FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    24 11-2022

    95

    Wapres Harapkan Dakwah Santri Merambah Dunia Digital

    Kategori Berita Pemerintahan | adhi004

    Garut, Kominfo – Seiring perkembangan teknologi digital, realitas kehidupan yang dihadapi masyarakat termasuk di lingkungan pesantren kian kompleks. Oleh sebab itu, para santri dituntut untuk mampu berdakwah tidak hanya di dunia nyata tetapi juga di dunia digital.

    “Apalagi sekarang banyak hoaks, banyak tipuan, banyak kebohongan, bahkan yang benar pun bisa dibalik jadi tidak benar,” ujar  Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat menghadiri acara peringatan Hari Lahir (Maulid) Ke-18 Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Jauhari di Kampung Sangojar, Desa Sindanggalih, Karang Tengah, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (24/11/2022).

    Lebih lanjut, Wapres menyebutkan bahwa di era disrupsi sekarang ini, khususnya di dunia maya kebenaran mulai tersamarkan oleh kebatilan.

    “Saya menyebutnya itu sebagai zamanul istibah, antara benar dan salah kadang-kadang orang bingung,” ungkapnya.

    Untuk itu, kembali Wapres berharap agar dakwah para santri saat ini juga merambah ke dunia digital, yakni dengan menjadi mujahid digital.

    “Bukan hanya mujahid dakwah [biasa] tetapi juga mujahid dakwah digital, [artinya] yang bisa berdakwah melalui digital atau digitalisasi dakwah,” urainya.

    Salah satu contohnya, tutur Wapres, apabila menerima suatu berita atau informasi, para santri harus mengklarifikasi dahulu kebenarannya sebelum menyebarluaskan di media sosial.

    “Jangan [buru-buru] sharing, tetapi disaring terlebih dahulu,” pesannya.

    Lebih jauh, Wapres menuturkan bahwa dakwah secara digital ini merupakan bagian dari fungsi pesantren sebagai lembaga dakwah.

    “Jadi memang pesantren itu merupakan pusat dakwah untuk menyebarkan ajaran [agama]. Dakwah dalam arti yang baik, [yakni] dakwah untuk mengajak kepada kebaikan,” ujarnya.

    Adapun kebaikan tersebut, menurut Wapres, prinsipnya hanya dua hal yaitu membawa kemaslahatan (manfaat) dan menghilangkan kemudaratan (keburukan).

    “Jadi dakwah itu bukan menambah kemudaratan, menimbulkan kerusakan, itu bukan dakwah namanya,” tegas Wapres.

    Sedangkan wujud kebaikan, kata Wapres, di antaranya kebaikan fisik (zakat, infak, sedekah, wakaf), kebaikan non fisik (ide, gagasan, pemikiran, inisiatif), serta kebaikan mendamaikan umat manusia.

    “Bukan hanya mendamaikan sesama orang Islam, bukan hanya mendamaikan sesama orang Indonesia, tetapi mendamaikan di antara umat manusia,” pungkasnya.

    Berita Terkait

    Wapres Ajak Penguatan Kolaborasi Majukan Kesejahteraan Papua

    Seluruh upaya yang dilakukan untuk menciptakan kedamaian dan inklusivitas bagi masyarakat Papua. Selengkapnya

    Wapres Serukan Umat Islam Lakukan Salat Gaib dan Doakan Korban Gempa

    Wapres K.H. Ma’ruf Amin mengimbau kepada segenap umat Islam di tanah air untuk melaksanakan salat Gaib dan mendoakan para korban gempa bum Selengkapnya

    Sinergi dan Kolaborasi Jadi Titik Penting Akselerasi Transformasi Digital

    Dalam rumusan G20 Bali Leaders Declaration yang berisi 52 poin kesepakatan, terdapat tiga poin mengenai percepatan transformasi digital. Selengkapnya

    Presiden Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada Lima Tokoh

    Penyerahan penghargaan yang dilakukan dalam rangka Hari Pahlawan tahun 2022 tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 7 Novemb Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA