FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    16 11-2022

    299

    Kolaborasi G20 Sangat Dibutuhkan untuk Selamatkan Dunia

    Kategori Artikel GPR | andr045

    Presiden Republik Indonesia Joko Widodo  menyatakan kolaborasi antara negara-negara G20, sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan dunia yang tengah menghadapi tantangan krisis yang luar biasa. Krisis tersebut berdampak terhadap ketahanan pangan, energi, dan keuangan yang sangat dirasakan dunia, terutama negara berkembang.  

    "Kita tidak punya pilihan lain. Paradigma kolaborasi sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan dunia. Kita semua memiliki tanggung jawab, tidak hanya untuk masyarakat kita, tetapi juga untuk semua orang di dunia," kata Presiden Jokowi saat berpidato pada pertemuan Sesi I Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)  G20, di Hotel The Apurva Kempinski, Nusa Dua, Bali, pada Selasa, 15 November 2022.

    Pidato pembukaan Presiden Jokowi mengawali pertemuan yang dihadiri negara-negara G20 serta tamu undangan negara dan lembaga internasional. Tantangan dunia saat ini, kata Presiden adalah akibat berbagai krisis, mulai dari pandemi COVID-19, rivalitas yang menajam, hingga perang yang terjadi. 

    Presiden Jokowi menegaskan negara dunia bertanggung jawab yang berarti menghormati hukum internasional dan prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara konsisten. Bertanggung jawab pula untuk menciptakan situasi yang menguntungkan kedua belah pihak. 

    "Bertanggung jawab di sini juga berarti kita harus mengakhiri perang. Jika perang tidak berakhir, akan sulit bagi dunia untuk bergerak maju. Jika perang tidak berakhir, akan sulit bagi kita untuk bertanggung jawab atas masa depan generasi sekarang dan mendatang," ungkapnya.

    Selanjutnya, Presiden Jokowi mengatakan, kita seharusnya tidak membagi dunia menjadi beberapa bagian. Dan, lanjutnya, tidak boleh membiarkan dunia jatuh ke dalam perang dingin lainnya.

    Presiden menyebut Indonesia memiliki 17.000 pulau, 1.300 suku bangsa, serta lebih dari 700 bahasa daerah. Demokrasi di Indonesia berjalan dari pemilihan kepala desa pada tataran tingkat desa hingga ke pemilihan presiden. Untuk itu, Presiden mendorong agar G20 memiliki semangat dialog yang sama untuk menjembatani perbedaan. "Sebagai negara demokrasi, Indonesia sangat menyadari pentingnya dialog untuk mempertemukan perbedaan, dan semangat yang sama harus ditunjukkan dari pertemuan G20," tandasnya.

    Berita Terkait

    Bangun Fondasi Bangsa, Torehkan Sejarah, Selamat Hari Ibu, Perempuan Indonesia!

    Selengkapnya

    Deklarasi G20, Harapan Kaum Muda Lakukan Transfomasi Digital

    Selengkapnya

    Sekretariat G20 Distribusikan Tanda Pengenal untuk Jurnalis

    Selengkapnya

    Pelaku UMKM Bali Sambut Delegasi KTT G20 dengan Sistem Pembayaran Digital

    Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA