FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    11 05-2023

    702

    Buka KTT Ke-15 IMT-GT, Presiden: Mari Kobarkan Semangat Kolaborasi

    Kategori Berita Pemerintahan | doni003

    Manggarai Barat, Kominfo - Presiden Joko Widodo membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-15 Segitiga Pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand atau IMT-GT yang digelar di Komodo Ballroom, Meruorah Convention Center, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu (10/05/2023). Dalam pertemuan subregional tersebut, Presiden Joko Widodo mengajak semua pihak yang terlibat untuk mengobarkan semangat kolaborasi.

    “Mari kobarkan semangat kolaborasi, khususnya dengan peningkatan daya saing konektivitas, pariwisata, dan investasi untuk mencapai visi IMT-GT tahun 2036,” ujar Presiden Jokowi.

    Lebih lanjut, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa di usianya yang ke-30 tahun, IMT-GT menjadi kerja sama segitiga emas bagi 85 juta penduduk di tiga negara. Presiden pun mengaku senang dengan capaian volume perdagangan IMT-GT di tengah krisis global.

    “Saya senang meskipun dilanda krisis global, volume perdagangan IMT-GT berhasil mencapai 618 miliar US dolar di tahun 2021,” ungkapnya.

    Presiden Jokowi pun berharap IMT-GT dapat terus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan ke depannya. Menurutnya, tantangan ke depan bagi ketiga negara tidaklah mudah.

    “Karena tantangan ke depan tidak mudah, ketidakpastian masih tinggi, rivalitas masih tajam, dan efek domino guncangan ekonomi global masih terus mengancam,” jelasnya.

    Di akhir sesi, Presiden Joko Widodo meluncurkan Tahun Kunjungan Indonesia-Malaysia-Thailand 2023-2025. Presiden mengatakan bahwa pandemi Covid-19 telah meluluhlantakkan sektor pariwisata dunia. Di kawasan subregional IMT, sektor pariwisata bahkan sempat turun di atas 90 persen.

    “Alhamdulillah, sejak tahun lalu, sektor pariwisata mulai bangkit kembali. Pergerakan wisatawan internasional mencapai lebih dari 900 juta dan dipastikan akan terus tumbuh,” ungkapnya.

    Untuk itu, Presiden Joko Widodo mendorong agar ketiga negara bergerak cepat memanfaatkan peluang tersebut. Setidaknya ada tiga hal yang menurut Presiden Jokowi harus menjadi fokus, yakni peningkatan infrastruktur khususnya konektivitas, penguatan penjenamaan yang inovatif, dan pengembangan turisme digital untuk meningkatkan pelayanan.

    “Ini semua untuk memperkokoh ekosistem pariwisata yang tangguh, inklusif, dan sustainable,” tandasnya.

    Dalam pertemuan tersebut, selain Presiden Joko Widodo hadir juga Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn, Presiden Bank Pembangunan Asia (ADB) Masatsugu Asakawa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Menteri Ekonomi Malaysia Rafizi bin Ramli, dan Menteri Keuangan Thailand Arkhorn Termpittayapaisith. Ketujuhnya tampak berfoto bersama terlebih dahulu sebelum KTT dimulai.

    Turut hadir juga mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pertemuan itu yaitu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

    Berita Terkait

    Presiden Minta Segera Integrasikan Layanan pada Portal Nasional

    Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika terdapat lebih dari 27.000 aplikasi yang ada di tingkat pusat dan daerah. Selengkapnya

    Buka BRI Microfinance Outlook 2024, Presiden Soroti Peran Penting UMKM

    Presiden mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 65 juta UMKM di Indonesia, yang berkontribusi sebesar 61 persen terhadap produk domestik bruto Selengkapnya

    Buka IIMS 2024, Presiden: Mobil Listrik Masa Depan Otomotif Indonesia

    Kepala Negara menyebut bahwa pemerintah telah memberikan sejumlah insentif guna mendorong peningkatan produksi kendaraan listrik di tanah ai Selengkapnya

    Presiden Apresiasi Peran GP Ansor Sebarkan Nilai Moderasi Beragama

    Kepala Negara juga menekankan persatuan dan keutuhan bangsa harus ditempatkan di atas segalanya. Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA