, Provinsi Kalimantan Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Bengkalis, dan Kabupaten Kotabaru.

    Penghargaan diberikan atas upaya daerah dalam pengembangan kepemudaan. “Ini adalah upaya bersama kita untuk memajukan pemuda dan bangsa kita. Tugas sejarah kita untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Maka dari itu, mari sama-sama kita mengoptimalkan modal bonus demografi menjadi Indonesia Emas 2045,” ujar Menpora Dito.

    Berita Terkait

    Bergerak Bersama Memberi Makna untuk Bangsa

    Selengkapnya

    Keanggotaan Penuh FATF : Bekal Penting Menuju Indonesia Emas 2045

    Keanggotaan Indonesia di FATF akan meningkatkan kredibilitas perekonomian nasional dan persepsi positif terhadap sistem keuangan Indonesia y Selengkapnya

    OIC-CA 2023 Jadi Ajang Mengenalkan Kebhinekaan Budaya Islam Indonesia

    Selengkapnya

    Menko Luhut Resmikan Program Bangga Berwisata di Indonesia

    Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA